Gobekasi Glaukoma Akut
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Glaukoma Akut

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Glaukoma Akut
No. ICPC II : F93 Glaucoma
No. ICD X : H40.2 Primary angle-closure glaucoma
Tingkat Kemampuan: 4A

Masalah Kesehatan
Glaukoma yaitu penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia sesudah katarak. Kebutaan sebab glaukoma tidak bisa disembuhkan, tetapi pada kebanyakan kasus glaukoma sanggup dikendalikan. Umumnya penderita glaukoma telah berusia lanjut, terutama bagi yang mempunyai risiko. Hampir separuh penderita glaukoma tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit tersebut.

Anamnesis
Keluhan
Pasien tiba dengan keluhan yang bervariasi dan berbeda tergantung jenis glaukoma. Gejala pada glaukoma kronik (sudut terbuka primer) adalah kehilangan lapang pandang perifer secara sedikit demi sedikit pada kedua mata. Pasien sering tiba pada kondisi yang telah lanjut. Gejala pada glaukoma akut (sudut tertutup) yaitu rasa sakit atau nyeri pada mata, mual dan muntah (pada nyeri mata yang parah), penurunan visus mendadak, mata merah dan berair.

Faktor Risiko
a. Glaukoma akut : bilik mata depan dangkal
b. Glaukoma kronik :
1. Primer : usia di atas 40 tahun dengan riwayat keluarga glaukoma.
2. Sekunder :
  • Penyakit sistemik ibarat Diabetes Melitus.
  • Pemakaian tetes mata steroid secara rutin.
  • Riwayat trauma pada mata
Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Glaukoma yaitu penyakit mata yang ditandai oleh trias glaukoma, terdiri dari:
  1. Peningkatan tekanan intraokular.
  2. Perubahan patologis pada diskus optikus.
  3. Defek lapang pandang yang khas.
Pemeriksaan Fisik Oftalmologis
Pada glaukoma akut:
  1. Visus menurun.
  2. Tekanan Intra Okular meningkat.
  3. Konjungtiva bulbi: hiperemia kongesti, kemosis dengan injeksi silier, injeksi konjungtiva.
  4. Edema kornea.
  5. Bilik mata depan dangkal.
  6. Pupil mid-dilatasi, refleks pupil negatif.
Pada glaukoma kronik
  1. Biasanya terjadi visus sanggup normal.
  2. Lapang pandang menyempit sanggup diperiksa dengan tes konfrontasi.
  3. Tekanan Intra Okular meningkat (>21 mmHg).
  4. Pada funduskopi, C/D rasio meningkat (N=0.3).
Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan pada pelayanan primer.

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Penegakan diagnosis dilakukan menurut anamnesis dan investigasi fisik oftalmologis.
Glaukoma kronik
Penegakan diagnosis dilakukan menurut tanda dan tanda-tanda trias glaukoma.

Tabel Klasifikasi Glaukoma menurut Etiologi

Glaukoma yaitu penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia sesudah katarak gobekasi Glaukoma Akut
Glaukoma Berdasarkan Etiologi


Diagnosis Banding
Glaukoma akut:
  1. Uveitis anterior
  2. Keratitis
  3. Ulkus kornea
Glaukoma kronis:
  1. Katarak
  2. Kelainan refraksi
  3. Retinopati diabetes/hipertensi
  4. Retinitis pigmentosa
Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
a. Pasien dilarang minum sekaligus banyak, sebab sanggup menaikkan tekanan
b. Glaukoma akut:
  1. Pertolongan pertama yaitu menurunkan tekanan intraocular secepatnya dengan memperlihatkan serentak obat-obatan yang terdiri dari:
  2. Asetasolamid Hcl 500 mg, dilanjutkan 4 x 250 mg/hari.
  3. KCl 0.5 gr 3 x/hari.
  4. Timolol 0.5%, 2 x 1 tetes/hari.
  5. Tetes mata kombinasi kortikosteroid + antibiotik 4-6 x 1 tetes sehari.
  6. Terapi simptomatik.
Rujuk segera ke dokter seorang mahir mata/pelayanan kesehatan tingkat sekunder/tersier sesudah diberikan tunjangan pertama tersebut. Pemeriksaan penunjang lanjutan dilakukan pada pelayanan sekunder/tersier.

Kriteria rujukan
Pada glaukoma akut, sesudah dilakukan penanganan pertama.
Pada glaukoma kronik, dilakukan segera sesudah penegakan diagnosis.

Sarana Prasarana
a. Snellen chart
b. Tonometri Schiotz
c. Oftalmoskopi

Prognosis
Quo ad vitam umumnya bonam, sedangkan quo ad fungsionam dan sanationamnya dubia ad malam, tergantung dari ada tidaknya penyakit penyerta serta pengobatan lanjutannya.
Gobekasi Glaukoma Akut Gobekasi Glaukoma Akut
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Glaukoma Akut
Link Judul : Gobekasi Glaukoma Akut
Gobekasi Glaukoma Akut https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-glaukoma-akut.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini