Gobekasi: Pengertian Arif Balig Cukup Akal Dan Ciri - Ciri Arif Balig Cukup Akal
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi: Pengertian Arif Balig Cukup Akal Dan Ciri - Ciri Arif Balig Cukup Akal

Ndaru Im
Sunday, November 25, 2018

Pengertian Remaja - Secara umum, remaja ialah waktu insan berumur belasan tahun. Menurut psikologi remaja ialah suatu periode transisi dari masa awal bawah umur hingga awal masa dewasa, yang dimasuki diusi pada 10 hingga 12 tahun dan berakhirnya di usia 18 tahun. 

Berdasarkan dalam bahasa Inggris "teenager", remaja yakni insan yang berumur belasan tahun yang mempunyai usia perkembangan untuk menjadi dewasa. 

Menurut Sarlino Wirawan Sarwono yang memperlihatkan batasan usia remaja Indonesia ialah antara usia 11-24 tahun dan belum menikah, dengan adanya pertimbangan sebagai berikut:
  • Usia 11 tahun ialah usia di mana pada umumnya terdapat suatu gejala seksual mulai nampak yang berdasarkan kriteria fisik.
  • Pada usia 11 tahun yang sudah dianggap cerdik balik, baik yang berdasarkan susila maupun juga dalam agama, olehnya itu masyarakat tidak lagi bisa memperlakukan mereka sebagai kriteria bawah umur dalam arti sosial. 
  • Pada usia tersebut terdapat gejala penyempurnaan diri contohnya tercapainya identitas diri, tercapainya fase genital dari perkembangan psikoseksual, dan tercapainya puncak perkembangan kognitif maupun moral (kriteria psikologik). 
  • Batas usia 24 tahun yang merupakan batas dari maksimal untuk memberi peluang bagi tercapainya suatu puncak kedewasaan. 
  • Status perkawinan sangat menentukan. Seseorang yang telah menikah di usia berapun akan dianggap dan sanggup diperlakukan sebagai orang cukup umur yang baik secara aturan maupun juga dalam kehidupan masyarakat dan keluarga. 

Pengertian Remaja Menurut Para Ahli 

Adapun pengertian remaja berdasarkan para hebat ialah sebagai berikut.. 

1. Pengertian Remaja Menurut WHO 
Menurut WHO dalam Badriah (2011) menyampaikan remaja ialah individu yang telah mencapai umur 10-18 tahun. Pada masa remaja terjadi perubahan yang mencolok secara fisik dan psikis yang sering disebut dengan masa pubertas. 

2. Pengertian Remaja Menurut Jersild 
Menurut Jersild (dalam Mubin & Cahyadi, 2006:103) bahwa remaja merupakan terjadinya banyak perubahan yang mengakibatkan kebingungan-kebingungan atau kegoncangan jiwa remaja, sehingga disebut sebagai periode "strum und drang" atau pubertas. Mereka galau alasannya ialah pikiran dan emosinya berjuang untuk menemukan diri sendiri, memahmi dan menyeleksi serta melaksanakan nilai yang ditemui di masyarakatnya, disamping perasaan yang ingin bebas dari segala ikatan yang kuat.

Sementara fisiknya juga demikian besarm shingga disebut anak yang tidak mau dan disebut orang cukup umur yang tidak mampu. Tepatlah kiranya jikalau terdapat para hebat yang menyebut sebagai masa peralihan atau "a period during which growing person makes the transition from childhood to adulthood".

Ciri-Ciri Remaja 

Seorang remaja yang berada dibatas peralihan kehidupan anak dan juga dewasa. Dilihat dari sudut batas usia terlihat bahwa remaja tersebut ialah golongan yang labil. Tubuhnya yang telah dewasa, akan tetapi jikalau diperlakukan contohnya menyerupai orang cukup umur ia gagal dalam memperlihatkan kedewasaannya. Pengalaman mengenai alam cukup umur masih belum banyak alasannya ialah itu sering terlihat terdapat adanya:

1. Kegelisahan
Kegelisahan merupakan suatu keadaan yang tidak hening yang bisa menguasai diri si remaja. Mereka mempunyai banyak macam harapan yang tidaklah selalu sanggup dipenuhi. Di satu pihak yang ingin mencari pengalaman, alasannya ialah yang diharapkan dalam menambah pengetahuan dan keluwesan dalam tingkah laku. Di pihak lain mereka yang merasa dirinya belum bisa dalam melaksanakan hal.

2. Pertentangan
Pertentangan yang terjadi dalam diri mereka bisa mengakibatkan kebingunan baik bagi diri mereka sendiri maupun juga bagi orang lain. Umumnya sanggup mengakibatkan suatu perselisihan dan juga kontradiksi pendapat dan juga pandangan bagi si remaja dan juga orang tua. selanjutnya kontradiksi ini bisa mengakibatkan timbulnya harapan yang hebat dalam melepaskan diri dari orang tua.

Akan tetapi hal ini dalam melepaskan diri ditentang lagi oleh harapan memperoleh rasa kondusif di rumah. Mereka tidak berani dalam mengambil resiko dari tindakan yang meninggalkan lingkungna yang kondusif diantara keluarganya. Selain itu, harapan melepaskan diri secara mutlak belum disertati kesanggupan untuk bangun sendiri, tanpa memperoleh lagi santunan dari keluarga dalam hal keuangan.

3. Berkeinginan Besar
Berkeinginan besar mencoba segala hal yang belum diketahuinya. Mereka ingin mengetahui macam-macam hal melalui usaha-usaha yang dilakukan dalam bebagai bidang.

4. Aktifitas Kelompok 
Aktifitas kelompok yang merupakan harapan satu dengan harapan yang lain sering mengakibatkan tantangan, kebanyakan remaja menemukan jalan keluar dengan kumpul-kumpul melaksanakan aktivitas bersama, mengadakan penjelajahan secara berkelompok. Keinginan berkelompok ini tumbuh sedemikian besarnya dan sanggup dikatakan merupakan ciri umum asa remaja (Gunarsa, 2003:67-71).

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja

Awalnya menjadi kandungan hingga lahir, seorang individu tumbuh menjadi anak, remaja atau dewasa. Hal inilah menjadi proses perubahan pada diri setiap individu. Aspek perubahan tersebut dialami oleh setiap individu mencakup fisik, kognitif, maupun psikososialnya. Berdasarkan pandangan Gunarsa dan Gunarsa terdapat atas 2 faktor yang menghipnotis perkembangan individu, yakni:

1. Faktor Endogen (Nature)
Menurut pandangan demikian yang menyatakan adnaya perubahan-perubahan fisik maupun psikis yang dipengaruhi oleh faktor internal yang bersifat herediter yang diturunkan oleh orangtuanya, menyerupai postur tubuh, talenta minat, kecerdasan, kepribadian, dan sebagainya. Kalau kondisi fisik individu dalam keadaan normal yang mempunyai arti dari keturunan yang normal juga yakni tiada mempunyai gangguan atau penyakit.
2. Faktor Eksogen (Nurture)
Pandangan faktor eksogen yang menyatakan bahwa perubahan dan juga perkembnagna individu sangat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari luar diri individu itu sendiri. Faktor yang diantaranya berupa tersedianya suatu sarana dan fasilitas, letak geografis, cuaca, iklim dan sebagainya. Sedangkan bagi lingkungan sosial ialah lingkungan di mana seseorang melaksanakan adanya relasi/interaksi dengan individu atau kelompok individu di dalamnya.

Demikianlah info Pengertian Remaja dan Ciri-Ciri Remaja. Sekian dan terima kasih salam membuatkan teman-teman. 

Gobekasi: Pengertian Arif Balig Cukup Akal Dan Ciri - Ciri Arif Balig Cukup Akal Gobekasi: Pengertian Arif Balig Cukup Akal Dan Ciri - Ciri Arif Balig Cukup Akal
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi: Pengertian Arif Balig Cukup Akal Dan Ciri - Ciri Arif Balig Cukup Akal
Link Judul : Gobekasi: Pengertian Arif Balig Cukup Akal Dan Ciri - Ciri Arif Balig Cukup Akal
Gobekasi: Pengertian Arif Balig Cukup Akal Dan Ciri - Ciri Arif Balig Cukup Akal https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-pengertian-arif-balig-cukup.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini