Pencegahan Penyakit Pada Ayam Jawa Super
Cari Berita

Advertisement

Pencegahan Penyakit Pada Ayam Jawa Super

Ndaru Im
Thursday, December 12, 2013

Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Begitu orang bijak sering memberi petuah. Petuah itu juga berlaku bagi pemeliharaan ayam jawa super. Berikut beberapa langkah pencegahan yang perlu dilakukan biar ayam jawa super tidak terjangkit penyakit.

  1. Selalu menjaga kebersihan, sanitasi, atau kesehatan kandang,
  2. Mengatur kepadatan ayam di dalam kandang. Dalam hal ini peruntukan sangkar harus diubahsuaikan dengan jumlah dan umur ayam.
  3. Memberikan makanan dan minuman yang berkualitas baik, sesuai dengan standar kesehatan.
  4. Menjauhkan ayam dari sumber-sumbe penyakt. Singkirkan (karantina) ayam yang terkena penyakit biar tidak menularkan penyakit pada ayam-ayam lain yang masih sehat.
  5. Memberikan obat atau jamu, ibarat melolohkan tumbukan daun pepaya, kencur, kunyit, jahe, atau bratawali secara bersiklus (misalnya dua ahad atau satu bulan sekali). Menurut beberapa peternak tradisional yang sudah mencobanya, santunan jamu ternyata cukup manjur untuk mencegah penyakit.
  6. Melakukan vaksinasi sempurna waktu dan berkesinambungan.
  7. Berkonsultansi dengan pihak-pihak berwenang, ibarat dokter hewan, mantri hewan, atau petugas penyuluh lapangan (PPL).
Di samping cara-cara tersebut, perlu dilakukan langkah pencegahan akhir kondisi lingkungan. Karena sangat mungkin ayam jawa super mengalami stres akhir kondisi lingkungan. Berikut ini beberapa kondisi lingkungan yang sanggup memicu munculnya stres pada ayam jawa super.
  1. Suhu udara di dalam dan luar sangkar yang terlalu hirau taacuh atau terlalu panas.
  2. Lingkungan yang terlalu pengap atau lembap.
  3. Terjadi polusi udara, ibarat amis kedaluwarsa dan amis amoniak yang sangat menyengat.
  4. Suasana atau tatalaksana lingkungan yang kurang serasi, contohnya pengaturan sangkar dan peralatan yang kurang menguntungkan bagi ayam jawa super.
  5. Kualitas dan kuantitas ransum/pakan yang kurang tepat.
  6. Vaksinasi yang dilakukan tidak sempurna waktu.
  7. Gangguan dari binatang lain, ibarat musang, ular, tikuas besar, kucing, atau anjing.
Salah satu langkah yang perlu dilakukan bila efek negatif lingkungan tidak sanggup dicegah yakni memperlihatkan obat anti stres atau antibiotik ke dalam pakan atau minuman. Jika di lingkungan sangkar terjadi konsentrasi amoniak yang tinggi, pasanglah kipas angin di dalam sangkar biar sirkulasi udara sanggup memperkecil kadar amonia yang berada didalamnya. Jika sangkar yang dipakai yakni sangkar postal, litter atau alasnya perlu ditambah atau bila perlu diganti dengan yang baru. Apalagi bila litter telah terkotori amoniak.

Oleh Mas Bagong Mulyono & Purnomo Raharjo

Sumber http://blogternakayam.blogspot.com

Pencegahan Penyakit Pada Ayam Jawa Super