Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Vaginitis Di Puskesmas
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Vaginitis Di Puskesmas

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Artikel kali ini berjudul diagnosis dan tatalaksana terapi vaginitis di puskesmas atau PPK tingkat pertama lainnya. Seperti artikel lain dalam label panduan dokter layanan primer, goresan pena ini dibatasi pada ruang lingkup dokter di tingkat PPK pertama. Bahasan dan ulasan mengenai bagaimana menegakkan diagnosis klinis dan tatalaksana dari penyakit vaginitis akut pada kulit tetap ditekankan. Seperti biasanya paparan di sini mempunyai sumber peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 5 tahun 2014 perihal panduan praktik klinis bagi dokter di kemudahan pelayanan kesehatan primer.


Penjelasan Tentang Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Vaginitis

Nama Penyakit: Vaginitis
No. ICPC II : X84 Vaginitis
No. ICD X : N76.0 Acute Vaginitis (termasuk nanah vagina pada instruksi ICD X untuk puskesmas, lihat nomor 35 di sini).
Tingkat Kemampuan Dokter: 4A

Definisi dan Pengertian Penyakit Vaginitis

Penyakit vaginitis merupakan suatu peradangan pada vagina (alat kelamin luar perempuan) yang biasanya ditandai dengan adanya pruritus (gatal-gatal), keputihan,  yang ditandai dengan adanya pruritus, keputihan, disuria, dan dispareunia. Disuria yakni rasa sakit atau terbakar ketika buang air kecil, biasanya dirasakan dalam tabung yang membawa urin keluar dari kandung kemih ( uretra ) atau kawasan sekitar alat kelamin (perineum). Sementara dispareunia ialah suatu nyeri pada genital yang selalu menetap atau sering terjadi berulang-ulang ketika bekerjasama intim.

Penyakit vaginitis ini biasanya bersamaan dengan penyakit alat kelamin luar lainnya yaitu vulvitis. sehingga sering disbut dengan vulvovaginitis. Untuk pembahasan vulvitis bisa lihat di sini.

Penyebab Penyakit Vaginitis

Berikut ini yakni beberapa organisme yang sanggup mengakibatkan penyakit kulit ini, yaitu:
a. Vaginosis bakterialis
Kasus vaginitis dengan penyebab vaginosis bakterialis ini terjadi sekitar 23,6% dari seluruh vaginitis. Organisme yang biasanya menjadi penyebabnya yakni basil Gardnerella Vaginalis. Ini yakni basil anaerob yang bertanggungjawab atas terjadinya infeksi vagina yang nonspesifik.

b. Kanidia
Kasus vaginitis dengan biro penyebab kandida yakni sekitar 15 sampai 42% kasus vaginits. Ini yakni sejenis jamur yang sering mengakibatkan peradangan pada vagina perempuan hamil.

c. Trikomonas
Tikomonas yakni vaginitis yang terjadi hanya sekitar 5,1 sampai 20% dari seluruh kasus vaginitis).
.

Hasil Anamnesis Pada Vaginitis

Yang sering dikeluhkan:
Bau khususnya pada organ kewanitaan merupakan keluhan yang sering mencetuskan seorang perempuan untuk pergi berobat.

Gejala klinis:
a. Rasa gatal pada kawasan kemaluan atau di sekitar kemaluan.
b. Timbul bau tak sedap dari organ luar kewanitaan.
c. Keputihan
d. Dispareunia
e. Disuria

Faktor Risiko Penyakit Vaginitis

Berikuti ini yakni orang-orang atau faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit kulit vagintis, yaitu:
a. Orang-orang yang menggunakan AKDR
b. Orang-orang yang sedang dalam kondisi imunosupresi.
c. Adanya penyakit utama lainnya sperti diabetes mellitus.
d. Pemakaian antibiotik luas yang tidak rasional
e. Penggunaan handuk secara bersama-sama.
f. Perubahan secara hormonal (seperti kehamilan, menstruasi, penggunaan KB hormonal)
g. Kondisi obesitas.


Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana

Pemeriksaan Fisik:
Pada investigasi fisik akan dijumpai iritasi, eritema (kemerahan), atau sanggup juga edema pada potongan vagina dan vulva. Bila dilakukan investigasi dalam mungkin saja serviks (leher rahim) terlihat kemerahan (eritematous).

Pemeriksaan Penunjang:
a. Pemeriksaan mikroskopik pada sekret dan cairan vagina.
b. Pemeriksaan kadar pH (kadar asam) cairan vagina.
c. Pemeriksaan uji whiff: bernilai aktual bilamana cairan vagina menghasilkan bau anyir atau wangi jikalau dicampurkan dengan larutan KOH.

Diagnosis Klinis Pada Penyakit Vaginitis

Seperti kebanyakan penyakit, diagnosis kerja dibentuk menurut hasil anamnesis, investigasi fisik, dan juga penunjang yang sederhana. Penyakit vaginitis harus dicari penyebabnya yang sanggup dilakukan dengan evaluasi pada perbedaan tanda-tanda dan tanda-tanda dari tiap-tiap biro penyebab. Selain itu, sanggup juga dilakukan dengan menilai pribadi cairan vagin secara mikroskopik.

diagnosis dan tatalaksana terapi vaginitis gobekasi Diagnosis dan Tatalaksana Terapi Vaginitis di Puskesmas
klik untuk memperbesar

Diagnosis Banding
a. Vaginosis Bakterialis
b. Vaginosis Trikomonas
c. Vulvovaginitis Kandida


Penatalaksanaan dan Pengobatan Pada Penyakit Vaginitis

Terapi Non-farmakologis
  • Menjaga higien diri khususnya pada kawasan kewanitaan luar.
  • Menghindari penggunaan handuk bantu-membantu dan bergantian.
  • Memilih sabun untuk kawasan vagina yang sesuai. Sebaiknya menghindari penggunaan sabun yang terlalu besar lengan berkuasa yang banyak mematikan tanaman normal di vagina dan sekitarnya. Gangguan pada tanaman normal akan menggangu keseimbangan kadar pH yang berujung pada mudahnya perkembangbiakan organisme di kawasan kelamin luar perempuan.
  • Menjaga berat tubuh tetap ideal. Hal ini diperuntukkan biar kulit jarang dalam kondisi lembab. Kulit yang lembab akan memepermudah perkembangbiakan organisme penyebab di kelamin luar.


Terapi Farmakologis:
Terapi farmakologis dibedakan menjadi tiga menurut organisme penyebab penyakit, yaitu:
1. Terapi pada basil Vaginosis Bakterialis
  • Metronidazol pervagina sebanyak 2 x sehari selama 5 hari.
  • Metronidazol tablet 500 mg peroral sebanyak 2 x sehari selama 7 hari.
  • Krim topikal Klindamisin 2% pervagina dioles sebanyak 1 x sehari selama 7 hari

2. Terapi pada basil Vaginosis trikomonas
  • Metronidazol tablet sebanyak 2 g peroral (dosis tunggal).
  • Partner atau pasangan seks pasien sebaiknya juga diberikan pengobatan.

3. Terapi pada vulvovaginitis kandida
  • Flukonazol tablet sebanyak 150 mg peroral (dosis tunggal)


Konseling dan Edukasi Pada Pasien dan Keluarga

Pemberian informasi kepada pasien dan pasangan seks (suami), seputar faktor risiko dan penyebab dari penyakit ini. Upaya pencegahan yakni upaya pertama yang sanggup dilakukan. Bilaman pasien dan keluarga tahu betul perihal penyakit ini maka akan gampang untuk melaksanakan usaha-usaha untuk menghindari faktor risiko dan penyebab.

Sarana Prasarana
a. Mikroskop
b. Kaca
c. Kassa swap
d. Larutan KOH
e. Kertas lakmus

Prognosis Penyakit Vaginitis

Prognosis pada umumnya bonam
Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Vaginitis Di Puskesmas Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Vaginitis Di Puskesmas
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Vaginitis Di Puskesmas
Link Judul : Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Vaginitis Di Puskesmas
Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Vaginitis Di Puskesmas https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-diagnosis-dan-tatalaksana_62.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini