Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Overdosis Obat Paracetamol
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Overdosis Obat Paracetamol

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

diagnosis dan tatalaksana overdosis obat paracetamol – Keracunan parasetamol sanggup terjadi alasannya percobaan bunuh diri atau pemakaian spontan dan berlebihan untuk mengurangi sakit, atau penggunaan takaran berlebihan dalam jangka yang panjang.
 diagnosis dan tatalaksana overdosis obat paracetamol  gobekasi Diagnosis dan Tatalaksana Overdosis Obat Paracetamol
obat parasetamol

Sebagian besar parasetamol dimetabolisme secara konjugasi, namun sebagian kecil dimetabolisme oleh enzim sitokrom P-450. Salah satu metabolit parasetamol oleh cytochrome P.450 ialah NAPQI (N-asetil paraquinomimin) yang bersifat radikal. Dalam kondisi normal NAPQI dinetralisir oleh glutation dalam hati. Pada takaran toksik, sanggup terjadi kerusakan sel-sel hati.

Overdosis akut sanggup terjadi pada takaran diatas 200 mg / kgBB pada belum dewasa dan 6-7 gram pada dewasa. Keracunan kronik sanggup terjadi sehabis pemakaian takaran berlebihan selama beberapa hari. Gejala keracunan parasetamol lebih gampang terjadi pada seorang alkoholik berat.

Diagnosis Klinis dari Overdosis Obat Parasetamol !


Gejala awal biasanya berupa mual, anoreksia, kadang kala tejadi gangguan mental. Kerusakan hati akut sanggup terjadi dalam 24-48 jam berupa peningkatan kadar SGOT / SGPT.

Ensefalopati, asidosis metabolik dan reformasi PT / INR merupakan indikator klinis menjadi semakin buruk. Gagal hati fulminan sanggup terjadi, bahkan sanggup berujung pada kematian. Kadang-kadang sanggup terjadi gagal ginjal.

Diagnosis berlebihan parasetamol ditegakkan jikalau ada riwayat konsumsi paracetamol berlebihan, yang sanggup dikonfirmasi dengan investigasi kadar parasetamol. Harga beracun ditentukan oleh harga obat dalam darah dan waktu pengambilan sampel, dan sanggup dilihat dalam nomogram. Enzim hati dan PT / INR harus dipantau secara serial.

Tatalaksana dari Overdosis Obat Parasetamol


1. Terapi Non-farmakologik Overdosis Parasetamol

Activated charcoal sanggup mengurangi perembesan parasetamol, namun tidak bermanfaat sehabis 3-4 jam. Terapi pertolongan harus diberikan untuk mengatasi gejolak.

Parasetamol sanggup dihilangkan dengan hemodialisis, namun cara ini jarang dipakai alasannya N-asetil sistein cukup efektif.

2. Terapi Farmakologik Overdosis Parasetamol

N -asetil sistein (NAC) merupakan antidot khusus untuk keracunan parasetamol yang merupakan donor SH untuk mengurangi glutation, hasil pengobatan akan lebih baik jikalau diberikan sebelum 8-10 jam dari minum parasetamol. Tapi NAC tetap sanggup diberikan meskipun kejadian keracunan sudah melebihi 24 jam.

Dosis oral : 140 mg / kg larutan 10% (1,4 ml kg) atau 20% (0,7 ml / kg) dalam jus atau soda. Dilanjutkan degan 70 mg / kg tiap 4 jam sebanyak 5 takaran (literatur lain merekomendasikan hingga 17 dosis).

Dosis intravena : 150 mg / kg dalam 0 ml air atau Dextrose 5% diinfuskan dalam waktu 45-60 menit. Dilanjutkan dengan 50 mg / kg dalam 500 ml Dextrose 5% dalam waktu 4 jam, selanjutnya 100 mg / kg dalam 1000 ml, dalam waktu 16 jam. Pemberian terbarukan (sampai 72 jam) jikalau didapatkan bukti kasatmata peningkatan SGOT-SGPT.

Bila dokter di Instalasi Gawat Darurat mendapat pasien takaran parasetamol, sebaiknya segera lakukan tindakan tata laksana non-farmakologik dan akan merujuk ke dokter seorang mahir penyakit dalam (Sp. PD). Namun, jikalau tidak ada Sp.PD, tatalaksana dengan N-asetil sistein sanggup dilakukan.

Semoga bermanfaat bagi pembaca...simak isu kegawatdaruratan laiinya di Kegawatdaruratan
Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Overdosis Obat Paracetamol Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Overdosis Obat Paracetamol
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Overdosis Obat Paracetamol
Link Judul : Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Overdosis Obat Paracetamol
Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Overdosis Obat Paracetamol https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-diagnosis-dan-tatalaksana.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini