Tips Memelihara Ayam Kampung
Cari Berita

Advertisement

Tips Memelihara Ayam Kampung

Ndaru Im
Wednesday, October 15, 2014

Ayam kampung atau sering juga disebut ayam bukan ras (buras) merupakan salah satu ternak unggas yang banyak dipelihara terutama di kawasan pedesaan, lantaran selain dagingnya yang yummy dimakan, telur ayam kampung juga sangat diminati orang lantaran kandungan proteinnya. Keberadaan ayam kampung sebagai penghasil telur dan daging sanggup menambah pendapatan keluarga, ayam kampung juga mempunyai fungsi strategis dalam pemenuhan pangan dan gizi masyarakat petani.

Memelihara ayam kampung bergotong-royong tidak terlalu sulit alasannya yakni tidak memerlukan teknologi rumit. Untuk membuatkan ayam burang hanya membutuhkan ketekunan dan kesungguhan dalam memelihara yaitu pakan, pengendalian penyakit dan tatalaksana serta pengolahan/perkembangbiakan. Ayam kampung mempunyai peluang tinggi, sangat gampang dipasarkan dengan harga yang cukup tinggi. Oleh lantaran itu, ayam harus dikelola dengan prinsip perjuangan tani yang baik sehingga memperlihatkan laba yang sangat memadai bagi petani ternak.

Pemilihan Bibit Ayam Kampung

Bibit ayam buras yang baik sangat memilih percepatan perkembangbiakan dan laba bagi peternak dalam perjuangan tani ayam buras. Pemilihan Anak Ayam (DOC) Calon Bibit :
  • Tidak cacat kaki, paruh normal, mata jernih, jelas dan bulat.
  • Pergerakan lincah dan sehat, kaki besar lengan berkuasa serta berdiri tegak.
  • Bulu halus dan mengkilat

Tanda Pejantan Yang Baik

  • Badan besar lengan berkuasa dan agak panjang
  • Sayap besar lengan berkuasa dengan bulu-bulu teratur rapi
  • Paruh bersih, mata jernih
  • Kaki dan kuku bersih, sisik-sisiknya teratur
  • Terdapat taji dengan bentuk runcing/bulat ibarat agung.

Tanda Betina Yang Baik

  • Kepala halus, mata jernih, terang, paruh pendek, dan kuat
  • Jengger dan pial halus serta tidak keriput
  • Badan cukup besar dan perut luas
  • Jarak tulang dada dengan tulang belakang kurang lebih 4 jari orang dewasa

Perkandangan

Keberadaan sangkar sangat diharapkan sebagai tempat bernaung/berteduh, beristirahat, bertelur dan seluruh acara hidupnya. Persyaratan sangkar :
  • Lokasi lebih tinggi dari tanah sekitarnya
  • Terpisah dari rumah dengan jarak minimal 15 m
  • Lantai sangkar dibentuk lebih tinggi minimal 50 cm dari sekitarnya
  • Lingkungan sangkar selalu kering dan higienis serta jauh dari tempat pembuangan limbah
  • Kandang dibentuk dari materi gampang dibersihkan dan berasal dari lokasi setempat
  • Pertukaran udara baik dari sinar matahari cukup
  • Kandang dilengkapi dengan peralatan tempat bertengger.

Bentuk Atau Jenis Kandang

Kandang Baterai yaitu khusus untuk memelihara ayam petelur, dengan ukuran perkotak/1 ekor induk :
  • Panjang 35 cm
  • Lebar : 20 cm - Tinggi : 40 cm
Kandang Postal : Berbentuk bangunan dengan ukuran :
  • Anak : 25-28 ekor/m2
  • Dara : 16 ekor/m2
  • Dewasa : 6 ekor/m2
Kandang Berpagar/Jaringan : Merupakan sangkar sederhana dengan halaman tempat ayam dilepas, dikelilingi/dipagar dengan jaringan dari plastik atau bekas jala ikan. Tinggi 2,5 - 3 m, luas halaman diadaptasi dengan kebutuhan.

Referensi : Search Google

Sumber http://blogternakayam.blogspot.com

Tips Memelihara Ayam Kampung