Gobekasi: Pengertian Fermentasi, Tujuan, Jenis, Referensi & Manfaat Tahapan Prosesnya
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi: Pengertian Fermentasi, Tujuan, Jenis, Referensi & Manfaat Tahapan Prosesnya

Ndaru Im
Saturday, November 24, 2018

Pengertian Fermentasi - Secara etimologi, pengertian fermentasi berasal bahasa latin yakni dari kata "fervere" yang berarti "mendidih. Sedangkan pengertian fermentasi secara terminologi bahwa fermentasi yakni menggambarkan agresi ragi pada ekstrak buah selama pembuatan minuman beralkohol. Hal itu didasarkan pada tahapan proses fermentasi yang sebelumnya.

Selain itu, pengertian Fermentasi yakni suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yahg dikehendaki dengan adanya santunan dari Mikroba. 

Diketahui bahwa pengertian fermentasi mempunyai perbedaan dengan para jago mikrobiologi dengan jago biokimia. Untuk pengertian fermentasi oleh jago kimia yakni proses yang menghasilkan energi dengan perombakan senyawa organik. 

Tidak hanya itu, jago mikrobiologi industri memperluas pengertian fermentasi menjadi segala proses untuk menghasilkan suatu produk dari kultur mikroorganisme.

Selain itu, fermentasi juga sanggup diartikan bahwa fermentasi yakni sebagai suatu disimilasi senyawa-senyawa organik yang disebabkan adanya kegiatan mikroorganisme. 

Macam-macam produk demikian, umumnya mempunyai manfaat atau laba yang dijadikan sebagai minuman atau makanan.

Fermentasi yakni terdapat tahapan proses yang telah dikenal semenjak jaman kuno. Sehingga biar tujuan dan fungsi Fermentasi sanggup dimanfaatkan masyarakat, maka dibutuhkan tahapan yang perlu disediakan diantaranya mikroba sebagai inokulum, daerah (wadah) untuk menjamin proses fermentasi berlangsung dengan optimal, substrak sebagai daerah tumbuh (medium) dan sumber nutrisi bagi mikroba. 

Selain itu, berdasarkan klarifikasi dari Astawan (1997) bahwa Reaksi yang terjadi selama proses fermentasi tidak lain merupakan proses dari penguraian senyawa-senyawa dengan molekul yang lebih besar khususnya protein yang menjadi senyawa yang lebih sederhana, sehingga lebih dengan gampang dalam mencerna, diserap dan dimanfaatkan oleh badan manusia. 

Tidak hanya itu, Astawan juga menyampaikan bahwa protein ikan yang akan terurai menjadi ke dalam bentuk peptida dan asam amino, sanggup terurai lanjut menjadi suatu senyawa yang mempunyai tujuan dan fungsi dalam pembentukan gambaran rasa khas setiap produk. 

Macam-macam teladan produk dari hasil fermentasi yakni terasi yang merupakan produk dari hasil perikanan yang terdiri atas tahapan proses dengan memakai materi baku yang mengalami perlakuan fermentasi. 

Adapun materi baku utama untuk menciptakan terasi udang yakni udang segar dan udang kering. Jenis materi baku yang dipakai yakni udang rebon. Sehingga kandungan hasil olahan perikanan dalam hal ini terasi mengandung protein terasi udang sekitar 27-30%, air 57-70% dan garam 15-20%. 

Tidak hanya itu, berdasarkan Rahayu (1992) fermentasi terbagi atas dua jenis yakni yang dikenal dengan "Fermentasi Spontan" dan "fermentasi tidak spontan". Hal yang dimaksud dengan fermentasi impulsif yakni fermentasi yang biasa dilakukan dengan memakai media penyeleksi, misalnya garam, asam organik, asam mineral, nasi atau pati. 

Tidak hanya itu, media penyeleksi tersebut akan menyeleksi basil patogan dan menjadi media yang bermanfaat bagi tumbuh kembang basil selektif yang membantu jalannya fermentasi. 

Selain itu, fermentasi tidak impulsif yakni fermentasi yang dilakukan dengan penambahan kultur organisme bersama dengan media penyeleksi sehingga tahapan proses fermentasi sanggup berlangsung lebih cepat. 

Pengertian Fermentasi Menurut Para Ahli

1. Pengertian Fermentasi Menurut Darwis dan Sukara 

Pengertian Fermentasi berdasarkan Darwis dan Sukara menyampaikan bahwa yang dimaksud fermentasi yakni proses secara aerob maupun anaerob yang menghasilkan jenis-jenis produk dengan melibatkan adanya kegiatan mikroba terkontrol. 

2. Pengertian Fermentasi Menurut Muchtadi dan Ayustaningworno 

Pengertian Fermentasi berdasarkan Muchtadi dan Ayustaningworno (2010) menyampaikan bahwa defini fermentasi secara teknik mempunyai arti bahwa fermentasi yakni sebagai suatu proses oksidasi anaerobik atau partial anaerobik karbohidrat yang menghasilkan alkohol serta beberapa asam, akan tetapi banyak proses fermentasi memakai subtrak protein dan lemak. 

3. Pengertian Fermentasi Menurut Suprihatin 

Pengertian Fermentasi berdasarkan Suprihatin (2010) bahwa yang dimaksud dengan Fermentasi yakni suatu proses perubahan kimia pada suatu substrat organik melalui kegiatan enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme.

4. Pengertian Fermentasi Menurut Jay 

Pengertian fermentasi berdasarkan Jay dkk. (2005), bahwa arti fermentasi yakni proses perubahan kimiawi, dari senyawa kompleks menjadi lebih sederhana dengan santunan enzim yang dihasilkan
oleh mikrobia. 

Sejarah Fermentasi: Asal Mula Fermentasi 

Fermentasi mengalami perjalanan yang panjang dalam menghasilkan suatu manfaat yang besar dalam kehidupan manusia. Macam-macam teladan hasil olahan fermentasi dengan fungsi dan tujuan tersendiri untuk kehidupan insan dimana fermentasi diawali dari Ahli kimia Perancis berjulukan Louis Pasteur. 

Louis Pasteur juga merupakan seorang zymologist yang pertama. Sejarah penemuannya Louis diawali pada tahun 1857. Pada tahun tersebut, Louis mengaitkan ragi dengan fermentasi. 

Menurut Louis Pasteur sebagai pertama kali dalam menemukan Fermentasi mengeluarkan pendapatnya berupa definisi fermentasi bahwa fermentasi yakni respirasi (pernapasan) tanpa udara. 

Ia menyampaikan bahwa "Saya beropini bahwa fermentasi alkohol tidak terjadi tanpa adanya organisasi, pertumbuhan, dan multiplikasi sel-sel secara simultan...... Jika ditanya, bagaimana proses kimia sampai menjadikan dekomposisi dari gula tersebut. Saya benar-benar tidak tahu.

Akan tetapi, sesudah munculnya jago kimia Jerman berjulukan Eduard Buchner yang merupakan pemenang Novel Kimia tahun 1907 berhasil menjelaskan bahwa fermentasi sesungguhnya diakibatkan oleh sekeresi dari rai yang ia sebut dengan Zymase. 

Penelitian yang dilakukan ilmuan Carlsberg (sebuah perusahaan bir) di Denmark semakin meningkatkan pengetahuan wacana ragi dan brewing (cara pembuatan bir). 

Ilmuan Carlsberg tersebut dianggap sebagai pendorong dari berkembangnya biologi molekular. Sejarah fermentasi terus berkembang sampai menghasilkan laba yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. 

Ciri-Ciri Fermentasi 

Berdasarkan klarifikasi fermentasi diatas, maka sanggup disimpulkan bahwa karakteristik ciri fermentasi adalah: 
  • Fermentasi terjadi ke dalam proses glikolisis
  • Energi (ATP) yang terbentuk lebih sedikit jikalau dibandingkan dengan Respirasi Aerob.
  • Terjadi pada organisme yang tidak membutuhkan oksigen bebas, ex: basil dan protista yang hidup di rawa, lumpur atau tempat-tempat lain yang tidak mengandung oksigen.
  • Tidak terjadi penyaluran elektron ke siklus krebs dan transpor electron.

Tujuan Fermentasi

Tujuan fermentasi secara khusus adalah:
  1. Mengendalikan pertumbuhan mikroba;
  2. Mempertahankan gizi yang dikehendaki;
  3. Menciptakan kondisi kurang memadai untuk mikrobia kontaminan.

Fungsi Fermentasi

Berdasarkan dari hasil klarifikasi akan tujuan fermentasi diatas, maka diketahui bahwa fermentasi mempunyai fungsi yang bermanfaat bagi masakan dan minum yang pada umumnya bagi kehidupan manusia. Adapun fungsi fermentasi tersebut adalah: 
  1. Dapat menyelamatkan masakan dari sejumlah duduk perkara masakan salah satu duduk perkara roti tidak mengembang. Akan tetapi dengan adanya ragi sehingga manfaat yang dihasilkan dimana roti sanggup mengemang
  2. Penganekaragaman pangan yang dengan adanya fungsi tersebut maka kebutuhan akan pangan menjadi lebih tercukupi.
  3. Dapat memperpanjang masa pemyimpanan misalnya dengan adanya basil Rhizopus oligoporus pada materi masakan kacang kedelai maka akan menghasilkan tempe yang tahan busuk lebih usang daripada yang tidak diberi basil tersebut.
  4. Meminimalkan kerugian; dengan masa penyimpanan yang bertambah panjang dengan adanya teknik fermentasi, maka kerugian akan berkurang.
  5. Menambah gizi masakan yang apabila dimanfaatkan maka gizi materi masakan akan terkendali atau bahkan menambah gizi masakan tersebut.

Manfaat Fermentasi

Berdasarkan dari pembagian terstruktur mengenai fermentasi pada tujuan dan fungsinya, maka sanggup disimpulkan bahwa fermentasi mempunyai manfaat yang diantararnya: 
  1. Manfaat hasil fermentasi sanggup menjadi jenis-jenis coontoh mempunyai kandungan zat gizi yang lebih tinggi, sehingga menguntungkan jikalau dikonsumsi.
  2. Selain itu, Produk hasil fermentasi juga mempunyai kelebihan disebabkan mengandung zat prebiotik yang bermanfaat bagi kesehatan badan manusia.
  3. Proses fermentasi bermanfaat dalam menghilangkan atau mengurangi zat antinutrisi.
  4. Adanya proses fermentasi menjadikan suatu produk masakan atau minuman mempunyai nilai hemat yang terbilang tinggi sehingga dalam taktik pemasarannya, banyak dijumpai hasil olahan fermentasi dijual di mana-mana.

Contoh-Contoh Hasil Fermentasi 

Terdapat bermacam-macam produk-produk hasil fermentasi dalam kehidupan manusia. Pada umumnya, produk hasil fermentasi mempunyai ciri dan amis yang khusus yang membedakan masakan dan minum biasanya. Berikut ini yakni beberapa teladan produk hasil fermentasi yang banyak ditemui dikehidupan kita: 

1. Roti

Tahapan proses pembuatan roti, umumnya dilakukan dengan cara menciptakan fermentasi biar gabungan tepung sanggup mengembang. Fermentasi roti dilakukan dengan tahapan yang menambahkan ragi pada gabungan tepung. Saat di dalam ragi, terdapat jamur Saccharomyces cerevisiae yang berfungsi dalam mengubah glukosa menjadi karbon dioksida. Karbon dioksida tersebut yang nantinya akan terperangkap dalam roti yang menciptakan roti terlihat sanggup mengembang.

2. Tape

Makanan yang biasa ditemukan ini, Tape yakni hasil proses fermentasi dengan sejumlah materi yang sanggup digunaka untuk menciptakan tape, misalnya singkong, ketan hitam, ketan putih dan lain sebagainya. 

3. Keju

Sama menyerupai yoghurt, keju merupakan hasil fermentasi dari produk susu. Akan tetapi, cara fermentasinya sedikit berbeda. Setelah diubah menjadi asam laktat, susu ditambahkan dengan suatu enzim renin biar menggumpal. Gumpalan susu ini nantinya diperas dan dipadatkan sehingga menghasilkan produk keju.

4. Oncom

Selain tempe, Oncom juga yakni teladan yakni masakan hasil fermentasi dari ampas tahu dengan memakai jamur yang dikenal Neurospora Sitophila yang memproduksi enzim yang menjadikan oncom sanggup lebih lunak dan empuk.

5. Yoghurt

Minuman ini, Yoghurt merupakan salah teladan hasil fermentasi basil asam laktat yang miliki kandungan laktosa dalam susu yang diubah menjadi asam laktat. Kondisi ini akan menciptakan susu mengalami pendadihan. Saat itu, sehingga dikumpulkan dan dikemas dalam bentuk yoghurt.

6. Bir

Minuman yang sanggup memabukkan ini, juga merupakan hasil fermentasi dengan memanfaatkan jamur Saccharomyces cerevisiae. 

7. Nata de coco

Makanan yang biasa disajikan dalam minuman ini merupakan teladan dari produk hasil fermentasi air kelapa. Fermentasi ini yang biasanya dilakukan oleh Acetobacter xylinum, sehingga sanggup mengubah glukosa menjadi polisakarida atau selulosa.

8. Tempe

Makanan ini, Tempe juga merupakan hasil fermentasi dari kacang kedelai dengan memakai jamur-jamur dari genus Rhizoporus.

Jenis-jenis Fermentasi 

  1. Fermentasi alkohol adalah suatu reaksi pengubahan glukosa menjadi etanol (etil alkohol) dan karbondioksida dimana organisme yang berperan yakni Saccharomyces cerevisiae (fermen) yang bermanfaat dalam memproduksi tape, roti atau minuman keras. reaksi kimia yang terjadi dalam fermentasi alkohol C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP
  2. Fermentasi asam laktat. fermentasi asam laktat ialah respirasi yang berlangsung pada sel binatang atau orang, dikala keperluan oksigen tidak tercukupi jawaban bekerja terlalu berat Di dalam sel otot asam laktat sanggup mengakibatkan indikasi kejang otot dan keletihan. Laktat yang terhimpun sebagai produk kotoran sanggup mengakibatkan otot lelah dan sakit, akan tetapi secara perlahan-lahan dibawa oleh darah ke hati untuk diganti kembali menjadi piruvat.
  3. Fermentasi asam cuka yakni suatu teladan fermentasi yang terjadi dalam kondisi aerob. Fermentasi ini dilakukan oleh basil asam cuka (acetobacter aceti) dengan substrat etanol. Daya yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari daya yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob.
Berdasarkan produk yang dihasilkan, fermentasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu (Belitz, 2009):
  1. Homofermentatif yakni jenis fermentasi yang produk jadinya hanya berupa asam laktat. Salah satu Contoh homofermentatif yakni proses fermentasi yang terjadi dalam pembutan yoghurt.
  2. Heterofermentatif merupakan macam fermentasi yang produk yang dihasilkan berupa asam laktat dan etanol sama banyak. Adapun Contoh heterofermentatif yakni proses fermentasi yang terjadi dalam pembuatan tape.
Selain berdasarkan produk yang dihasilkan, juga terdapat macam-macam jenis fermentasi berdasarkan proses yang dihasilkan oleh mikroba. Adapun jenis-jenis fermentasi dibagi menjadi tiga macam, diantaranya: 
  1. Fermentasi yang memproduksi sel mikroba (biomass). Produksi komersial dari biomass sanggup dibedakan menjadi produksi yeast untuk industri roti, dan produksi sel mikroba untuk dipakai sebagai masakan insan dan hewan.
  2. Fermentasi yang menghasilkan enzim dari mikroba. Secara komersial, enzim sanggup diproduksi oleh tanaman, hewan, dan mikroba, namun enzim yang diproduksi oleh mikroba mempunyai beberapa keunggulan yaitu, bisa dihasilkan dalam jumlah besar dan gampang untuk meningkatkan produktivitas bila dibandingkan dengan tumbuhan atau hewan.
  3. Fermentasi yang menghasilkan metabolit mikroba. Metabolit mikroba sanggup dibedakan menjadi metabolit primer dan metabolit sekunder. Produk metabolisme primer yang dianggap penting misalnya etanol, asam sitrat, polisakarida, aseton, butanol, dan vitamin. Sedangkan metabolit sekunder yang dihasilkan mikroba misalnya antibiotik, pemacu pertumbuhan, inhibitor enzim, dan lain-lain.



 pengertian fermentasi berasal bahasa latin  Gobekasi:  Pengertian Fermentasi, Tujuan, Jenis, Contoh & Manfaat Tahapan Prosesnya
Ilustrasi: Pengertian Fermentasi, Tujuan, Jenis, Contoh, & Manfaat Tahapan Prosesnya

Demikianlah gosip mengenai Pengertian Fermentasi, Tujuan, Jenis, Contoh, & Manfaat Tahapan Prosesnya. Semoga gosip ini sanggup bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam kehidupan masyarakat. Sekian dan Terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 
Gobekasi: Pengertian Fermentasi, Tujuan, Jenis, Referensi & Manfaat Tahapan Prosesnya Gobekasi: Pengertian Fermentasi, Tujuan, Jenis, Referensi & Manfaat Tahapan Prosesnya
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi: Pengertian Fermentasi, Tujuan, Jenis, Referensi & Manfaat Tahapan Prosesnya
Link Judul : Gobekasi: Pengertian Fermentasi, Tujuan, Jenis, Referensi & Manfaat Tahapan Prosesnya
Gobekasi: Pengertian Fermentasi, Tujuan, Jenis, Referensi & Manfaat Tahapan Prosesnya https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-pengertian-fermentasi-tujuan.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini