Gobekasi Klarifikasi Wacana Ketosis Dan Ketoasidosis
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Klarifikasi Wacana Ketosis Dan Ketoasidosis

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Artikel ini akan mengulas klarifikasi wacana ketosis dan ketoasidosis mencakup definisi ketosis, diet ketosis, hubungan ketosis dan diabetes, keadaan ketoasidosis, serta terapi dan pencegahan ketosis.

Definisi dan Proses Ketosis

Dalam keadaan normal, sel-sel tubuh memakai glukosa sebagai materi utama untuk menghasilkan energi. Glukosa biasanya berasal dari masakan yang mengandung karbohidrat. Ini termasuk gula dan masakan bertepung menyerupai roti dan pasta yang di dalam tubuh terurai menjadi gula sederhana. Glukosa sanggup dipakai tubuh sebagai materi bakar atau disimpan dalam hati dan otot sebagai glikogen.

Jika tidak ada ketersediaan glukosa yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi, tubuh akan mengadopsi seni administrasi alternatif dalam rangka pemenuhan kebutuhan tubuh tadi. Tubuh pun mulai memecah simpanan lemak untuk menyediakan glukosa dari trigliserida. Keton yakni produk sampingan dari proses ini.

Keton yakni asam yang sanggup menumpuk dalam darah dan dieliminasi dalam urin. Dalam jumlah kecil, keton sebagai menerangkan untuk memperlihatkan bahwa tubuh memecah lemak. Namun, dalam jumlah yang besar keton sanggup meracuni tubuh dengan menimbulkan proses yang disebut ketoasidosis.

Ketosis menggambarkan keadaan metabolik dimana tubuh mengubah simpanan lemak menjadi energi dan melepaskan keton dalam prosesnya.

Diet Ketosis

Kenyataan bahwa dalam proses ketosis terjadi pemecahan lemak yang disimpan dalam tubuh maka beberapa diet bertujuan untuk menciptakan keadaan metabolik menyerupai ini. Diet menyerupai ini disebut diet ketosis atau diet ketogenik. Diharapkan keadaan ini nantinya sanggup memfasilitasi penurunan berat badan.
 Artikel ini akan mengulas klarifikasi wacana ketosis dan ketoasidosis mencakup definisi k gobekasi Penjelasan Tentang Ketosis dan Ketoasidosis
diet ketosis

Diet ketosis juga disebut diet sebagai diet ket atau kadang kala diet rendah karbohidrat. Diet itu sendiri sanggup dianggap sebagai diet tinggi lemak, dengan sekitar 75% dari kalori berasal dari lemak. Sebaliknya, sekitar 20% dan 5% dari kalori yang diperoleh dari protein dan karbohidrat.

Mengikuti contoh diet ketogenik sanggup menimbulkan penurunan berat tubuh jangka pendek. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2008 dan diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa laki-laki obesitas mengikuti diet ketogenik selama 4 ahad kehilangan rata-rata 12 pon. Peserta bisa mengkonsumsi lebih sedikit kalori tanpa merasa lapar ketika mengikuti diet.

Menurut Mayo Clinic, diet ketogenik sanggup mempunyai dampak sehat pada kondisi kesehatan yang serius menyerupai penyakit jantung, diabetes dan sindrom metabolik. Hal ini juga sanggup meningkatkan kadar kolesterol HDL lebih baik daripada diet moderat karbohidrat lainnya.

Diet ketogenik juga telah dipakai di bawah pengawasan medis untuk mengurangi kejang pada anak dengan epilepsi yang tidak respon dengan bentuk terapi lainnya. Beberapa studi telah menyarankan bahwa diet ini juga bisa memperlihatkan laba pada orang remaja yang menderita epilepsi, meskipun penelitian lebih lanjut diharapkan untuk mengkonfirmasi temuan ini.

Namun, untuk pelaksaan jangka panjang diet ketogenik tidak menghasilkan manfaat yang besar. Sebuah review tahun 2014 wacana diet menemukan bahwa perbedaan antara diet ketogenik dan diet protein normal hanya sekitar 1 pon (sekitar 0,4 kg) sehabis satu tahun.

Asosiasi jantung Amerika (AHA - American College of Cardiology), telah menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti yang memperlihatkan bahwa diet rendah karbohidrat menyerupai diet ketogenik memperlihatkan manfaat sehat untuk jantung.

Ketosis dan Diabetes

Pada pasien diabetes, ketosis sanggup terjadi alasannya yakni tubuh tidak mempunyai jumlah insulin yang cukup untuk memproses glukosa dalam tubuh. Kehadiran benda keton dalam urin merupakan indikator bahwa penyakit diabetes pada seorang pasien sedang tidak sedang terkontrol dengan baik.
 Artikel ini akan mengulas klarifikasi wacana ketosis dan ketoasidosis mencakup definisi k gobekasi Penjelasan Tentang Ketosis dan Ketoasidosis
ketosis dan diabetes

Beberapa mahir gizi merekomendasikan diet ketogenik untuk individu dengan diabetes tipe 2 (atau juga dikenal sebagai non-insulin dependent diabetes (NIDDM)). Pada diabetes tipe 2 tubuh masih menghasilkan beberapa insulin tetapi tidak sanggup dipakai untuk mengangkut glukosa ke dalam sel untuk dipakai sebagai materi bakar.

