Gobekasi Gigitan Ular Berbisa (Bagian Ke-2)
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Gigitan Ular Berbisa (Bagian Ke-2)

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Artikel ilmiah kali ini yaitu kelanjutan dari gigitan ular berbisa bagian pertama. Setelah sebelumnya membahas wacana definisi, ciri - ciri, patofisiologi, gejala, diagnosa gigitan ular berbisa maka pada gigitan ular berbisa pecahan ke-2 ini akan dibahas wacana cara penanganan dan pengobatan, komplikasi, dan prognosis gigitan ular berbisa. Silahkan disimak baik-baik!

Penatalaksanaan Keracunan Akibat Gigitan Ular Berbisa

Langkah-langkah yang diikuti pada penatalaksanaan gigitan ular adalah:
Pertolongan pertama harus dilaksanakan secepatnya sehabis terjadi gigitan ular sebelum korban dibawa ke rumah sakit. Semua masalah gigitan ular harus dianggap sebagai masalah emergensi. Tujuan pertolongan pertama yaitu untuk menghambat perembesan bisa, mempertahankan hidup korban dan menghindari komplikasi sebelum mendapat perawatan medis di rumah sakit serta mengawasi tanda-tanda dini yang membahayakan.

Langkah-langkah pertolongan yang dilakukan yaitu menenangkan korban yang cemas, immobilisasi pecahan badan yang tergigit dengan cara mengikat atau menyangga dengan kayu semoga tidak terjadi kontraksi otot alasannya yaitu pergerakan sanggup meningkatkan perembesan sanggup ke dalam ajaran darah dan getah bening. Dipertimbangkan pressure-immobilisation pada gigitan Elapidae. Menghindari gangguan terhadap luka gigitan alasannya yaitu sanggup meningkatkan perembesan sanggup dan menjadikan pendarahan lokal.

Membuat cross incision di lokasi gigitan dan pengisapan di kawasan gigitan darah sanggup juga dilakukan. Cross incision yang dilakukan tiga menit sehabis gigitan sanggup membuang sembilan puluh persen bisa. Jika dilakukan lima belas hingga tiga puluh menit sehabis gigitan sanggup membuang lima puluh persen bisa. Bila dilakukan satu jam sehabis gigitan sanggup membuang hanya satu persen bisa. Namun, tindakan ini masih kontroversi alasannya yaitu dinilai kurang bermanfaat. Korban harus segera dibawa ke rumah sakit dengan cara yang kondusif dan nyaman. Hindari pergerakan atau kontraksi otot untuk menghindari perembesan bisa.

Pertolongan selanjutnya yang sanggup dilakukan di rumah sakit meliputi:
  1. pembersihan pecahan yang terluka dengan cairan faal atau air steril.
  2. untuk efek lokal dianjurkan immobilisasi memakai perban. Bungkus rapat dengan perban, tetapi ikatan jangan terlalu kencang semoga ajaran darah tidak terganggu. Penggunaan torniket tidak dianjurkan alasannya yaitu sanggup mengganggu ajaran darah dan pelepasan torniket sanggup mengakibatkan efek sistemik yang lebih berat.
  3. pemberian tindakan pendukung berupa stabilisasi yang mencakup penatalaksanaan jalan nafas dan sirkulasi.
  4. pemberian suntikan antitetanus. 
  5. pemberian suntikan penisilin kristal sebanyak 2 juta unit secara intramuskular.
  6. pemberian analgesik untuk menghilangkan nyeri.
  7. pemberian sedasi untuk menghilangkan kepanikan yang memicu kontraksi otot.
  8. pemberian serum antibisa. 

Serum Anti Bisa Ular
Gunannya untuk pengobatan terhadap gigitan ular berbisa. Serum anti sanggup ular merupakan serum polivalen yang dimurnikan dan dipekatkan, berasal dari plasma kuda yang dikebalkan terhadap sanggup ular yang memiliki efek neurotoksik dan hematotoksik, yang kebanyakan ada di Indonesia.

Dosis pertama sebanyak 2 vial @5 ml sebagai larutan 2% dalam NaCl sanggup diberikan sebagai infus dengan kecepatan 40-80 tetes per menit, kemudian diulang setiap 6 jam. Apabila dibutuhkan (misalnya gejala-gejala tidak berkurang atau bertambah) antiserum sanggup diberikan setiap 24 jam hingga maksimal (80-100 ml). Antiserum yang tidak diencerkan sanggup diberikan pribadi sebagai suntikan intravena dengan sangat perlahan-lahan. Penderita harus diamati selama 24 jam. Pada masalah perburukan yang berlangsung cepat, dosisi awal sanggup diulangi sehabis 1-2 jam dan dipertimbangkan perawatan pendukung

Indikasi Pemberian Serum Anti Bisa Ular (SABU)
Pemberian anti sanggup ular sanggup memakai pedoman dari Parrish, ibarat tabel di bawah ini:
 Artikel ilmiah kali ini yaitu kelanjutan dari  gobekasi Gigitan Ular Berbisa (Bagian Ke-2)
 Artikel ilmiah kali ini yaitu kelanjutan dari  gobekasi Gigitan Ular Berbisa (Bagian Ke-2)


Pedoman terapi SABU mengacu pada Schwartz dan Way, yaitu:
  • Derajat 0 dan I tidak dibutuhkan SABU, dilakukan penilaian dalam 12 jam, kalau derajat meningkat maka diberikan SABU,
  • Derajat II: 3-4 vial SABU,
  • Derajat III: 5-15 vial SABU, dan
  • Derajat IV: berikan penambahan 6-8 vial SABU.

Pemeriksaan Penunjang Gigitan Ular Berbisa

Dalam observasi sanggup dilakukan investigasi penunjang berupa investigasi laboratorium (penghitungan jumlah sel darah, pro trombine time dan activated partial tromboplastin time, kimia darah, urinalisis, dan analisis gas darah), investigasi radiologis (foto thoraks untuk pasien dengan edema paru), dan investigasi tekanan kompartemen.

Komplikasi Gigitan Ular Berbisa

Sindrom kompartemen yaitu komplikasi tersering dari gigitan ular pit viper. Komplikasi luka lokal sanggup mencakup abuh dan hilangnya kulit. Komplikasi kardiovaskuler, komplikasi hematologis, dan kolaps paru sanggup terjadi.

Anak-anak memiliki resiko lebih tinggi untuk terjadinya maut atau komplikasi serius alasannya yaitu ukuran badan mereka yang lebih kecil. Perpanjangan blokade neuromuskuler timbul dari envenomasi ularkoral. Komplikasi yang terkait dengan antivenin juga sanggup terjadi. Kematian umumnya terjadi pada masalah tanpa intervensi farmakologis.

Prognosis Gigitan Ular Berbisa

Prognosis ditentukan oleh jenis ular yang menggigit dan lamanya penanganan terhadap gigitan ular.


sumber:
SMF Bedah RSUD DR. R.M. Djoelham Binjai. 2000. Gigitan Hewan. Available from : www.scribd.com/doc/81272637/Gigitan-Hewan
WHO. 2005. Guidelines for The Clinical Management of Snake Bite in The South East Asia Region.
Sentra Informasi Keracunan Nasional Badan POM, 2012. Penatalaksanaan Keracunan Akibat Gigitan Ular Berbisa. Available from : www.pom.id (diakses pada Maret 2014).

Simak kasus-kasus gawat darurat kesehatan lainnya di Kegawatdaruratan.
Gobekasi Gigitan Ular Berbisa (Bagian Ke-2) Gobekasi Gigitan Ular Berbisa (Bagian Ke-2)
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Gigitan Ular Berbisa (Bagian Ke-2)
Link Judul : Gobekasi Gigitan Ular Berbisa (Bagian Ke-2)
Gobekasi Gigitan Ular Berbisa (Bagian Ke-2) https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-gigitan-ular-berbisa-bagian-ke.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini