Gobekasi Hepatitis B
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Hepatitis B

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

No. ICPC II : D72 Viral Hepatitis
No. ICD X :
Tingkat Kemampuan: 3A

Masalah Kesehatan
Hepatitis B yakni virus yang menyerang hati, masuk melalui darah ataupun cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi menyerupai halnya virus HIV. Virus ini tersebar luas di seluruh dunia dengan angka bencana yang berbeda-beda. Tingkat prevalensi hepatitis B di Indonesia sangat bervariasi berkisar 2,5% di Banjarmasin hingga 25,61% di Kupang, sehingga termasuk dalam kelompok negara dengan endemisitas sedang hingga tinggi.

Infeksi hepatitis B sanggup berupa keadaan yang akut dengan tanda-tanda yang berlangsung kurang dari 6 bulan. Apabila perjalanan penyakit berlangsung lebih dari 6 bulan maka kita sebut sebagai hepatitis kronik (5%). Hepatitis B kronik sanggup bermetamorfosis penyakit hati kronik yaitu sirosis hepatis,
10% dari penderita sirosis hepatis akan bermetamorfosis kanker hati (hepatoma).

Anamnesis
Keluhan
a. Umumnya tidak menimbulkan tanda-tanda terutama pada anak-anak.
b. Gejala gres timbul apabila seseorang telah terinfeksi selama 6 minggu,
antara lain:
  1. gangguan gastrointestinal, menyerupai : malaise, anoreksia, mual dan muntah;
  2. gejala flu : batuk, fotofobia, sakit kepala, mialgia.

c. Gejala prodromal menyerupai diatas akan menghilang pada dikala timbul kuning, tetapi keluhan anoreksia, malaise, dan kelemahan dapat menetap.
d. Ikterus didahului dengan kemunculan urin berwarna gelap. Pruritus (biasanya ringan dan sementara) sanggup timbul ketika ikterus meningkat. Pada dikala tubuh kuning, biasanya diikuti oleh pembesaran hati yang diikuti oleh rasa sakit jikalau ditekan di serpihan perut kanan atas. Setelah gejala tersebut akan timbul fase resolusi.
e. Pada sebagian kasus hepatitis B kronik terdapat pembesaran hati dan limpa.

Faktor Risiko
Setiap orang tidak tergantung kepada umur, ras, kebangsaan, jenis kelamin dapat terinfeksi hepatitis B, akan tetapi faktor risiko terbesar yakni apabila:
a. Mempunyai korelasi kelamin yang tidak kondusif dengan orang yang sudah terinfeksi hepatitis B.
b. Memakai jarum suntik secara bergantian terutama kepada penyalahgunaan obat suntik.
c. Menggunakan alat-alat yang biasa melukai bahu-membahu dengan penderita hepatitis B.
d. Orang yang bekerja pada tempat-tempat yang terpapar dengan darah manusia.
e. Orang yang pernah menerima transfusi darah sebelum dilakukan pemilahan terhadap donor.
f. Penderita gagal ginjal yang menjalani hemodialisis.
g. Anak yang dilahirkan oleh ibu yang menderita hepatitis B.

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana
Pemeriksaan Fisik
a. Konjungtiva ikterus
b. pembesaran dan sedikit nyeri tekan pada hati,
c. Splenomegali dan limfadenopati pada 15-20% pasien.

Pemeriksaan Penunjang
a. Tes laboratorium urin (bilirubin di dalam urin)
b. Pemeriksaan darah : peningkatan kadar bilirubin dalam darah, kadar SGOT dan SGPT ≥ 2x nilai normal tertinggi, dilakukan pada fasilitas primer yang lebih lengkap.

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan menurut anamnesis, investigasi fisik, dan pemeriksaan penunjang.

Diagnosis Banding
a. Perlemakan hati
b. Penyakit hati oleh sebab obat atau toksin
c. Hepatitis autoimun
d. Hepatitis alkoholik
e. Obstruksi akut traktus biliaris

Komplikasi
a. Sirosis Hati
b. Ensefalopati Hepatik
c. Kanker Hati.

Rencana Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
a. Asupan kalori dan cairan yang adekuat
b. Tirah baring
c. Tata laksana Farmakologi sesuai dengan tanda-tanda yang dirasakan oleh pasien
d. Antipiretik jikalau demam; Paracetamol 500 mg (3-4x sehari)
e. Apabila ada keluhan gastrointestinal seperti:
1. Mual : Antiemetik menyerupai Metoklopropamid 3x10 mg/hari atau Domperidon 3x10mg/hari
2. Perut perih dan kembung : H2 Blocker (Simetidin 3x200 mg/hari atau Ranitidin 2x 150mg/hari) atau Proton Pump Inhibitor (Omeprazol 1 x 20 mg/hari)

Rencana Tindak Lanjut
Kontrol secara terpola terutama jikalau muncul kembali tanda-tanda kearah penyakit hepatitis.

Konseling dan Edukasi
a. Pada hepatitis B kronis sebab pengobatan cukup lama, keluarga ikut mendukung pasien semoga teratur minum obat.
b. Pada fase akut, keluarga ikut menjaga asupankaloridancairan yang adekuat, dan membatasi kegiatan fisik pasien.
c. Pencegahan penularan pada anggota keluarga dengan modifikasi pola hidup untuk pencegahan transmisi, dan imunisasi.

Kriteria Rujukan
Pasien yang telah terdiagnosis Hepatitis B dirujuk ke pelayanan sekunder (spesialis penyakit dalam)

Prognosis
Prognosis sangat tergantung pada kondisi pasien dikala datang, ada/tidaknya komplikasi, dan pengobatannya. Pada umumnya, prognosis pada hepatitis B adalah dubia, untuk fungsionam dan sanationam dubia ad malam.
Gobekasi Hepatitis B Gobekasi Hepatitis B
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Hepatitis B
Link Judul : Gobekasi Hepatitis B
Gobekasi Hepatitis B https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-hepatitis-b.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini