Gobekasi Cardiorespiratory Arrest
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Cardiorespiratory Arrest

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Cardiorespiratory Arrest
No. ICPC II : K80 cardiac arrhytmia NOS
No. ICD X :

Tingkat Kemampuan: 3B

Masalah Kesehatan
Cardiorespiratory Arrest (CRA) yakni kondisi kegawatdaruratan karena berhentinya kegiatan jantung paru secara mendadak yang mengakibatkan kegagalan sistem sirkulasi. Hal ini disebabkan oleh malfungsi mekanik jantung paru atau elektrik jantung. Kondisi yang mendadak dan berat ini mengakibatkan kerusakan organ. Henti napas sanggup menimbulkan penurunan tekanan oksigen arteri, menyebabkan hipoksia otot jantung yang mengakibatkan henti jantung.

Henti jantung yakni konsekuensi dari kegiatan otot jantung yang tidak terkoordinasi. Dengan EKG, ditunjukkan dalam bentuk Ventricular Fibrillation (VF). Satu menit dalam keadaan persisten VF, pedoman darah koroner menurun hingga tidak ada sama sekali. Dalam 4 menit, pedoman darah katoris tidak ada sehingga menimbulkan kerusakan neurologi secara permanen.

Anamnesis
Keluhan
Pasien dibawa lantaran pingsan mendadak dengan henti jantung dan paru. Sebelumnya, sanggup ditandai dengan fase prodromal berupa nyeri dada, sesak, berdebar dan lemah (detik – 24 jam). Kemudian, pada awal kejadian, pasien mengeluh pusing dan diikuti dengan hilangnya sirkulasi dan kesadaran (henti jantung) yang sanggup terjadi segera hingga 1 jam.


Hal yang perlu ditanyakan kepada keluarga pasien yakni untuk mencari penyebab terjadinya CRA antara lain oleh: 5 H (hipovolemia, hipoksia, hidrogen ion = asidosis, hiper atau hipokalemia dan hipotermia) dan 5 T (tension pneumothorax, tamponade, tablet = overdosis obat, trombosis koroner, dan thrombosis pulmoner), tersedak, tenggelam, gagal jantung akut, emboli paru, atau keracunan karbon monoksida.

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Fisik
Pada investigasi tanda vital ditemukan: pasien tidak sadar, tidak ada nafas, tidak teraba nafas, tidak teraba denyut nadi di arteri-arteri besar (karotis dan femoralis).

Pemeriksaan Penunjang
EKG : Gambaran EKG biasanya menawarkan citra VF (Ventricular Fibrillation). Selain itu sanggup pula terjadi asistol, yang survival rate-nya lebih rendah daripada VF.

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan menurut investigasi fisik. Anamnesis berguna untuk mengidentifikasi penyebabnya.

Komplikasi
Konsekuensi dari kondisi ini yakni hipoksia ensefalopati, kerusakan neurologi permanen dan kematian.

Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
Melakukan resusitasi jantung paru pada pasien.

Pemeriksaan Penunjang Lanjutan
Pemeriksaan darah rutin dan kimia darah

Konseling dan Edukasi
a. Memberitahu keluarga mengenai kondisi pasien dan tindak lanjut dari tindakan yang telah dilakukan, serta meminta keluarga untuk tetap tenang dan tabah menemani pasien pada kondisi tersebut.
b. Memberitahu keluarga untuk melaksanakan teladan hidup sehat seperti mengurangi konsumsi makanan berlemak, menghentikan konsumsi rokok dan alkohol, menjaga berat tubuh ideal, mengatur teladan makan, melakukan olah raga ringan secara teratur.

Rencana Tindak Lanjut
Monitor selalu kondisi pasien hingga dirujuk ke spesialis.

Kriteria rujukan
Pasien dirujuk ke seorang andal menurut kemungkinan penyebab (SpPD, SpJP atau SpB, dan seterusnya) untuk tatalaksana lebih lanjut.

Prognosis
Prognosis umumnya dubia ad malam, tergantung pada waktu dilakukannya penanganan medis.
Gobekasi Cardiorespiratory Arrest Gobekasi Cardiorespiratory Arrest
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Cardiorespiratory Arrest
Link Judul : Gobekasi Cardiorespiratory Arrest
Gobekasi Cardiorespiratory Arrest https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-cardiorespiratory-arrest.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini