Gobekasi Patofisiologi Pathway Reaksi Stress Berat Anafilaktik Atau Anafilaksis
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Patofisiologi Pathway Reaksi Stress Berat Anafilaktik Atau Anafilaksis

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Artikel kali ini akan menjelaskan mengenai patofisiologi reaksi stress berat anafilaktik. Setelah kita mengetahui apa itu reaksi dan stress berat anafilaktik, maka pada cuilan ini akan memfokuskan mengenai proses yang terjadi pada stress berat ini. (Namun, jika Anda belum memahami apa itu stress berat anafilaktik, maka Anda bisa baca di sini). Proses tingkat sel ini akan memperlihatkan citra kepada Anda perihal bagaimana reaksi ini terjadi di dalam badan manusia.


Penjelasan Patofisiologi Pathway Reaksi Syok Anafilaktik atau Anafilaksis


Reaksi anafilaktik akan muncul bilamana sebelumnya telah terbentuk IgE yang spesifik terhadap zat alergen tertentu. Alergen sanggup masuk ke dalam badan melewati kulit dan mukosa, sistem pernafasan, atau sistem pencernaan. Alergen ini kemudian terpapar pada sel plasma dan mengakibatkan produksi IgE spesifik terhadap alergen tersebut. IgE spesifik ini akan berikatan pada reseptor permukaan basofil dan mastosit.

Pada paparan yang berikutnya, alergen yang sama masuk dan berikatan dengan IgE spesifik. Ikatan ini akan memicu reaksi antigen-antibodi yang mengakibatkan terlepasnya perantara menyerupai histamin dari granula yang ada di dalam sel. Selain itu, ikatan ini memicu sintesis SRS-A (Slow Reacting Substance of Anaphylaxis) dan degradasi dari asam arakidonat pada membran sel yang akan menghasilkan leukotrien dan prostglandin. Reaksi ini akan mencapai puncak dalam lima belas menit. Efek histamin, leukotrien (SRS-A) dan prostaglandin ini pada pembuluh darah akan mengakibatkan syok; sementara pada otot polos bronkus akan mengakibatkan gangguan pernafasan.

Efek biologis dari histamin ini terutama melalui reseptor H1 dan H2 yang ada pada permukaan jalan masuk pernafasan dan sirkulasi. Stimulasi pada reseptor H1 akan menjadikan meningkatnya permeabilitas pembuluh darah, spasme pada otot bronkus dan pembuluh darah koroner; sedangkan stimulasi pada reseptor H2 menjadikan dilatasi otot bronkus dan meningkatnya mukus pada jalan pernafasan. Nah, rasio jumlah H1 dan H2 inilah yang akan memilih dampak mana yang mucul mayoritas pada akhirnya.

Aktivasi dari basofil dan manosit juga mengakibatkan bifasik dari cAMP intraselluler. Terjadi peningkatan kadar cAMP kemudian penurunan yang drastis sejalan dengan adanya pelepasan perantara dan granulla ke dalam cairan ekstrasellular. Begitu sebaliknya, penurunan cGMP akan menghambat terjadinya pelepasan mediator. Obat-obatan yang mencegah terjadinya penurunan kadar cAMP intraselluler juga sanggup menghilangkan tanda-tanda anafilaktik. Obat-obat tersebut, yaitu katekolamin (menigkatkan sistesi cAMP) dan golongan metilxantine menyerupai aminofilin (menghambat degradasi dari cAMP).

Pada tahapan selanjutnya perantara ini akan mengakibatkan rangkaian reaksi dan sekeresi dari perantara sekunder dari eosinofil, netrofil, trombosit, perantara primer dan sekunder yang menimbulkan banyak sekali perubahan patologis pada hemostasis dan vaskuler; begitu sebaliknya obat-obatan yang bisa meningkatkan cGMP (seperti obat kolinergik) sanggup memperparah keadaan dikarenakan sanggup menstimulasi pelepasan mediator

Reaksi Anafilaktoid

Reaksi Anafilaktoid ialah suatu reaksi yang mengakibatkan munculnya keluhan dan tanda-tanda yang sama dengan reaksi anafilaktik, tetapi tidak ditemukan adanya reaksi antigen antibodi. Pelepasan perantara biokimia dari mastosit pada reaksi ini belum sepenuhnya sanggup dipahami. Bahan dan zat-zat yang seringkali menimbulkan reaksi ini ialah zat kontras radiografi (idionated), tubocurarine, opiate, dextran maupun mannitol. Selain itu aspirin maupun NSAID lainnya juga sering menimbulkan reaksi anafilaktoid yang diduga sebagai akhir terhambatnya enzim siklooksgenase.
Gobekasi Patofisiologi Pathway Reaksi Stress Berat Anafilaktik Atau Anafilaksis Gobekasi Patofisiologi Pathway Reaksi Stress Berat Anafilaktik Atau Anafilaksis
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Patofisiologi Pathway Reaksi Stress Berat Anafilaktik Atau Anafilaksis
Link Judul : Gobekasi Patofisiologi Pathway Reaksi Stress Berat Anafilaktik Atau Anafilaksis
Gobekasi Patofisiologi Pathway Reaksi Stress Berat Anafilaktik Atau Anafilaksis https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-patofisiologi-pathway-reaksi.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini