Gobekasi Infark Serebral/ Stroke
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Infark Serebral/ Stroke

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Infark Serebral/ Stroke
No. ICPC II : K90 Strokecerebrovascular accident
No. ICD X : I63.9 Cerebral infarction, unspecified
Tingkat Kemampuan: 3B

Masalah Kesehatan
Stroke yaitu defisit neurologis fokal yang terjadi mendadak, lebih dari 24 jam dan disebabkan oleh faktor vaskuler. Berdasarkan Riskesdas 2007, stroke merupakan penyebab maut yang utama di Indonesia.

Anamnesis
Keluhan
Keluhan mendadak berupa:
  • Kelumpuhan anggota gerak satu sisi (hemiparesis)
  • Gangguan sensorik satu sisi tubuh
  • Hemianopia (buta mendadak)
  • Diplopia
  • Vertigo
  • Afasia
  • Disfagia
  • Disarthria
  • Ataksia
  • Kejang atau penurunan kesadaran
Untuk memudahkan dipakai istilah FAST (facial movement, Arm Movement, Speech, Time).

Faktor Risiko
A. Faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi
  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Genetik

B. Faktor risiko yang sanggup dimodifikasi
  • Hipertensi
  • DM
  • Penyakit jantung
  • Dislipidemia
  • Merokok
  • Pernah mengalami TIA atau stroke
  • Polisitemia
  • Obesitas
  • Kurang olahraga
  • Fibrinogen tinggi
Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Fisik
A. Pemeriksaan tanda vital
1. Pernapasan
2. Nadi
3. Suhu
4. Tekanan darah harus diukur kanan dan kiri

B. Pemeriksaaan jantung paru
C. Pemeriksaan bruitkarotis
D. Pemeriksaan abdomen
E. Pemeriksaan ekstremitas
F. Pemeriksaan neurologis
1. Kesadaran : kualitatif dan kuantitatif (Glassgow Coma Scale = GCS)
2. Tanda rangsang meningeal : kaku kuduk, lasseque, kernig, brudzinsky
3. Saraf kranialis: sering mengenai nervus VII, XII, IX walaupun nervus kranialis lain bisa terkena
4. Motorik : kekuatan, tonus, refleks fisiologis, refleks patologis
5. Sensorik
6. Pemeriksaan fungsi luhur
7. Pada pasien dengan kesadaran menurun, perlu dilakukan pemeriksaan refleks batang otak:
  • Refleks kornea
  • Refleks pupil terhadap cahaya
  • Refleks okulo sefalik
  • Keadaan refleks respirasi

Diagnosis
Diagnosis klinis
Diagnosis ditegakkan menurut anamnesis dan investigasi fisik.
Klasifikasi
Stroke dibedakan menjadi:
a. Stroke hemoragik biasanya disertai dengan sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran, tekanan darah tinggi.
b. Stroke iskemik biasanya tidak disertai dengan sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran dan tekanan darah tidak tinggi.

Diagnosis Banding
Membedakan stroke iskemik dan stroke hemoragik sangat penting untuk penatalaksanaan pasien.

Komplikasi
Umumnya komplikasi terjadi kalau interval serangan stroke dengan pemeriksaan atau kunjungan ke pelayanan primer terlambat. Komplikasi yang biasanya ditemukan yaitu dehidrasi, pneumonia, ISK.

Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
a. Stabilisasi pasien dengan tindakan ABC.
b. Pertimbangkan intubasi kalau kesadaran stupor atau koma atau gagal nafas.
c. Pasang jalur infus IV dengan larutan NaCl 0,9% dengan kecepatan 20 ml/jam (jangan menggunakan cairan hipotonis menyerupai dekstrosa 5% dalam air dan SALIN 0,45% lantaran sanggup memperhebat edema otak).
d. Berikan O2: 2-4 liter/menit via kanul hidung.
e. Jangan memperlihatkan masakan atau minuman lewat mulut.

Stroke Hemoragik
a. Menurunkan tekanan darah untuk mencegah perdarahan ulang pada orang yang dasarnya normotensif (tensi normal) diturunkan sampai sistolik 160 mmHg, pada orang dengan hipertensi sedikit lebih tinggi.
b. Tekanan dalam rongga tengkorak diturunkan dengan cara meninggikan posisi kepala 15-30% (satu bantal) sejajar dengan bahu. Pasien dirujuk sesudah kondisi lebih stabil.

Rencana Tindak Lanjut
A. Memodifikasi gaya hidup sehat
  • Memberi nasehat untuk tidak merokok atau menghindari lingkungan perokok
  • Menghentikan atau mengurangi konsumsi alkohol
  • Mengurangi berat tubuh pada penderita stroke yang obes
  • Melakukan kegiatan fisik sedang pada pasien stroke iskemik atau TIA. Intensitas sedang sanggup didefinisikan sebagai kegiatan fisik yangccukup berarti hingga berkeringat atau meningkatkan denyut jantung 1-3 kali perminggu.
B. Mengontrol faktor risiko
  • Tekanan darah
  • Gula darah pada pasien DM
  • Kolesterol
  • Trigliserida
  • Jantung
C. Pada pasien stroke iskemik diberikan obat-obat antiplatelet: asetosal, klopidogrel.

Konseling dan Edukasi
a. Mengedukasi keluarga biar membantu pasien untuk tidak terjadinya serangan kedua.
b. Jika terjadi serangan berikutnya segera mendatangi pelayanan primer.
c. Mengawasi biar pasien teratur minum obat.
d. Membantu pasien menghindari faktor risiko.

Kriteria Rujukan
Semua pasien stroke sesudah ditegakkan diagnosis dan diberikan penanganan awal selanjutnya dirujuk ke kemudahan pelayanan kesehatan sekunder yang memiliki dokter seorang mahir saraf.

Prognosis
Prognosis yaitu dubia, tergantung luas dan letak lesi. Untuk stroke hemorrhagic sebagian besar dubia ad malam.

Infark Serebral/ Stroke
Gobekasi Infark Serebral/ Stroke Gobekasi Infark Serebral/ Stroke
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Infark Serebral/ Stroke
Link Judul : Gobekasi Infark Serebral/ Stroke
Gobekasi Infark Serebral/ Stroke https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-infark-serebral-stroke.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini