Cara Merawat Sangkar Ayam
Cari Berita

Advertisement

Cara Merawat Sangkar Ayam

Ndaru Im
Wednesday, October 15, 2014

Agar ayam dalam sangkar bisa hidup dengan tenang, sangkar perlu dirawat dengan baik. Kandang yang dipelihara dengan baik akan selalu higienis dan nyaman dihuni. Kenyamanan ini juga ditunjang oleh konstruksi sangkar yang dibangun dengan baik. Konstruksi yang benar sangat membantu ternak yang tinggal dalam sangkar mendapat udara segar secara alami.


Udara segar dalam sangkar bisa diperoleh, jika peredaran udaa dari luar dan dalam sangkar berjalan lancar. Dalam arti, udara higienis dari luar bisa bergerak ke dalam sangkar dan udara kotor dari dalam bisa dibuang ke luar kandang. Udara segar bisa memperlihatkan rasa hidup seolah di alam bebas, mencegah polusi dalam sangkar dan menjaga suhu ruangan dalam sangkar tidak berubah secara mendadak.


Pada ketika demam isu kemarau, tak jarang udara sekeliling sangat kering dan suhu lingkungan panas sekali. Pada ketika udara kering, ayam membutuhkan air minum yang banyak. Pada ketika suhu lingkungan sekeliling sangat tinggi, kegiatan dan pembakaran zat masakan dalam badan menurun. Akibatnya ayam enggan makan, sering gelisah, bernafas terengah-engah sebab kegerahan, dan sayapnya terkulai. Bagi ayam yang sedang rajin bertelur, keadaan ini bisa mengakibatkan kerugian. Karena ayam bersangkutan bisa menghentikan produksi telurnya sama sekali. Cara mengatasinya, jika konstruksi sangkar kurang sempurna, ubahlah sesuai dengan keperluan supaya udara dalam sangkar tidak pengap dan udara segar beredar sempurna. Daerah di luar sangkar tanamilah dengan pepohonan yang berdaun rimbun, supaya sinar matahari tidak eksklusif menyengat atap kandang. Begitu pula halaman kawasan bermain (pelataran kandang), sebaiknya ada flora peneduhnya sebagai kawasan bernaung pada siang hari jika ayam ingin istirahat.

Tapi jika semua perjuangan ini belum bisa mengatasi keadaan, siramilah lanta dan halaman sekeliling sangkar dengan air. Dengan demikian suhu dalam ruangan dan sekeliling sangkar menjadi lebih sejuk.

Sebaliknya jika hujan selama berhari-hari turun terus-menerus, udara lembap dan basah, sinar matahari jarang terlihat, suhu lingkungan menjadi dingin, hal ini juga mendatangkan kesulitan tersendiri. Karena udara basah, ayam sulit bernafas. Dinginnya udara juga menimbulkan pembakaran zat masakan dalam badan meningkat, kesudahannya jumlah masakan yang diharapkan juga lebih banyak. Bagi induk ayam yang sedang bertelur, bisa menghentikan produksi telurnya karena tidak mendapat rangsangan sinar matahari.

Udara berair dan dingin, bisa menimbulkan kondisi dan ketahanan badan ayam menurun. Hal ini akan memudahkan ayam terserang penyakit. Cara mengatasinya, usahakan ruangan sangkar selalu dalam keadaan kering. Hindarkan dinding sangkar terkena tempias hujan, litter yang telah lembap cepat-cepat diganti dengan yang kering dan bau, alirkan air hujan dengan baik sehingga tidak terdapat genangan-genangan air di sekeliling kandang. Selama demam isu hujan, usahakan supaya angin tidak bertiup eksklusif masuk kandang. Lubang angin yang terbuka terlalu lebar, bisa ditutup dengan kain atau materi lainnya.

Pada demam isu pancaroba, perubahan cuaca sering berlangsung secara mendadak. Suhu lingkungan sering naik turun secara cepat. Bila kondisi dan ketahanan badan kurang baik, ayam gampang terkena stres. Akibatnya gampang terserang penyakit lesu, nafsu makan menurun, pilek, dan batuk-batuk.

Perubahan cuaca menyerupai ini sulit dihindarkan. Untuk mengatasinya kondisi dan ketahanan badan ayam harus benar-benar prima. Hal ini bisa dilakukan dengan pemeliharaan dan penjagaan kesehatan ayam sebaik-baiknya. Selain diberi masakan yang cukup dan baik mutunya, dalam air minum ditambah vitamin dan antibiotik secukupnya. Dengan demikian daya tahan badan ayam bisa terjaga dengan baik.

Referensi : Berbagai Sumber

Sumber http://blogternakayam.blogspot.com

Cara Merawat Sangkar Ayam