Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Penyakit Influenza
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Penyakit Influenza

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Artikel ini berjudul diagnosis dan tatalaksana terapi penyakit influenza. Dibuat untuk panduan dokter layanan primer untuk kasus-kasus penyakit influenza di puskesmas atau akomodasi kesehatan tingkat satu lainnya. Namun, bagi tenaga kesehatan dan masyarakat awam lainnya sanggup juga membacanya sebagai materi rujukan ilmu pengetahuan. Artikel ini kami kutip dari panduan dokter layanan primer IDI.

diagnosis dan tatalaksana terapi penyakit influenza gobekasi Diagnosis dan Tatalaksana Terapi Penyakit Influenza
ilustrasi virus

Masalah Kesehatan Terkait Influenza
Influenza, atau lebih sering dikenal dengan flu merupakan suatu penyakit menular yang diakibatkan oleh virus jenis RNA yaitu virus influenza A, B, dan yang lebih jarang C. Virus influenza ini secara terus-menerus mengalami perubahan (mutasi), oleh alasannya itu dalam suatu waktu sanggup menjadikan suatu wabah (pandemik) yang parah. Virus ini menyerang susukan napas bab atas dan paru-paru.

Review Singkat Tentang Penyakit Influenza

Di bawah ini akan di review wacana penyakit ini terkait tanda-tanda dan tanda, faktor risiko, hasil investigasi fisik dan penunjang, cara menegakkan diagnosis, tatalaksana dan terapi, edukasi, dan pencegahannya.

Kode Diagnosis Penyakit Influenza untuk BPJS Kesehatan

Di sini kami juga melampirkan instruksi diagnosis ICD 10 untuk penyakit influenza untuk memudahkan entri data. Bagi yang belum mengetahui kodenya silahkan kunjungi di Kode ICD 10 Penyakit Influenza

Gejala dan Tanda Penyakit Influenza dari Hasil Anamnesis

Keluhan
Keluhan yang sering timbul ialah demam (febris), bersin-bersin, batuk, nyeri pada tenggorokan, hidung meler (pilek), nyeri pada sendi dan otot, nyeri pada kepala, lemah.

Faktor Risiko Influenza

Beberapa faktor yang dianggap sanggup mengakibatkan penyakit ini, yaitu:
1. Daya tahan badan menurun
2. Kepadatan hunian dan kepadatan penduduk yang tinggi
3. Perubahan demam isu dan atau cuaca
4. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
5. Usia yang sudah lanjut

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana dari Influenza

Pemeriksaan Fisik
Tanda-tanda patognomonis yang didapat dari investigasi fisik, yaitu:
1. Demam (febris)
2. Rinore
3. Edema pada mukosa hidung edema

Pemeriksaan penunjang
Pada kebanyakan masalah tidak diharapkan investigasi penunjang untuk menegakkan diagnosis ataupun penilaian pengobatan

Penegakan Diagnosis Penyakit Influenza di Puskesmas

Diagnosis Klinis
Untuk menegakkan diagnosis influenza memerlukan ketelitian analisis. Hal ini dikarenakan tanda-tanda dan tanda yang muncul hampir sama dengan beberapa penyakit susukan nafas lainnya.
Diagnosis influenza sanggup ditegakkan menurut 4 kriteria berikut:
1. penyakit terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung akut
2. demam
3. Adanya tanda-tanda pada susukan pernapasan menyerupai batuk, tidak ada lokasi yang khusus dari keluhan yang timbul
4. Terdapat penyakit yang sejenis di sekitar tempat tinggal penderita.

Bilamana ditemukan masalah influenza di lingkungan masyarakat, maka semua pasien dengan keluhan influenza sebaiknya didiagnosis secara klinis. Pasien diberi saran biar kembali untuk tindak lanjut bilamana keluhan yang dirasakan bertambah jelek atau tidak adanya perbaikan kurun waktu 72 jam.

Diagnosis Banding
Penyakit-penyakit yang menunjukkan tanda-tanda dan tanda yang hampir sama dengan penyakit ini yaitu penyakit susukan nafas lainnya, yaitu faringitis, tonsilitis, dan laringitis

Komplikasi yang Mungkin Timbul Pada Influenza

Penanganan yang tidak sempurna sanggup mengakibatkan bisul sekunder oleh bakteri. Keadaan ini sanggup mencetuskan penyakit pneumonia

Tatalaksana dan Terapi Pada Penyakit Influenza

Penatalaksanaan Umum Influenza

1. Penatalaksanaan penyakit ini umumnya tanpa obat (atau disebut jugan dengan self-limited disease). Hal yang harus dilakukan ialah meningkatkan daya tahan badan dan mengurangi tanda-tanda yang timbul. Hal-hal yang sanggup dilakukan untuk membantu mengurangi tanda-tanda influenza yaitu beristirahat dan mengurangi porsi kegiatan, menghindari aktivias fisik berlebihan, menaikkan gizi masakan dengan masakan yang mempunyai kalori dan protein yang tinggi, serta mengkonsumsi buah dan sayuran yang kaya akan vitamin dan mineral.

2. Terapi simptomatik per oral
a. Antipiretik
Pada orang remaja sanggup diberikan parasetamol 3-4 x 500 mg/hari dan pada bawah umur sanggup diberikan dengan takaran 3-4 x 10-15 mg/ kgBB. Dapat juga diberikan ibuprofen 3-4 x 200-400 mg/hari atau pada bawah umur diberikan dengan takaran 3-4 x 5-10 mg/ kgBB.

b. Dekongestan
Pemberian dekongestan sanggup diberikan pada penderita untuk melegakan hidung yang tersumbat. Obat Pseudoefedrin sanggup diberikan dengan takaran 60 mg setiap 4-6 jam.

c. Antihistamin
Pemberian antihistamin juga sanggup diberikan untuk mengurangi reaksi alergi alasannya penyakit. Obat-obat yang sanggup diberikan menyerupai klorfeniramin 4-6 mg sebanyak 3-4 kali/hari, atau difenhidramin, 25-50 mg setiap 4-6 jam, atau loratadin atau cetirizine 10 mg takaran tunggal (pada anak loratadin 0,5 mg/ kgBB dan setirizin 0,3 mg/ kgBB).

d. Penggunaan antitusif atau ekspektoran sanggup dipertimbangkan bilamana pasien juga mengalami batuk.

Konseling dan Edukasi Pada Influenza

Edukasi
a. Edukasi utamanya diperuntukkan bagi individu dan lingkungannya. Penyebaran penyakit ini melalui udara, oleh alasannya itu lingkungan rumah sebaiknya memenuhi persyaratan rumah sehat khususnya ukuran jendela untuk pencahayaan dan ventilasi serta kepadatan hunian. Dalam pencegahan penyebaran terhadap orang-orang terdekat sebaiknya diberikan juga edukasi untuk memutuskan mata rantai penularan menyerupai penggunaan masker dan cara watak batuk.

b. Edukasi kepada keluarga dan famili terdekat juga diperlukan. Edukasi yang sanggup dilakukan yaitu edukasi wacana peningkatan higiene dan sanitasi lingkungan.

Pencegahan Penyakit Influenza

a. Imunisasi virus influenza, terutama bagi orang-orang yang berisiko tinggi.
b. Mewaspadai pasien yang gres kembali dari kawasan terserang epidemi influenza

Prognosis
Biasanya penyakit ini mempunyai prognosis bonam.

Referensi
1. Braunwald, E. Fauci, A.S. Kasper, D.L. Hauser, S.L.et al. Harrisson’s: Principle of Internal Medicine. 17thed. New York: McGraw-Hill Companies. 2009. p: 1006 - 1020.
2. WHO. Pedoman Interim WHO. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Atas yang Cenderung Menjadi Epidemi dan Pandemi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. 2007.
Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Penyakit Influenza Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Penyakit Influenza
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Penyakit Influenza
Link Judul : Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Penyakit Influenza
Gobekasi Diagnosis Dan Tatalaksana Terapi Penyakit Influenza https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-diagnosis-dan-tatalaksana_7.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini