Gobekasi Hordeolum
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Hordeolum

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Hordeolum :
No. ICPC II : F72 Blepharitis/stye/chalazion

No. ICD X : H00.0 Hordeolum and other deep inflammation of eyelid
Tingkat Kemampuan: 4A

Masalah Kesehatan
Hordeolum yaitu peradangan supuratif kelenjar kelopak mata. Biasanya merupakan infeksi Staphylococcus pada kelenjar sebasea kelopak. Dikenal dua bentuk hordeolum internum dan eksternum. Hordolum eksternum merupakan infeksi pada kelenjar Zeiss atau Moll. Hordeolum internum merupakan infeksi kelenjar Meibom yang terletak di dalam tarsus. Hordeolum gampang timbul pada individu yang menderita blefaritis dan konjungtivitis menahun.

Anamnesis
Keluhan
Pasien tiba dengan keluhan kelopak yang benjol disertai rasa sakit. Gejala utama hordeolum yaitu kelopak yang benjol dengan rasa sakit dan mengganjal, merah dan nyeri kalau ditekan, serta perasaan tidak nyaman dan sensasi terbakar pada kelopak mata.

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana
Pemeriksaan Fisik Oftalmologis
Ditemukan kelopak mata bengkak, merah, dan nyeri pada perabaan. Nanah dapat keluar dari pangkal rambut (hordeolum eksternum). Apabila sudah terjadi infeksi sanggup timbul undulasi.

Pemeriksaan Penunjang
Tidak diperlukan

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Penegakan diagnosis dengan anamnesis dan investigasi fisik.

Diagnosis Banding
a. Selulitis preseptal
b. Kalazion
c. Granuloma piogenik

Komplikasi
a. Selulitis palpebra.
b. Abses palpebra.

Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
a. Mata dikompres hangat 4-6 kali sehari selama 15 menit setiap kalinya untuk membantu drainase. Tindakan dilakukan dengan mata tertutup.
b. Kelopak mata dibersihkan dengan air higienis atau pun dengan sabun atau sampo yang tidak menyebabkan iritasi, ibarat sabun bayi. Hal ini dapat mempercepat proses penyembuhan. Tindakan dilakukan dengan mata tertutup.
c. Jangan menekan atau menusuk hordeolum, hal ini sanggup menimbulkan infeksi yang lebih serius.
d. Hindari pemakaian make-up pada mata, sebab kemungkinan hal itu menjadi penyebab infeksi.
e. Jangan menggunakan lensa kontak sebab sanggup membuatkan infeksi ke kornea.
f. Pemberian terapi topikal dengan Oxytetrasiklin salep mata atau kloramfenikol salep mata setiap 8 jam. Apabila menggunakan kloramfenikol tetes mata sebanyak 1 tetes tiap 2 jam.
g. Pemberian terapi oral sistemik dengan eritromisin 500 mg pada dewasa dan anak sesuai dengan berat tubuh atau dikloksasilin 4 kali sehari selama 3 hari.

Pemeriksaan Penunjang Lanjutan
Tidak diperlukan

Konseling dan Edukasi
Penyakit hordeolum sanggup berulang sehingga perlu diberi tahu pasien dan keluarga untuk menjaga higiene dan kebersihan lingkungan

Rencana Tindak Lanjut
Bila dengan pengobatan konservatif tidak berespon dengan baik, maka prosedur pembedahan mungkin diharapkan untuk menciptakan drainase pada hordeolum.

Prognosis
Prognosis pada umumnya bonam
Gobekasi Hordeolum Gobekasi Hordeolum
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Hordeolum
Link Judul : Gobekasi Hordeolum
Gobekasi Hordeolum https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-hordeolum.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini