Gobekasi Apendisitis Akut
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Apendisitis Akut

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Masalah Kesehatan
Apendisitis akut yakni radang yang timbul secara mendadak pada apendik, merupakan salah satu masalah akut abdomen yang paling sering ditemui, dan jikalau tidak ditangani segera sanggup mengakibatkan perforasi

Penyebab :
a. Obstruksi lumen merupakan faktor penyebab lebih banyak didominasi apendisitis akut
b. Erosi  mukosa usus sebab benalu Entamoeba hystolitica dan benda ajaib lainnya.

Anamnesis
Keluhan
Nyeri perut kanan bawah, mula-mula kawasan epigastrium kemudian menjalar ke Mc Burney.
Apa bila telah terjadi inflamasi (>6 jam) penderita sanggup memperlihatkan letak nyeri, sebab bersifat somatik.

Gejala Klinis:
a. Muntah (rangsangan viseral) jawaban aktivasi n.vagus.
b. Anoreksia, nausea dan vomitus yang timbul beberapa jam sesudahnya, merupakan kelanjutan dari rasa nyeri yang timbul ketika permulaan.
c. Disuria juga timbul apabila peradangan apendiks akrab dengan vesika urinaria.
d. Obstipasi sebelum datangnya rasa nyeri dan beberapa penderita mengalami diare, timbul biasanya pada letak apendiks pelvikal yang merangsang kawasan rektum.
e. Gejala lain yakni demam yang tidak terlalu tinggi, yaitu suhu antara 37,5C - 38,5C tetapi bila suhu lebih tinggi, diduga telah terjadi perforasi.
f. Variasi lokasi anatomi apendiks akan menjelaskan keluhan nyeri somatik yang beragam. Sebagai pola apendiks yang panjang dengan ujung yang mengalami inflamasi di kuadran kiri bawah akan mengakibatkan nyeri di kawasan tersebut, apendiks retrosekal akan mengakibatkan nyeri flank atau punggung, apendiks pelvikal akan mengakibatkan nyeri pada supra pubik dan apendiks retroileal sanggup mengakibatkan nyeri testikuler, mungkin sebab iritasi pada arteri spermatika dan ureter.

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Penderita berjalan membungkuk sambil memegangi perutnya yang sakit,
kembung (+) bila terjadi perforasi,
penonjolan perut kanan bawah terlihat pada appendikuler abses.

Palpasi
a. Terdapat nyeri tekan Mc.Burney
b. Adanya rebound tenderness (nyeri lepas tekan)
c. Adanya defens muscular.
d. Rovsing sign positif
e. Psoas sign positif
f. Obturator Sign positif

Perkusi
Nyeri ketok (+)

Auskultasi
Peristaltik normal,
peristaltik (-) pada illeus paralitik sebab peritonitis generalisata jawaban appendisitis perforata.
Auskultasi tidak banyak membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis, tetapi kalau sudah terjadi peritonitis maka tidak terdengar suara peristaltik usus.

Rectal Toucher / Colok dubur
Nyeri tekan pada jam 9-12

Tanda Peritonitis umum (perforasi) :
a. Nyeri seluruh abdomen
b. Pekak hati hilang
c. Bising usus hilang

Apendiks yang mengalami gangren atau perforasi lebih sering terjadi dengan gejala-gejala sebagai berikut:
a. Gejala progresif dengan durasi lebih dari 36 jam
b. Demam tinggi lebih dari 38,5C
c. Lekositosis (AL lebih dari 14.000)
d. Dehidrasi dan asidosis
e. Distensi
f. Menghilangnya bising usus
g. Nyeri tekan kuadran kanan bawah
h. Rebound tenderness sign
i. Rovsing sign
j. Nyeri tekan seluruh lapangan abdominal

Pemeriksaan Penunjang:
a. Laboratorium darah perifer lengkap
1. Pada pasien dengan apendisitis akut, 70-90% hasil laboratorium nilai leukosit dan neutrofil akan meningkat, walaupun bukan penanda utama.
2. Pada anak dengan keluhan dan investigasi fisik untuk karakteristik apendisitis akut, akan ditemukan pada investigasi darah adanya lekositosis 11.000-14.000/mm3, dengan investigasi hitung jenis memperlihatkan pergeseran kekiri hampir 75%.
3. Jika jumlah lekosit lebih dari 18.000/mm3 maka umumnya sudah terjadi perforasi dan peritonitis.
4. Penanda respon inflamasi akut (acute phase response) dengan memakai CRP? Adakah di puskesms?
5. Pemeriksaan urinalisa sanggup dipakai sebagai konfirmasi dan menyingkirkan kelainan urologi yang mengakibatkan nyeri abdomen.
6. Pertimbangkan adanya kehamilan ektopik pada perempuan usia subur, dan lakukan pengukuran kadar HCG yakin tidak ada di puskesmas.

b. Foto Polos abdomen
1. Pada apendisitis akut, investigasi foto polos abdomen tidak banyak membantu. Mungkin terlihat adanya fekalit pada abdomen sebelah kanan bawah yang sesuai dengan lokasi apendiks, citra ini ditemukan pada 20% kasus.
2. Kalau peradangan lebih luas dan membentuk infiltrat maka usus pada belahan kanan bawah akan kolaps.
3. Dinding usus edematosa, keadaan menyerupai ini akan tampak pada kawasan kanan bawah abdomen kosong dari udara.
4. Gambaran udara seolah-olah terdorong ke pihak lain.
5. Proses peradangan pada fossa iliaka kanan akan mengakibatkan kontraksi otot sehingga timbul skoliosis ke kanan.
6. Gambaran ini tampak pada penderita apendisitis akut. Bila sudah terjadi perforasi, maka pada foto abdomen tegak akan tampak udara bebas di bawah diafragma. Kadang-kadang udara begitu sedikit sehingga perlu foto khusus untuk melihatnya.
7. Foto polos abdomen supine pada infeksi appendik adakala memberi pola bercak udara dan air fluid level pada posisi berdiri/LLD (decubitus), kalsifikasi bercak rim-like (melingkar) sekitar perifer mukokel yang asalnya dari appendik.
8. Pada appendisitis akut, kuadran kanan bawah perlu diperiksa untuk mencari appendikolit: kalsifikasi lingkaran lonjong, sering berlapis.

Ultrasonografi telah banyak dipakai untuk diagnosis apendisitis akut maupun apendisitis dengan abses. Namun, Belum tentu ada di puskesmas

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Riwayat penyakit dan investigasi fisik masih merupakan dasar diagnosis apendisitis akut.

Diagnosis Banding
a. Cholecystitis akut
b. Divertikel Mackelli
c. Enteritis regional
d. Pankreatitis
e. Batu ureter
f. Cystitis
g. Kehamilan Ektopik Terganggu (KET)
h. Salphingitis akut

Komplikasi
a. Perforasi appendix
b. Peritonitis umum
c. Sepsis

Penatalaksanaan Komprehensif
Pasien yang telah terdiagnosis Appendisitis akut harus segera dirujuk ke layanan sekunder untuk dilakukan operasi cito
a. Non-farmakologis
1. Bed rest total posisi fowler (anti Trandelenburg)
2. Pasien dengan dugaan apendisitis sebaiknya tidak diberikan apapun melalui mulut.
3. Penderita perlu cairan intravena untuk mengoreksi jikalau ada dehidrasi.
4. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung dan untuk mengurangi ancaman muntah pada waktu induksi anestesi.
5. Anak memerlukan perawatan intensif sekurang-kurangnya 4-6 jam sebelum dilakukan pembedahan.
6. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung supaya mengurangi distensi abdomen dan mencegah muntah.

b. Tata Laksana Farmakologi
1. Bila diagnosis klinis sudah terang maka tindakan paling sempurna yakni apendiktomi dan merupakan satu-satunya pilihan yang terbaik.
2. Penundaan apendektomi sambil menawarkan antibiotik sanggup menimbulkan infeksi atau perforasi. Insidensi apendiks normal yang dilakukan pembedahan sekitar 20%.
3. Antibiotik spektrum luas


Komplikasi
a. Perforasi appendix
b. Peritonitis umum
c. Sepsis

Kriteria Rujukan
Pasien yang telah terdiagnosis harus dirujuk ke layanan sekunder untuk dilakukan operasi cito.

Prognosis
Prognosis pada umumnya bonam
Gobekasi Apendisitis Akut Gobekasi Apendisitis Akut
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Apendisitis Akut
Link Judul : Gobekasi Apendisitis Akut
Gobekasi Apendisitis Akut https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-apendisitis-akut.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini