Gobekasi Infark Miokard
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Infark Miokard

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Infark Miokard
No. ICPC II : K75 Acute Myocardial Infarction
No. ICD X : I21.9 Acute Myocardial Infarction, Unspecified
Tingkat Kemampuan: 3B

Masalah Kesehatan
Infark miokard (IM) yaitu perkembangan yang cepat dari nekrosis otot jantung yang disebabkan oleh ketidakseimbangan yang kritis antara suplai oksigen dan kebutuhan miokardium. Ini biasanya merupakan hasil dari ruptur plak dengan trombus dalam pembuluh darah koroner, mengakibatkan
kekurangan suplai darah ke miokardium.

Anamnesis
Keluhan
a. Nyeri dada retrosternum ibarat tertekan atau tertindih benda berat.
b. Nyeri menjalar ke dagu, leher, tangan, punggung, dan epigastrium. Penjalaran ke tangan kiri lebih sering terjadi.
c. Disertai tanda-tanda suplemen berupa sesak, mual muntah, nyeri epigastrium, keringat dingin, dan anxietas.

Faktor Risiko
Yang tidak sanggup diubah:
a. Usia
Risiko meningkat pada laki-laki datas 45 tahun dan perempuan diatas 55 tahun (umumnya sesudah menopause).

b. Jenis kelamin
Morbiditas akhir penyakit jantung koroner (PJK) pada laki-laki dua kali lebih besar dibandingkan pada perempuan, hal ini berkaitan dengan estrogen endogen yang bersifat protektif pada perempuan. Hal ini terbukti insidensi PJK meningkat dengan cepat dan karenanya setara dengan laki-laki pada perempuan sesudah masa menopause.
c. Riwayat keluarga
Riwayat anggota keluarga sedarah yang mengalami penyakit jantung koroner sebelum usia 70 tahun merupakan faktor risiko terjadinya PJK.

Yang sanggup diubah:
A. Mayor
  • Peningkatan lipid serum
  • Hipertensi
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Diabetes Melitus
  • Diet tinggi lemak jenuh,kolesterol dan kalori

B. Minor
  • Aktivitas fisik kurang
  • Stress psikologik
  • Tipe kepribadian

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan tanda sering tidak membantu diagnosis
a. Pasien biasanya terbaring dengan gelisah dan kelihatan pucat
b. Hipertensi/ hipotensi
c. Dapat terdengar bunyi murmur dan gallop S3
d. Ronki berair disertai peningkatan vena jugularis sanggup ditemukan pada AMI yang disertai edema paru
e. Sering ditemukan aritmia

Pemeriksaan Penunjang
EKG:
a. Pada STEMI, terdapat elevasi segmen ST diikuti dengan perubahan sampai inversi gelombang T, lalu muncul peningkatan gelombang Q minimal di dua sadapan.
b. Pada NSTEMI, EKG yang ditemukan sanggup berupa depresi segmen ST dan inversi gelombang T, atau EKG yang normal.

Laboratorium (dilakukan di layanan rujukan):
Peningkatan kadar enzim atau isoenzim merupakan indikator spesifik infark miokard akut, yaitu kreatinin fosfokinase (CPK.CK), troponin T, dan isoenzim CPK MP atau CKMB.

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, investigasi fisik dan penunjang.

Kriteria diagnosis niscaya jikalau terdapat 2 dari 3 hal di bawah ini:
a. Klinis : nyeri dada khas angina.
b. EKG : ST elevasi atau ST depresi atau T inverted.
c. Laboratorium : peningkatan enzim jantung.

Klasifikasi
a. STEMI
b. NSTEMI

Diagnosis Banding
  • Angina pectoris prinzmetal
  • Unstable angina pectoris
  • Ansietas
  • Diseksi aorta
  • Dispepsia
  • Miokarditis
  • Pneumothoraks
  • Emboli paru

Komplikasi
a. Aritmia letal
b. Perluasan infark dan iskemia paska infark, disfungsi otot jantung, defek mekanik, ruptur miokard.

Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
A. Tata Laksana: Segera rujuk sesudah dukungan MONACO:
M : Morfin, 2,5-5 mg IV
O : Oksigen 2-4 L/ menit
N : Nitrat, bisa diberikan nitrogliserin infus dengan takaran mulai dari 5 mcg/ m (titrasi) atau ISDN 5-10 mg sublingual maksimal 3 kali
A : Aspirin, takaran awal 160-320 mg dilanjutkan takaran pemeliharaan 1 x 160 mg
CO : Clopidogrel, takaran awal 300-600 mg, dilanjutkan dosis pemeliharaan 1 x 75 mg
Dirujuk dengan terpasang line infus dan oksigen

B. Modifikasi gaya hidup:
Modifikasi gaya hidup dalam hal rujukan makan, olah raga/ acara fisik, menghentikan rokok, pengendalian stres, untuk menurunkan risiko predisposisi.

C. Pengobatan Biomedis (dilakukan di layanan rujukan):
1. Antikoagulan: Heparin 20.000-40.000 U/24 jam IV tiap 4-6 jam
2. Streptokinase/trombolisis
3. PCI (Percutaneous coronary intervention)

Pemeriksaan Penunjang Lanjutan (bila diperlukan)
EKG serial

Konseling dan Edukasi
Edukasi untuk mengendalikan faktor risiko, teratur kontrol ke dokter untuk terapi lanjutan.

Kriteria Rujukan
Segera dirujuk sesudah mendapat terapi MONACO ke layanan sekunder dengan seorang hebat jantung atau seorang hebat penyakit dalam

Prognosis
Prognosis umumnya dubia, tergantung pada pada tatalaksana dini dan tepat.
Gobekasi Infark Miokard Gobekasi Infark Miokard
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Infark Miokard
Link Judul : Gobekasi Infark Miokard
Gobekasi Infark Miokard https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-infark-miokard.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini