Gobekasi Fraktur Terbuka
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Fraktur Terbuka

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Fraktur Terbuka
No. ICPC II : L76 fracture other
No. ICD X : T14. Fracture of unspecified body
Tingkat Kemampuan: 3B

Masalah Kesehatan
Fraktur yakni terputusnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis baik yang bersifat total maupun parsial. Fraktur terbuka yakni suatu fraktur dimana terjadi relasi dengan lingkungan luar melalui kulit sehingga terjadi kontaminasi basil sehingga timbul komplikasi berupa infeksi.

Anamnesis
Keluhan
  • Adanya patah tulang terbuka sehabis terjadinya trauma
  • Nyeri
  • Sulit digerakkan
  • Deformitas
  • Bengkak
  • Perubahan warna
  • Gangguan sensibilitas
  • Kelemahan otot

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang 
Pemeriksaan Fisik

a. Inspeksi (look)
Adanya luka terbuka pada kulit yang sanggup berupa bacokan tulang yang tajam keluar menembus kulit atau dari luar oleh alasannya yakni tertembus, misalnya oleh peluru atau stress berat eksklusif dengan fraktur yang
terpapar dengan dunia luar.

b. Palpasi (feel)
1. Robekan kulit yang terpapar dunia luar
2. Nyeri tekan
3. Terabanya jaringan tulang yang menonjol keluar
4. Adanya deformitas
5. Panjang anggota gerak berkurang dibandingkan sisi yang sehat

c. Gerak (move)
Umumnya tidak sanggup digerakkan

Pemeriksaan Penunjang
A. Pemeriksaan radiologi,berupa:
  1. Foto polos: Umumnya dilakukan investigasi dalam proyeksi AP dan lateral
  2. Pemeriksaan radiologi lainnya sesuai indikasi sanggup dilakukan pemeriksaan berikut, antara lain: radioisotope scanning tulang, tomografi, artrografi, CT-scan, dan MRI
B. Pemeriksaan darah rutin dan golongan darah, untuk menilai kebutuhan penambahan darah, memantau gejala infeksi.

Diagnosis
Diagnosis klinis
Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, investigasi fisik dan penunjang.

Klasifikasi
Fraktur terbuka dibagi menjadi tiga kelompok:
A. Grade I
1. Fraktur terbuka dengan luka kulit kurang dari 1 cm dan bersih
2. Kerusakan jaringan minimal, frakturnya simple atau oblique dan sedikit kominutif.

B. Grade II
1. Fraktur terbuka dengan luka robek lebih dari 1 cm, tanpa ada kerusakan jaringan lunak,
2. Flap kontusio avulsi yang luas serta fraktur kominutif sedang dan kontaminasi sedang.

C. Grade III
Fraktur terbuka segmental atau kerusakan jaringan lunak yang luas atau amputasi traumatic, derajat kontaminasi yang berat dan trauma dengan kecepatan tinggi.
Fraktur grade III dibagi menjadi tiga, yaitu:
  1. Grade IIIa : Fraktur segmental atau sangat kominutif penutupan tulang dengan jaringan lunak cukup adekuat.
  2. Grade IIIb : Trauma sangat berat atau kehilangan jaringan lunak yang cukup luas,  terkelupasnya kawasan periosteum dan tulang tampak terbuka, serta adanya kontaminasi yang cukup berat.
  3. Grade IIIc : Fraktur dengan kerusakan pembuluh darah.
Diagnosis Banding
-

Komplikasi
a. Perdarahan, syok septik hingga kematian
b. Septikemia, toksemia oleh alasannya yakni bisul piogenik
c. Tetanus
d. Gangren
e. Perdarahan sekunder
f. Osteomielitis kronik
g. Delayed union
h. Nonunion dan malunion
i. Kekakuan sendi
j. Komplikasi lain oleh alasannya yakni perawatan yang lama

Penatalaksanaan Komprehensif
Prinsip penanganan fraktur terbuka
a. Semua fraktur terbuka dikelola secara emergensi.
b. Lakukan evaluasi awal akan adanya cedera lain yang dapat mengancam jiwa.
c. Lakukan irigasi luka
d. Lakukan stabilisasi fraktur
e. Pasang cairan dan berikan antibiotika intravena yang sesuai dan adekuat contohnya setriakson dan segera rujuk ke layanan sekunder.

Penatalaksanaan
a. Pembersihan terhadap luka fraktur, dengan cara irigasi dengan NaCl fisiologis secara mekanis untuk mengeluarkan benda ajaib yang melekat.
b. Balut luka untuk menghentikan perdarahan, pada fraktur dengan tulang menonjol keluar sedapat mungkin dihindari memasukkan komponen tulang tersebut kembali ke dalam luka.
c. Fraktur dengan luka yang berat memerlukan suatu traksi skeletal. Fraktur grade II dan III sebaiknya difiksasi dengan fiksasi eksterna. Alat sederhana yang bisa dipakai dalam
d. Pemberian antibiotika: merupakan cara efektif mencegah terjadinya infeksi pada fraktur terbuka. Antibiotika yang diberikan sebaiknya dengan takaran yang besar. Untuk fraktur terbuka antibiotika yang dianjurkan yakni golongan cephalosporin, dan dikombinasi dengan golongan aminoglikosida.
e. Pencegahan tetanus: Semua penderita dengan fraktur terbuka perlu diberikan pencegahan tetanus. Pada penderita yang telah mendapat imunisasi aktif cukup dengan proteksi toksoid tapi bagi yang belum, dapat diberikan 250 unit tetanus imunoglobulin (manusia). Pasien segera dirujuk sehabis kondisi lebih stabil.

Prognosis
Prognosis quo ad fungsionam yakni dubia ad bonam, tergantung pada kecepatan dan ketepatan tindakan yang dilakukan.
Gobekasi Fraktur Terbuka Gobekasi Fraktur Terbuka
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Fraktur Terbuka
Link Judul : Gobekasi Fraktur Terbuka
Gobekasi Fraktur Terbuka https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-fraktur-terbuka.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini