Gobekasi Konjungtivitis
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Konjungtivitis

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Konjungtivitis infeksi
No. ICPC II : F70 Conjunctivitis infectious
No. ICD X : H10.9 Conjunctivitis, unspecified

Konjungtivitis alergi
No. ICPC II : F71 Conjunctivitis allergic
No ICD X : H10.1 Acute atopic conjunctivitis

Tingkat Kemampuan: 4A

Masalah Kesehatan
Konjungtivitis yaitu radang konjungtiva yang sanggup disebabkan oleh mikroorganisme (virus, bakteri), iritasi atau reaksi alergi. Konjungtivitis ditularkan melalui kontak eksklusif dengan sumber infeksi. Penyakit ini dapat
menyerang semua umur.

Anamnesis
Keluhan
Pasien tiba dengan keluhan mata merah, rasa mengganjal, gatal dan berair, kadang disertai sekret. Umumnya tanpa disertai penurunan tajam penglihatan.

Faktor Risiko
a. Daya tahan badan yang menurun
b. Adanya riwayat atopi

c. Penggunaan kontak lens dengan perawatan yang tidak baik
d. Higiene personal yang buruk.

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana
Pemeriksaan Fisik Oftalmologi
a. Tajam penglihatan normal
b. Injeksi konjungtiva
c. Dapat disertai edema kelopak, kemosis
d. Eksudasi; eksudat sanggup serous, mukopurulen atau purulen tergantung penyebab.
e. Pada konjungtiva tarsal sanggup ditemukan folikel, papil atau papil raksasa, flikten, membran dan pseudomembran.

Pemeriksaan Penunjang
a. Sediaan eksklusif swab konjungtiva dengan perwarnaan Gram atau Giemsa
b. Pemeriksaan sekret dengan perwarnaan metilen blue pada kasus konjungtivitis gonore

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Konjungtivitis menurut etiologi.
Penegakan diagnosis menurut anamnesis dan investigasi oftalmologi.

Klasifikasi Konjungtivitis
a. Konjungtivitis bakterial
Konjungtiva hiperemis, secret purulent atau mukopurulen sanggup disertai membrane atau pseudomembran di konjungtiva tarsal.
b. Konjungtivitis viral
Konjungtiva hiperemis, secret umumnya mukoserous, dan pembesaran kelenjar preaurikular
c. Konjungtivitis alergi
Konjungtiva hiperemis, riwayat atopi atau alergi, dan keluhan gatal.

Komplikasi
Keratokonjuntivitis

Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
a. Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat setelah menangani mata yang sakit
b. Sekret mata dibersihkan.
c. Pemberian obat mata topikal
  • Pada nanah bakteri: Kloramfenikol tetes sebanyak 1 tetes 6 kali sehari atau salep mata 3 kali sehari selama 3 hari.
  • Pada alergi diberikan flumetolon tetes mata dua kali sehari selama 2 minggu.
  • Pada konjungtivitis gonore diberikan kloramfenikol tetes mata 0,5-1%sebanyak 1 tetes tiap jam dan suntikan pada bayi diberikan 50.000 U/kgBB tiap hari hingga tidak ditemukan kuman GO pada sediaan apus selama 3 hari berturut-turut.
  • Konjungtivitis viral diberikan salep Acyclovir 3% lima kali sehari selama 10 hari.


Pemeriksaan Penunjang Lanjutan
Tidak diperlukan

Konseling dan Edukasi
Memberi gosip pada keluarga dan pasien mengenai:
a. Konjungtivitis gampang menular, lantaran itu sebelum dan sesudah membersihkan atau mengoleskan obat, penderita harus mencuci tangannya bersih-bersih.
b. Jangan memakai handuk atau lap bahu-membahu dengan penghuni rumah lainnya.
c. Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar.

Prognosis
Penyakit ini jarang menjadikan kondisi klinis yang berat sehingga pada umumnya prognosisnya bonam.
Gobekasi Konjungtivitis Gobekasi Konjungtivitis
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Konjungtivitis
Link Judul : Gobekasi Konjungtivitis
Gobekasi Konjungtivitis https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-konjungtivitis.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini