Gobekasi Kriteria Diagnosis Diabetes Melitus Berdasarkan Perkeni
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Kriteria Diagnosis Diabetes Melitus Berdasarkan Perkeni

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Artikel ini akan membahas wacana kriteria diagnosis diabetes melitus berdasarkan PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia). PERKENI menciptakan serpihan alur diagnosis penyakit diabetes melitus menjadi dua serpihan besar. Pembagian ini dilakukan berdasarkan pada ada atau tidaknya tanda-tanda klasik atau tanda-tanda khas diabetes melitus.
 Artikel ini akan membahas wacana kriteria diagnosis diabetes melitus berdasarkan PERKENI  gobekasi Kriteria Diagnosis Diabetes Melitus Menurut Perkeni
diabetes melitus

Kriteria Diagnosis Penyakit Diabetes Melitus Menurut Perkeni

Seperti telah kita ketahui bersama-sama alur diagnosa penyakit diabetes dibagi menjadi dua kelompok yang didasarkan atas ada atau tidak adanya tanda-tanda klasik diabetes melitus itu sendiri. Sebelum lebih lanjut ada baiknya kita ketahui dan pahami wacana apa saja tanda-tanda khas dan tanda-tanda tidak khas dari penyakit ini.

Gejala Khas Diabetes
Gejala khas penyakit diabetes terdiri atas polifagia (banyak makan alasannya yaitu sering merasa lapar), polidipsia (banyak minum alasannya yaitu sering merasa haus), poliuria (banyak buang air kecil), dan terjadinya penurunan berat tubuh tanpa diketahui penyebab pastinya.

Gejala Tidak Khas Diabetes
Sementara itu tanda-tanda tidak khas pada penyakit diabetes melitus mencakup lemas (tubuh sering mencicipi keletihan walaupun telah istirahat yang cukup), kesemutan (gangguan saraf perifer), luka yang sukar sembuh, gatal-gatal di sekujur tubuh, mata kabur (gangguan saraf mata atau retina), disfungsi ereksi pada pria, dan pruritus vulva pada wanita.

Bilamana ditemukan adanya tanda-tanda khas diabetes maka dengan satu kali hasil investigasi glukosa yang asing sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM. Namun, jikalau tak dijumpai adanya tanda-tanda khas diabetes maka diharapkan dua kali hasil investigasi glukosa darah yang asing untuk menegakkan diagnosis penyakit diabetes ini.

Diagnosis DM juga sanggup ditegakkan melalui cara di bawah ini

Algoritma dan Kriteria Diagnosis Penyakit Diabetes Melitus Menurut PERKENI

Pengambilan keputusan diagnosis untuk penyakit DM sanggup juga dilakukan dengan salah satu cara di bawah ini, antara lain:
1. Gejala klasik DM + glukosa plasma sewaktu > 200 mg/dL (11.1 mmol/L).
Glukosa plasma sewaktu yaitu hasil perneriksaan sesaat (random) pada suatu hari tanpa memperhatikan kapan waktu makan terakhir.
2. Atau
Gejala klasik DM + glukosa plasma puasa > 126 mg/ dL (7,U mmol/L)
Puasa mempunyai arti bahwa pasien tidak ada mendapat kalori pelengkap sedikitnya 8 jam terakhir.
3. Atau
Nilai glukosa plasma 2 jam pada TTGO > 200 mg/dL (11,1 mmol/L).
TTGO dilaksanakan dengan standar WHO, memakai beban glukosa yang setara dengan 75 gram glukosa anhidrus yang dilarutkan ke dalam air.
Gobekasi Kriteria Diagnosis Diabetes Melitus Berdasarkan Perkeni Gobekasi Kriteria Diagnosis Diabetes Melitus Berdasarkan Perkeni
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Kriteria Diagnosis Diabetes Melitus Berdasarkan Perkeni
Link Judul : Gobekasi Kriteria Diagnosis Diabetes Melitus Berdasarkan Perkeni
Gobekasi Kriteria Diagnosis Diabetes Melitus Berdasarkan Perkeni https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-kriteria-diagnosis-diabetes.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini