Cara Budidaya Ayam Dengan Sistem Sangkar Ren
Cari Berita

Advertisement

Cara Budidaya Ayam Dengan Sistem Sangkar Ren

Ndaru Im
Thursday, October 16, 2014

Sistem pemeliharaan dalam sangkar terbuka dalam lahan berpagar biasanya dipraktekan di pedesaan oleh yang memiliki lahan pekarangan dengan luas minimum 150m2 untuk 100 ekor ayam cerdik balig cukup akal sebagai penghasil telur. Pemeliharaan dalam lahan berpagar (kubengan) atau sistem ren pada lahan minimum 15m2 (3m x 5m), sanggup dikatakan sebagai pemeliharaan semi intensif dengan pakan hampir seluruhnya disediakan peternak, lantaran besar kemungkinan kondisi lahan sudah terlalu gundul dan tidak menyediakan makanan bagi ayam yang ada di atasnya.


Sistem pemeliharaan ren ini biasanya banyak dipraktekan di pedesaan dengan alasan rasa kasihan pada ayam apabila dikurung terus menerus dalam kandang, meskipun secara hemat pemeliharaan menyerupai ini relatif kurang menguntungkan, disebabkan oleh penggunaan lahan yang tidak optimal. Lahan dalam hal ini lebih banyak berfungsi sebagai daerah bermain, tidak sebagai sumber pakan. Oleh lantaran itu sistem pemeliharaan harus intensif dengan seluruh pakan, minum, disediakan dari luar. Untuk ayam kampung dengan sifat suka berlaga, pemeliharaan secara ren ini akan terbatas pada jumlah ayam yang sanggup dijadikan satu kandang. Praktek di pedesaan biasanya memasukan 2 ekor ahli cerdik balig cukup akal dengan 8 betina cerdik balig cukup akal dalam luasan 15m2 . Keuntungan pemeliharaan dengan sistem ren ini ialah ayam-ayam relatif terkontrol.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Budidaya ayam dengan sistem sangkar ren :

Bibit Ayam

Seperti halnya untuk umbaran, ayam-ayam harus dipilih sebaik mungkin, kemudian apabila diperoleh dari banyak sekali daerah dan kita tidak tahu sejarah hidup ayam, maka perlakuan karantina menyerupai pada persiapan bibit ayam umbaran, disarankan untuk dilakukan. Jumlah ayam yang akan dipelihara tentunya akan sangat tergantung pada luas lahan dan modal investasi serta modal kerja yang dimiliki.

Perkandangan

Lahan seluas 15m2 (3m x 5m) diberi pagar bambu keliling setinggi minimal 2 m, yang dipersiapkan untuk diisi dengan 2 ekor jantan dan 8 ekor betina dewasa. Didalam pagar harus disediakan sangkar berukuran 1 m – 1,5 m lebar dan 4 m – 5 m panjang diberi dinding pada 3 sisi dan atap. Satu sisi sangkar yang menghadap ke halaman ren, terbuka. diberi tenggeran untuk ayam-ayam beristirahat di malam hari. Tempat pakan dan minum disediakan secukupnya di dalam pagar.

Sarang berdiameter 40 cm, untuk setiap betina cerdik balig cukup akal harus disiapkan. Sistem ren ini tidak menyerupai sistem umbar di halaman, yang induk-induk ayamnya sanggup mengasuh anak-anaknya segera sehabis menetas hingga disapih. Pada sistem ren induk-induk yang sedang mengasuh anaknya disediakan rumah-rumahan kecil untuk berteduh pada waktu malam hari, dikala hujan atau panas terik. Induk-induk yang sedang mengasuh sebaiknya dipisahkan dari induk-induk yang tidak mengasuh anaknya dan disediakan daerah pakan khusus untuk anak ayam, yang tidak sanggup disentuh oleh ayam-ayam cerdik balig cukup akal (creep feeding). Oleh lantaran itu sebuah box ukuran 40 cm x 30 cm x 40 cm harus disiapkan lengkap dengan pemanas lampu pijar 40 watt, daerah pakan dan minum untuk 20 ekor anak ayam umur sehari hingga berumur 3 minggu.

Pakan Dan Air Minum

Untuk pelaksanaan pemeliharaan sistem ren, pakan dan air minum harus disediakan secukupnya. Adapun pakan yang disediakan harus sanggup menyediakan kebutuhan gizi cukup untuk hidup pokok, produksi dan reproduksi.

Tatalaksana Pemeliharaannya

  • Induk dan Ayam Jago, Sebanyak 8 ekor betina cerdik balig cukup akal dan 2 ekor ahli dimasukan dalam kandang, namun perlu diperhatikan dua ahli akan terus menerus langgar apabila salah satu tidak ada yang kalah. Begitu juga dengan yang betina, namun biasanya lebih jinak dibanding ayam jago. Kandang peneduh, sarang, daerah minum dan pakan sudah tersedia. Selalu membersihkan daerah pakan dan minum setiap akan memberi pakan dan minum. Pakan diberikan dalam bentuk kering semoga apabila tersisa tidak menjadi amis atau sanggup saja diberikan dalam bentuk seduhan dengan air hangat, asal dalam sehari itu habis. Banyaknya ransum diberikan ialah 100 gram/ekor/hari. jadi untuk satu sangkar ren berisi 10 ekor, maka perlu 1 kg perhari diberikan dua kali pagi dan petang. Air minum higienis sebaiknya disediakan setiap hari secukupnya minimal 2 liter sehari untuk 10 ekor dalam satu sangkar ren. Sarang harus sering diperiksa, lantaran sering digunakan tenggeran diwaktu malam hari sambil mengeluarkan kotoran. Telur-telur yang berada di dalam sarang sebaiknya dijaga jangan hingga kena kotoran, bahkan dianjurkan untuk diambil setiap hari diberi tanda pensil dengan tanggal ditelurkan, dan disimpan dalam ruangan dengan udara sejuk. Dikembalikan lagi pada dikala ayam mulai mengeram dengan telur-telur dengan tanggal termuda, sebanyak 7 butir persarang. Sering terjadi penggunaan sarang oleh lebih dari satu ekor ayam, oleh lantaran itu perlu adanya daerah khusus untuk ayam-ayam mengeram terpisah dari ayam-ayam yang produktif. Perhatikan banyak sekali tingkah laris ayam dalam sangkar ren, apabila ada yang sakit, segera diberi obat sesuai dengan penyakit yang dideritanya. Ayam sakit sebaiknya dipisahkan dari kelompoknya dalam suatu sangkar khusus sangkar karantina. Ayam-ayam yang final mengeramkan segera dimandikan kemudian disatukan kembali dengan kelompoknya untuk segera bertelur kembali, sementara belum dewasa ayam yang gres menetas dipisahkan dalam sangkar indukan, kemudian dipelihara sebagai mana mestinya.
  • Anak Ayam, Dalam sangkar induk buatan, anak ayam umur sehari diberi minum dan diberi vitamin dengan takaran sesuai dengan tertera pada kemasan. Setelah umur 4 hari kemudian diimunisasi terhadap penyakit tetelo (ND) sistem tetes mata dengan vaksin aktif yang sanggup diperoleh di toko unggas. Pada ahad keempat belum dewasa ayam kembali divaksin ND aktif biasanya dengan sistem tetes mata sesuai takaran yang tertera dalam kemasan. Kemudian ayam-ayam betina muda umur 4 bulan kembali dilakukan vaksinasi terhadap ND dengan vaksin inaktif dengan cara suntikan di bawah kulit atau pada otot. Air minum higienis secukupnya (dianjurkan berlebih ditandai dengan adanya sisa air minum dihari berikutnya yang disajikan dalam cangkir plastik ditempatkan di dalam sangkar indukan.
  • Pola Produksi Induk, Pola produksi ayam Kampung di sangkar ren secara umum dalam satu siklus akan menghabiskan waktu selama 8 ahad yang terdiri atas: Induk-induk ayam umur 6 bulan, mulai bertelur untuk selama kurang lebih 2 ahad menghasilkan telur 10 butir. Kemudian mengeram selama 3 ahad dan menetaskan anak sebanyak 7 ekor. Anak ayam kemudian dipisahkan dan induk dikembalikan ke sangkar sehabis dimandikan. Masa kosong sekitar 3 minggu. Setiap ekor induk ayam selama 12 bulan (52 minggu) semenjak ayam bertelur, ia akan menghasilkan 6 siklus dengan 18 butir telur dan 21 ekor anak jantan dan 21 ekor anak betina.

Sumber http://blogternakayam.blogspot.com

Cara Budidaya Ayam Dengan Sistem Sangkar Ren