Diet ketogenik berfokus pada pengurangan asupan karbohidrat diet. Individu dengan diabetes tipe 2 disarankan untuk mengurangi asupan karbohidrat sebagai karbohidrat alasannya yakni karbohidrat diubah menjadi glukosa dan meningkatkan kadar gula dalam darah. Baca juga : karbohidrat dalam hidangan masakan penderita diabetes mellitus.

Pasien dengan diabetes yang mengikuti diet ketogenik perlu hati-hati memantau kadar keton mereka. Sebuah kondisi serius yang disebut ketoasidosis sanggup terjadi kalau level ini terlalu tinggi. Meskipun kondisi ini umumnya terjadi pada individu dengan diabetes tipe 1, orang dengan diabetes tipe 2 juga masih bisa berkembang ketoasidosis.

Apa Itu Ketoasidosis ?

Ketoasidosis yakni suatu kondisi di mana kadar keton dalam tubuh mencapai kadar gila yang tinggi. Ini yakni kondisi serius dan berbahaya yang sanggup dengan cepat berkembang dalam waktu 24 jam.

Ada beberapa pemicu potensial yang berbeda untuk ketoasidosis. Hal yang paling sering menyebabkannya yakni penyakit yang menimbulkan produksi hormon yang bekerja beralawanan dengan insulin yang tinggi. Hal ini juga didapat dari hasil kekeliruan terapi insulin, baik pemberiaan insulin yang tidak terpola atau jumlah insulin yang diberi tidak cukup.

Pemicu lainnya dari ketoasidosis termasuk:

  • Penyalahgunaan narkoba,
  • Trauma emosional,
  • Trauma fisik,
  • Stres, dan
  • Operasi.
Ketoasidosis paling sering terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1 alasannya yakni tubuh tidak memproduksi insulin apapun. Ketoasidosis juga sanggup terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2 meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit 

Tingginya kadar benda keton dalam urin dan kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) yakni gejala ketoasidosis. Ini sanggup dideteksi dengan peralatan di rumah. Gejala awal dari ketoasidosis meliputi:

  • Sakit perut,
  • Kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi,
  • Kulit kering atau memerah,
  • Haus yang berlebihan dan lisan kering,
  • Napas berbau benda keton,
  • Sering buang air kecil,
  • Mual dan muntah, dan
  • Sesak napas.

Terapi dan Pencegahan Ketosis

Ketosis tidak biasanya terjadi pada orang sehat yang makan diet seimbang dan masakan biasa. Ketosis bisa dipicu dengan secara drastis mengurangi jumlah kalori dan karbohidrat yang dikonsumsi. Selain itu, bisa juga dengan berolahraga untuk jangka waktu yang lama. Wanita hamil pun kadang kala bisa menjadi ketosis.
 Artikel ini akan mengulas klarifikasi wacana ketosis dan ketoasidosis mencakup definisi k gobekasi Penjelasan Tentang Ketosis dan Ketoasidosis
terapi dan pencegahan ketosis

Pada pasien dengan diabetes, ketosis sanggup menjadi ketoasidosis kalau tidak dilakukan terapi yang baik. Ketoasidosis diabetik dianggap darurat alasannya yakni sanggup menimbulkan koma diabetes dan bahkan kematian. Pengobatan biasanya diberikan di rumah sakit.

Untuk pasien diabetes, langkah-langkah berikut di bawah perlu diperimbangkan untuk diambil:

  1. penggantian cairan - untuk menghidrasi tubuh kembali dan mencairkan kelebihan gula dalam darah.
  2. pengganti elektrolit - ini diharapkan untuk membantu menjaga jantung, otot dan sel-sel saraf berfungsi dengan benar. Kadar elektrolit dalam darah sering turun alasannya yakni tidak adanya insulin.
  3. terapi insulin - untuk mencegah dan mengobati proses yang menimbulkan episode ketoasidosis.
Pada orang sehat ketosis sanggup dicegah dengan mengikuti diet sehat dan seimbang serta berolahraga secara teratur. Selain itu, ada sejumlah langkah untuk mencegah ketoasidosis pada orang dengan diabetes:

  • Sering memonitor kadar gula darah dengan hati-hati, setidaknya tiga hingga empat kali sehari,
  • Diskusikan takaran insulin dengan dokter dan mengikuti rencana pengobatan diabetes,
  • Mengawasi tingkat keton dengan mempunyai alat tes sendiri terutama ketika sakit atau stres.
Simak bahasan wacana ketosis dan diabetes lainnya di Info Diabetes.

Gobekasi Klarifikasi Wacana Ketosis Dan Ketoasidosis Gobekasi Klarifikasi Wacana Ketosis Dan Ketoasidosis
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Klarifikasi Wacana Ketosis Dan Ketoasidosis
Link Judul : Gobekasi Klarifikasi Wacana Ketosis Dan Ketoasidosis
Gobekasi Klarifikasi Wacana Ketosis Dan Ketoasidosis https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-klarifikasi-wacana-ketosis-dan.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini