Gobekasi Hemoroid
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Hemoroid

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Hemoroid Grade 1-2
No. ICPC II : D95 Anal fissure/perianal abscess
No. ICD X :
Tingkat Kemampuan: 4A

Masalah Kesehatan
Hemoroid yaitu pelebaran vena-vena didalam pleksus hemoroidalis.

Anamnesis
Keluhan
a. Perdarahan pada waktu defekasi, darah berwarna merah segar. Darah dapat menetes keluar dari anus beberapa dikala setelah defekasi.
b. Prolaps suatu massa pada waktu defekasi. Massa ini mula-mula dapat kembali impulsif sehabis defekasi, tetapi kemudian harus dimasukkan secara manual dan alhasil tidak sanggup dimasukkan lagi.
c. Pengeluaran lendir.
d. Iritasi didaerah kulit perianal.
e. Gejala-gejela anemia (seperti : pusing, lemah, pucat,dll).

Faktor Risiko
a. Penuaan
b. Lemahnya dinding pembuluh darah
c. Wanita hamil
d. Konstipasi

e. Konsumsi makanan rendah serat
f. Peningkatan tekanan intraabdomen
g. Batuk kronik
h. Sering mengedan
i. Penggunaan toilet yang berlama-lama (misal : duduk dalam waktu yang lama di toilet).

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Fisik
a. Periksa tanda-tanda anemia.
b. Pemeriksaan status lokalis
1. Inspeksi:
  • Hemoroid derajat 1, biasanya tidak menunjukkan adanya suatu kelainan diregio anal yang sanggup dideteksi dengan inspeksi saja.
  • Hemoroid derajat 2, tidak terdapat benjolan mukosa yang keluar melalui anus, akan tetapi pecahan hemoroid yang tertutup kulit dapat terlihat sebagai pembengkakan.
  • Hemoroid derajat 3 dan 4 yang besar akan segera sanggup dikenali dengan adanya massa yang menonjol dari lubang anus yang bagian luarnya ditutupi kulit dan pecahan dalamnya oleh mukosa yang berwarna keunguan atau merah.

2. Palpasi:
  • Hemoroid interna pada stadium awal merupaka pelebaran vena yang lunak dan gampang kolaps sehingga tidak sanggup dideteksi dengan palpasi.
  • Setelah hemoroid berlangsung usang dan telah prolaps, jaringan ikat mukosa mengalami fibrosis sehingga hemoroid sanggup diraba ketika jari tangan meraba sekitar rektum pecahan bawah.

Pemeriksaan Penunjang
a. Anoskopi, untuk menilai hemoroid interna yang tidak menonjol keluar.
b. Proktosigmoidoskopi, untuk memastikan bahwa keluhan bukan disebabkan oleh proses radang atau proses keganasan di tingkat tinggi
e. Pemeriksaan darah rutin, bertujuan untuk mengetahui adanya anemia dan infeksi.

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan menurut anamnesis, investigasi fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Klasifikasi hemoroid, dibagi menjadi :
a. Hemoroid internal, yang berasal dari pecahan proksimal dentate line dan dilapisi mukosa
Hemoroid internal dibagi menjadi 4 grade, yaitu :
  1. Grade 1 : hemoroid mencapai lumen anal kanal
  2. Grade 2 : hemoroid mencapai sfingter eksternal dan tampak pada saat investigasi tetapi sanggup masuk kembali secara spontan.
  3. Grade 3 : hemoroid telah keluar dari anal canal dan hanya dapat masuk kembali secara manual oleh pasien.
  4. Grade 4 : hemoroid selalu keluar dan tidak sanggup masuk ke anal kanal meski dimasukkan secara manual

b. Hemoroid eksternal, berasal dari pecahan dentate line dan dilapisi oleh epitel mukosa yang telah termodifikasi serta banyak persarafan serabut saraf nyeri somatik.

Diagnosis Banding
a. Kondiloma Akuminata
b. Proktitis
c. Rektal prolaps

Komplikasi : -

Rencana Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan Hemoroid Internal:
a. Hemoroid grade 1
Dilakukan terapi konservatif medis dan menghindari obat-obat antiinflamasi non-steroid, serta makanan pedas atau berlemak.
b. Hemoroid grade 2 dan 3
Pada awalnya diobati dengan mekanisme pembedahan.
c. Hemoroid grade 3 dan 4 dengan tanda-tanda sangat jelas
Penatalaksaan terbaik yaitu tindakan pembedahan hemorrhoidectomy.
d. Hemoroid grade 4
Hemoroid grade 4 atau dengan jaringan inkarserata membutuhkan konsultasi dan penatalaksanaan bedah yang cepat.
Penatalaksanaan grade 2-3-4 harus dirujuk ke dokter seorang jago bedah.

Penatalaksanaan hemorrhoid eksternal
Hemoroid eksternal umumnya merespon baik dengan melakukkan eksisi. Tindakan ini hanya sanggup dilakukan oleh dokter seorang jago bedah. Hal lain yang sanggup dilakukan yaitu mengurangi rasa nyeri dan konstipasi pada pasien hemoroid.

Konseling dan Edukasi:
Melakukan edukasi kepada pasien sebagai upaya pencegahan hemoroid.
Pencegahan hemoroid sanggup dilakukan dengan cara:
a. Konsumsi serat 25-30 gram perhari. Hal ini bertujuan untuk menciptakan feses menjadi lebih lembek dan besar, sehingga mengurangi proses mengedan dan tekanan pada vena anus.
b. Minum air sebanyak 6-8 gelas sehari.
c. Mengubah kebiasaan buang air besar. Segerakan ke kamar mandi saat merasa akan buang air besar, janga ditahan lantaran akan memperkeras feses. Hindari mengedan.

Prognosis
Prognosis pada umumnya bonam

Gobekasi Hemoroid Gobekasi Hemoroid
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Hemoroid
Link Judul : Gobekasi Hemoroid
Gobekasi Hemoroid https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-hemoroid.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini