Gobekasi Pembagian Terstruktur Mengenai Anemia
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Pembagian Terstruktur Mengenai Anemia

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

            Anemia yaitu kurangnya hemoglobin di dalam darah, yang sanggup disebabkan oleh sel darah merah yang terlalu sedikit, jumlah hemoglobin dalam sel yang terlalu sedikit, atau volume hematokrit yang terlampau rendah. 1,2.
           
Klasifikasi Anemia menurut morfologinya terbagi atas1 :
  • Anemia normositik normokrom
Anemia jenis ini mempunyai sel darah merah dalam bentuk dan ukuran yang normal, serta mempunyai jumlah hemoglobin yang normal (mean corpuscular volume [MCV] dan mean corpuscular hemoglobin concentrate [MCHC] normal atau normal rendah). Penyebab anemia jenis ini yaitu pendarahan akut, hemolysis, penyakit kronis menyerupai infeksi, gangguan endokrin, gangguan ginjal, kegagalan sumsum tulang, dan penyakit metastatik pada susmsum tulang.1
  • Anemia makrositik normokrom
Anemia jenis ini mempunyai sel darah merah yang besar namun normokrom lantaran konsentrasi hemoglobin normal (MCV meningkat, MCHC normal). Keadaan ini disebabkan lantaran defisiensi B12, Asam folat, atau keduanya. Anemia ini juga terjadi pada seorang yang sedang melaksanakan kemoterapi kanker.1
  • Anemia mikrositik hipokrom
Anemia jenis ini memilikin sel darah merah yang berukuran lebih kecil dari ukuran normalnya, dan berwarna lebih pucat daripada biasanya. Jika dilihat dari kadar hemoglobinnya akan ditemukan penurunan MCV dan MCHC. Penyebab terjadinya anemia mikrositik hipokrom ini yaitu defisiensi zat besi, atau pada gangguan sintesis pembentukan heme.  
Klasifikasi Anemia menurut etiologinya terbagi atas 1:
  • Anemia akhir Peningkatan hilangnya sel darah merah
Hilangnya sel darah merah ini sanggup terjadi melalui pendarahan dan penghancuran sel darah merah (hemolisis). Peningkatan hemolysis terbagi lagi atas dua jenis yaitu akhir kelainan intrinsik (umur sel darah merah yang pendek) dan akhir kelainan eksinsik (perubahan lingkungan sendiri yang menimbulkan peningkatan penghancuran sel darah merah).1
  • Anemia akhir Penurunan atau kelainan pembentukan sel
Setiap keadaan yang sanggup menggangu fungsi dari sumsum tulang sanggup menimbulkan anemia jenis ini. Misalnya pada penderita keganasan, radiasi, penyakit kronis, defisiensi zat pembentuk sel darah merah,dll.1

Klasifikasi Anemia menurut fisiologinya terbagi atas2 :
  • Anemia akhir kehilangan darah
Kehilangan darah yang terjadi secara akut tidak akan menimbulkan anemia dengan segera lantaran volume darah total berkurang.3 Tubuh membutuhkan waktu 1-3 hari untuk menggantikan cairan plasma, sedangkan untuk mengganti sel darah merah membutuhkan waktu sekitar 3-6 minggu.2 Perbedaan waktu pembentukan cairan plasma dan sel darah merah inilah yang akan menimbulkan terjadinya penurunan konsentrasi sel darah merah yang kemudian menjadi anemia.
Pada kehilangan darah secara kronik, contohnya pada keganasan, badan tak bisa mangabsorbsi dan membentuk sel darah merah dan hemoglobin secepat kehilangan darah akan terbentuk sel darah merah berukuran kecil dan mengandung sedikit hemoglobin, yang kemudian disebut dengan anemia mikrositik hipokrom.2
  • Anemia aplastik
Anemia jenis ini disebabkan oleh tidak berfungsinya sumsum tulang. Hal ini sanggup terjadi pada pasien yang terpapar radiasi sel gamma akhir ledakan bom atom, atau pada seorang yang mendapat terapi radiasi sinar x secara berlebihan, zat kimia tertentu pada industri, dan bahkan obat-obatan tertentu.2
  • Anemia Megaloblastik
Anemia megaloblast terjadi akhir kurangnya asupan dari asam folat, vitamin B12, dan faktor intrinsik lain dalam pembentukan sel darah merah. Berkuranganya salah satu faktor tersebut akan menimbulkan terlambatnya eritropoesis (proses pembentukan sel darah merah) yang menimbulkan sel darah merah yang terbentuk menjadi terlalu besar dan berbentuk aneh yang disebut dengan megaloblas. Sel darah merah tersebut mempunyai membrane tipis dan ringkih sehingga gampang pecah. Hal ini sanggup terjadi pada seorang yang menderita atropi mukosa lambung, tak mempunyai lambung (akibat gastrektomi), atau kekurangan asupan.2
  • Anemia Hemolitik
Berbagai kelainan pada sel darah merah yang kebanyakan di dapatkan secara herediter. Sel darah merah yang terbentuk bersifat sangat rapuh, sehingga gampang pecah ketika melewati kapiler, terutama limpa. Walaupun sel yang terbentuk dalam jumlah yang normal, bahkan dalam jumlah yang lebih banyak, namun lantaran gampang hancur sehingga masa hidup sel darah merah ini sangat singkat dan tak sanggup diimbangi oleh pembentukannya.2

Sumber
  1. Price, Sylvia Anderson, Et al, 2005, Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit (Vol 1) -Ed.6-, Jakarta: EGC.
  2. Guyton, Arthur C, Jhon E. Hall, 2007, Buku didik fisiologi kedokteran -Ed 11-, Jakarta: EGC.
  3. Hoffbrand, A.V., Et al, Kapita selekta hematologi -Ed 4-, Jakarta: EGC.
Gobekasi Pembagian Terstruktur Mengenai Anemia Gobekasi Pembagian Terstruktur Mengenai Anemia
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Pembagian Terstruktur Mengenai Anemia
Link Judul : Gobekasi Pembagian Terstruktur Mengenai Anemia
Gobekasi Pembagian Terstruktur Mengenai Anemia https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-pembagian-terstruktur-mengenai.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini