Gobekasi Gastritis
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Gastritis

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Masalah Kesehatan
Gastritis yaitu proses inflamasi/ peradangan pada lapisan mukosa dan submukosa lambung sebagai prosedur perlindungan mukosa apabila terdapat akumulasi basil atau materi iritan lain. Proses inflamasi sanggup bersifat akut, kronis, difus, atau lokal.

Anamnesis
Keluhan
Pasien tiba ke dokter alasannya yaitu rasa nyeri dan panas menyerupai terbakar pada perut bab atas. Keluhan mereda atau memburuk jika diikuti dengan makan, mual, muntah dan kembung.

Faktor Risiko
a. Pola makan yang tidak baik: waktu makan terlambat, jenis makanan pedas, porsi makan yang besar.
b. Sering minum kopi dan teh.
c. Infeksi basil atau parasit.
d. Pengunaan obat analgetik dan steroid.
e. Usia lanjut.
f. Alkoholisme.
g. Stress.
h. Penyakit lainnya, seperti: penyakit refluks empedu, penyakit autoimun, HIV/AIDS, Chron disease. 

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Fisik
Patognomonis:
  • Nyeri tekan epigastrium dan bising usus meningkat.
  • Bila terjadi proses inflamasi berat, sanggup ditemukan pendarahan kanal cerna berupa hematemesis dan melena.
  • Biasanya pada pasien dengan gastritis kronis, konjungtiva tampak anemis.

Pemeriksaan Penunjang
Tidak diperlukan, kecuali pada gastritis kronis dengan melaksanakan pemeriksaan:
  • Darah rutin.
  • Untuk mengetahui nanah Helicobacter pylori: investigasi breathe test dan feses.
  • Rontgen dengan barium enema.
  • Endoskopi.

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan menurut anamnesis dan investigasi fisik. Untuk Diagnosis definitif dilakukan investigasi penunjang.

Diagnosis Banding
  • Kolesistitis
  • Kolelitiasis
  • Chron disease
  • Kanker lambung
  • Gastroenteritis
  • Limfoma
  • Ulkus peptikum
  • Sarkoidosis
  • GERD

Komplikasi
a. Pendarahan kanal cerna bab atas.
b. Ulkus peptikum.
c. Perforasi lambung.
d. Anemia.

Penatalaksanaan komprehensif
Penatalaksanaan
  • Menginformasikan kepada pasien untuk menghindari pemicu terjadinya keluhan, antara lain dengan makan sempurna waktu, makan sering dengan porsi kecil dan hindari dari makanan yang meningkatkan asam lambung atau perut kembung menyerupai kopi, the, makanan pedas dan kol.
  • Terapi diberikan per oral dengan obat, antara lain: H2 Bloker 2 x/hari (Ranitidin 150 mg/kali, Famotidin 20 mg/kali, Simetidin 400-800 mg/kali), PPI 2x/hari (Omeprazole 20 mg/kali, Lansoprazole 30 mg/kali), serta Antasida takaran 3 x 500-1000 mg/hr.

Konseling dan Edukasi
Menginformasikan pasien dan keluarga mengenai faktor risiko terjadinya gastritis.

Kriteria rujukan
  • Bila 5 hari pengobatan belum ada perbaikan.
  • Terjadi komplikasi.
  • Terjadi alarm symptoms menyerupai perdarahan, berat tubuh menurun 10% dalam 6 bulan, dan mual muntah berlebihan. 

Prognosis
Prognosis sangat tergantung pada kondisi pasien ketika datang, ada/tidaknya komplikasi, dan pengobatannya. Umumnya prognosis gastritis yaitu bonam, namun sanggup terjadi berulang jika teladan hidup tidak berubah.
Gobekasi Gastritis Gobekasi Gastritis
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Gastritis
Link Judul : Gobekasi Gastritis
Gobekasi Gastritis https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-gastritis.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini