Gobekasi Hipertensi Esensial
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Hipertensi Esensial

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Hipertensi Esensial
No ICPC II : K86 Hypertension uncomplicated
No ICD X : I10 Essential (primary) hypertension
Tingkat Kemampuan: 4A

Masalah Kesehatan
Hipertensi yaitu kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90 mmHg. Kondisi ini sering tanpa gejala. Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol sanggup menjadikan komplikasi, menyerupai stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Anamnesis
Keluhan
Mulai dari tidak bergejala hingga dengan bergejala.
Keluhan hipertensi antara lain: sakit/ nyeri kepala, gelisah, jantung berdebar-debar, pusing, leher kaku, penglihatan kabur, dan rasa sakit di dada. Keluhan tidak spesifik antara lain tidak nyaman kepala, gampang lelah dan impotensi.

Faktor Risiko
Faktor risiko dibedakan dalam 2 kelompok, yaitu kelompok yang dapat dimodifikasi dan yang tidak sanggup dimodifikasi.
Hal yang tidak sanggup dimodifikasi yaitu umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi dan penyakit kardiovaskular dalam keluarga.
Hal yang sanggup dimodifikasi, yaitu:

  • Riwayat contoh makan (konsumsi garam berlebihan).
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Aktivitas fisik kurang.
  • Kebiasaan merokok.
  • Obesitas.
  • Dislipidemia.
  • Diabetus Melitus.
  • Psikososial dan stres.

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Fisik
Pasien tampak sehat, sanggup terlihat sakit ringan-berat. Tekanan darah meningkat (sesuai kriteria JNC VII). Nadi tidak normal. Pada pasien dengan hipertensi, wajib diperiksa status neurologis, akral, dan investigasi fisik jantungnya (JVP, batas jantung, dan rochi).

Pemeriksaan Penunjang
Urinalisis (proteinuri atau albuminuria), tes gula darah, tes kolesterol (profil lipid), ureum kreatinin, funduskopi, EKG dan foto thoraks.

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan menurut anamnesis dan investigasi fisik.

Hipertensi yaitu kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik lebih gobekasi Hipertensi Esensial
Klasifikasi Hipertensi Berdasarkan JNC
Diagnosis Banding
a. Proses akhir white coat hypertension.
b. Proses akhir obat.
c. Nyeri akhir tekanan intraserebral.
d. Ensefalitis.

Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
Peningkatan tekanan darah sanggup dikontrol dengan perubahan gaya hidup.

Hipertensi yaitu kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik lebih gobekasi Hipertensi Esensial
Modifikasi Gaya Hidup
Pemberian obat anti hipertensi merupakan pengobatan jangka panjang. Kontrol pengobatan dilakukan setiap 2 ahad atau 1 bulan untuk mengoptimalkan hasil pengobatan.
A. Hipertensi tanpa compelling indication
1. Hipertensi stage-1 sanggup diberikan diuretik (HCT 12.5-50 mg/hari, furosemid 2 x 20-80 mg/ hari), atau tunjangan penghambat ACE (captopril 2 x 25-100 mg/ hari atau enalapril 1-2 x 2,5-40 mg/ hari), penyekat reseptor beta (atenolol 25-100mg/ hari takaran tunggal), penghambat kalsium (diltiazem extended release 1x180-420 mg/hari, amlodipin 1 x 2,5-10 mg/ hari, atau nifedipin long acting 30-60
mg/ hari) atau kombinasi.
2. Hipertensi stage-2.
3. Bila sasaran terapi tidak tercapai sehabis observasi selama 2 minggu, dapat diberikan kombinasi 2 obat, biasanya golongan diuretik, tiazid dan penghambat ACE atau antagonis reseptor AII (losartan 1-2 x 25-100 mg/ hari) atau penyekat reseptor beta atau penghambat kalsium.
4. Pemilihan anti hipertensi didasarkan ada tidaknya kontraindikasi dari masing-masing antihipertensi diatas. Sebaiknya pilih obat hipertensi yang diminum sekali sehari atau maksimum 2 kali sehari.

Hipertensi yaitu kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik lebih gobekasi Hipertensi Esensial
Algoritma Tatalaksana
B. Hipertensi compelling indication
Bila sasaran tidak tercapai maka dilakukan optimalisasi takaran atau ditambahkan obat lain hingga sasaran tekanan darah tercapai (kondisi untuk merujuk ke Spesialis).

Hipertensi yaitu kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik lebih gobekasi Hipertensi Esensial
Hipertensi dengan compelling indication
C. Kondisi khusus lain
1. Obesitas dan sindrom metabolik
Lingkar pinggang pria > 90 cm atau wanita > 80 cm. Tolerasi glukosa terganggu dengan GDP ≥ 110 mg/dl, tekanan darah minimal 130/85 mmHg, trigliserida tinggi ≥150 mg/dl, kolesterol HDL rendah <40 mg/dl (laki-laki) dan <50 mg/dl (perempuan). Modifikasi gaya hidup yang intensif dengan terapi utama ACE, pilihan lain reseptor AII, penghambat calsium dan penghambat Ω.
2. Hipertrofi ventrikel kiri
Tatalaksana tekanan darah garang termasuk penurunan berat badan, restriksi asupan natrium dan terapi dengan semua kelas antihipertensi kecuali vasodilator langsung, yaitu hidralazin dan minoksidil.
3. Penyakit Arteri Perifer
Semua kelas antihipertensi, tatalaksana faktor risiko dan pemberian aspirin.
4. Lanjut Usia
Diuretik (tiazid) mulai takaran rendah 12,5 mh/hari. Obat hipertensi lain mempertimbangkan penyakit penyerta.
5. Kehamilan
Golongan metildopa, penyekat reseptor β, antagonis kalsium, vasodilator. Penghambat ACE dan antagonis reseptor AII dihentikan digunakan selama kehamilan.

Komplikasi
Hipertrofi ventrikel kiri, proteinurea dan gangguan fungsi ginjal, aterosklerosis pembuluh darah, retinopati, stroke atau TIA, infark myocard, angina pektorisserta gagal jantung.

Kriteria rujukan
a. Hipertensi dengan komplikasi.
b. Resistensi hipertensi.
c. Krisis hipertensi (hipertensi emergensi dan urgensi).

Konseling dan Edukasi
Edukasi individu dan keluarga wacana contoh hidup sehat untuk mencegah dan mengontrol hipertensi seperti:
a. Gizi seimbang dan pembatasan gula, garam dan lemak (Dietary Approaches To Stop Hypertension).
b. Mempertahankan berat tubuh dan lingkar pinggang ideal.
c. Gaya hidup aktif/ olah raga teratur.
d. Stop merokok.
e. Membatasi konsumsi alkohol (bagi yang minum).

Edukasi wacana cara minum obat di rumah, perbedaan antara obat-obatan yang harus diminum untuk jangka panjang (misalnya untuk mengontrol tekanan darah) dan pemakaian jangka pendek untuk menghilangkan gejala (misalnya untuk mengatasi mengi), cara kerja tiap-tiap obat, takaran yang digunakan untuk tiap obat dan berapa kali minum sehari.

Penjelasan penting lainnya yaitu wacana pentingnya menjaga kecukupan pasokan obat-obatan dan minum obat teratur menyerupai yang disarankan meskipun tak ada gejala. Individu dan keluarga perlu diinformasikan juga biar melaksanakan pengukuran kadar gula darah, tekanan darah dan periksa urin secara teratur. Pemeriksaan komplikasi hipertensi dilakukan setiap 6 bulan atau minimal 1 tahun sekali.

Prognosis
Prognosis umumnya bonam apabila terkontrol.
Gobekasi Hipertensi Esensial Gobekasi Hipertensi Esensial
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Hipertensi Esensial
Link Judul : Gobekasi Hipertensi Esensial
Gobekasi Hipertensi Esensial https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-hipertensi-esensial.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini