Gobekasi Parotitis
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Parotitis

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

No. ICPC II : D83 Mouth/tounge/lip disease
No. ICD X : K11.2 Sialoadenitis
Tingkat Kemampuan: 4A

Masalah Kesehatan
Parotitis ialah peradangan yang terjadi pada kelenjar saliva atau yang lebih dikenal dengan kelenjar parotis. Kematian akhir penyakit parotitis sangat jarang ditemukan.Parotitis paling sering merupakan bentuk komplikasi dari penyakit yang mendasarinya.

Parotitis Sindrom Sjögren mempunyai rasio laki-perempuan 1:9. Parotitis sanggup berulang ketika masa kecil lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada perempuan. Parotitis viral (gondongan) paling sering terjadi pada anak-anak.

Anamnesis
Keluhan
a. Demam
b. Pembengkakan pada kelenar parotis mulai dari depan indera pendengaran sampai rahang bawah
c. Nyeri terutama ketika mengunyah masakan dan verbal terasa kering.

Tanda dan tanda-tanda pada penyakit parotitis menurut penyebabnya dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
a. Parotitis akut
  1. Parotitis basil akut: bengkak, nyeri pada kelenjar dan demam, mengunyah menambah rasa sakit.
  2. Parotitis virus akut (gondong): Nyeri, jerawat pada kelenjar 5-9 hari terakhir. Malaise moderat, anoreksia, dan demam.
  3. Parotitis tuberkulosis: nyeri tekan, jerawat pada salah satu kelenjar parotid, tanda-tanda tuberkulosis sanggup ditemukan dibeberapa kasus.

b. Parotitis kronik
  1. Sjogren syndrome: pembengkakan salah satu atau kedua kelenjar parotis tanpa lantaran yang jelas, sering berulang, dan bersifat kronik, mata dan verbal kering.
  2. Sarkoidosis: nyeri tekan pada pembengkakan kelenjar parotis.

Faktor Risiko: -

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik pada kelenjar parotis sanggup ditemukan tanda-tanda berupa:
a. Demam
b. Pembengkakan kelenjar parotis
c. Eritema pada kulit.
d. Nyeri tekan di kelenjar parotis.
e. Terdapat air liur purulen.

Pemeriksaan Penunjang:
dilakukan di layanan sekunder:
Pemeriksaan laboratorium : untuk menganalisa cairan saliva, dengan dilakukan investigasi anti-SS-A, anti-SS-B, dan faktor rhematoid yang sanggup mengetahui adanya penyakit autoimun.

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan menurut anamnesis, investigasi fisik dan penunjang.

Diagnosis Banding
a. Neoplasma kelenjar saliva
b. Pembesaran kelenjar getah bening lantaran penyebab lain.

Komplikasi
a. Infeksi gigi dan karies
b. Infeksi ke kelenjar gonad

Rencana Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
a. Memberikan warta selengkapnya kepada pasien / orang bau tanah pasien, dan keluarga mengenai penyakit parotitis. Menjaga kebersihan gigi dan verbal sangat efektif untuk mencegah parotitis yang disebakan oleh basil dan virus.
b. Farmakologis:
  1. Tatalaksana simptomatis sesuai tanda-tanda yang dirasakan.
  2. Antibiotik: Antibiotik spektrum luas sanggup diberikan pada masalah parotitis basil akut yang disebabkan oleh bakteri.
  3. Bila kondisi tidak membaik, segera rujuk ke layanan sekunder.

Konseling dan Edukasi
Pendekatan keluarga sanggup dilakukan dengan membantu pihak keluarga untuk memahami penyakit parotitis ini, dengan menjelaskan kepada keluarga pentingnya melakukkan vaksin parotitis yang sanggup mencegah terjadinya penularan penyakit ini.

Prognosis
Prognosis umumnya bonam, namun sanationam sanggup dubia, lantaran keluhan sanggup terjadi berulang.
Gobekasi Parotitis Gobekasi Parotitis
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Parotitis
Link Judul : Gobekasi Parotitis
Gobekasi Parotitis https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-parotitis.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini