Gobekasi: Pengertian Kekuasaan, Jenis-Jenis, & Kekuasaan Berdasarkan Para Ahli
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi: Pengertian Kekuasaan, Jenis-Jenis, & Kekuasaan Berdasarkan Para Ahli

Ndaru Im
Sunday, November 25, 2018

Belajar ilmu politik, kerap beberapa orang mengalami kepusingan dengan sejumlah istilah yang berbeda. Istilah demikian seringkali ditemukan seperti, tirani, monarki, aristokrasi, oligarki, mobokrasi, demokrasi, konfederasi, federasi, parlementer, presidensial dan kesatuan.

Hal ini menjadikan suatu pertanyaan. Bagaimanakah kita harus mengkategorikan masing-masing dari istilah demikian?. Apa bedanya monarki dan parlementer? Sama atau bedakah pengertian antara tirani dengan monarki? dalam konteks apa kita berbicara terkait presidensil atau oligarki?. 

Hal demikian merupakan awal proses belajar, jangan kita suruh, melainkan harus terus maju dengan membaca. Berbicara terkait, tirani, oligarki, monarki, mobokrasi, demokrasi sanggup diartikan kita sedang berbicara mengenai jenis kekuasaan. Jika kita sedang berbicara pada federasi, konfederasi, kesatuan, maka alur pembicaraan kita mengenai bentuk Negara. 

Sebaliknya, bila kita membahas mengenai presidensial dan parlementer, maka sanggup dikatakan kita sedang berbicara soal bentuk pemerintahan. 

Jika kita ingin berbicara mengenai jenis kekuasan, maka sanggup dikatakan kita sedang berbicara mengenai apakah kekuasaan itu dipegang oleh satu tangan (mono), beberapa tangan atau orang (few), ataukah banyak tangan atau orang (many). 

Namun sebelum berbicara panjang lebar mengenai jenis-jenis kekuasaan atau pengertian kekuasaan berdasarkan para ahli. Mari pertama-tama kita melihat pengertian atau definisi kekuasaan itu. 

Pengertian Kekuasaan: Apa itu? 

Pengertian Kekuasaan - Kekuasaan yaitu kemampuan seseorang atau sekelompok orang dalam mensugesti pihak lain semoga mereka sanggup menuruti impian atau maksud si pemberi pengaruh. Dalam hal ini, pihak pemberi imbas sanggup berwujud, berupa mono, few, atau many. 

Sedangkan berbicara mengenai kasus bentuk Negara, maka sanggup disebutkan bahwa kita sedang membicarakan bagaimana sifat atau korelasi antara kekuasan pusat ketika diperhadapkan dengan daerah. 

Hubungan demikian sanggup disebut sebagai suatu korelasi vertikal. Dengan kata lain, sanggup diasumsikan bahwa hal demikian berada di atas tempat yang mana keberadaan pusat di 'atas' tersebut berbeda tingkatannya baik di Negara konfederasi, kesatuan dan federasi. 

Olehnya itu, berbicara terkait bentuk-bentuk pemerintahan, maka sanggup diartikan kita berbicara terkait kekuassan dalam arti horizontal antara lembaga-lembaga Negara, khususnya seputar korelasi antara legislative, dengan eksekutif. 

Dalam dogma trias politikan, legistlatif dan direktur itu yaitu suatu titik kesimbangan alias setara. Dimana legistlatif tidak lebih berkuasa dengan eksekutif, sebaliknya direktur tidak lebih berkuasa dengan legistlatif. Maksudnya legistlatif dan direktur tidak lebih berkuasa atau tidak lebih tinggi posisinya ketimbang yang lain. 

Dalam korelasi horizontal tersebut, maka akan menemui titik terperinci pembicaraan mengenai parlementer, presidensial dan juga adonan keduanya (hybrid). 

Pengertian Kekuasaan Menurut Para Ahli

1. Pengertian Kekuasaan Menurut Max Weber
Dalam kekuasaan ini, memakai teori kekuasaan Max Weber dan teori fungsional struktural talcoot parsons. weber mendefinisikan kekuasaan sebagai kemungkinan bagi seseorang untuk memaksakan orang-orang lain berperilaku sesuai dengan kehendaknya

2. Pengertian Kekuasaan Menurut Miriam Budiardjo
Pengertian kekuasaan berdasarkan miriam budiardjo yaitu kemampuan seseorang atau sekelompok insan untuk mensugesti tingkah lakunya seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa, sehingga tingkah laris itu menjadi sesuai dengan impian dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu (Miriam Budiardjo).

3. Pengertian Kekuasaan Menurut R.M. MacIver
Pengertian kekuasaan yaitu kemampuan untuk mengendalikan tingkah laris orang lain, baik secara pribadi dengan memberi perintah, maupun secara tidak pribadi dengan memper- gunakan segala alat dan cara yang tersedia (R.M. MacIver). 

Jenis-Jenis Kekuasaan 

1. Monarki dan Tirani
Secara etimologi, monarki berasal dari kata 'monarch' yang berarti raja, yaitu jenis kekuasaan politik di mana saja atau ratu sebagai pemegang kekuasaan mayoritas Negara (kerajaan). 

Pendukung monarki biasanya mengajukan pendapat bahwa jenis kekuasaan dipegang oleh satu tangna yang lebih efektif dalam membuat stabiltias atau consensus, dalam proses pembuatan kebijakan. 

Perbebatan yang bertele-tele, pendapat yang bermacam-macam atau persaingan antarkelompok dikurangi alasannya yaitu hanya terdapat satu kekuasaan dominan. 

Negara yang sanggup menerapkan jenis kekuassaan monarki, yang hingga ketika ini menerapkan jenis kekuasaan monarki diantaranya Negara-Negara ibarat Inggris, Belanda, Swedia, Luxemburg, Norwegia, Denmark, Muangthai, Belgia, Jepang dan Spanyol. 

Itulah contoh-contoh Negara yang menerapkan jenis kekuasaan monarki yang menjadi instrumen pemersatu yang cukup efektif. 

Maksud dari hal tersebut, contohnya sebagai symbol persatuan antara banyak sekali kelompok yang ada di masyarakat. Kita perhatikan Negara yang modern dan maju contohnya Inggris dan Jepang juga maisng menerapkan system demokrasi. 

Namun di Negara-Negara ini, penguasa monarki harus membuatkan kekuasaan dengan pihak lain, khususnya parlemen. Proses banyak sekali kekuasaan itu di teguhkan melalui konstitusi (undang-undang dasar). 

Oleh alasannya yaitu itu, monarki di periode Negara-Negara moden intinya tidak hanya bersifat simbolik (sekadar kepala Negara) dibandingkan dengan penentuan praktik pemerintahan sehari-hari contohnya di Inggris.

Di Negara monarki yang telah disebutka ndi atas, pihak yang relative lebih berkuasa dalam memilih jalannya pemerintahan yaitu dewan legislatif (legistlatif) dengan perdana menteri sebagai kepala pemerintahannya. 

Jenis monarki lainnya yang sekarang masih ada yaitu Arab Saudi. Negara ini suatu kerajaan dan raja yang mana sekaligus kepala Negara dan pemerintahannya bahkan mempunyai tugas besar dalam kuasa yudikatif. 

Kekuasaan raja dalam hal ini tidak dibatasi secara konstitusional, tidak ada partai politik dan juga oposisi di sana. Pola kekuasaan yang ada di Arab Saudi juga dikenal dengan sebutan sebagai Dinasi (Dinasti al-Arab), yang mana dalam hal pewaris raja yaitu keturunannya. 

Bentuk pemerintahan yang jelek di dalam satu tangan yaitu tirani. Tiran-tiran kejam yang pernah muncul dalam sejarah politik dunia ibarat Kaisar Nero, Caligula, Hitler, Stalin, atuapun Pol Pot di Kamboja. 

Walaupun Hitler atau Stalin memerintah di periode modern, akan tetapi jenis kekuasaan yang mereka jalankan pada hakikatnnya terkonsentrasi pada satu tangan dan juga sama sekali tidak mau membagi kekuasaan dengan pihak lainnya. 

Tidak hanya itu, mereka juga biasanya mempunyai sifat brutal baik terhadap rakyat sendiri mapun juga sebagai lawan politik. 

2. Aristokrasi dan Oligarki 
Dalam jenis kekuassaan monarki, raja atau ratu pada umumnya bergantung pada pemberian yang diberikan para penasihat dan birokrat. Jika kekuasaan lebih banyak ditentunkan oleh orang-orang ini (penasihat dan birokrat) maka jenis kekuasaan tidak lagi berada pada satu orang (mono) melainkan beberapa (few). 

Aristokrasi sendiri merupakan pemerintahan oleh sekelompok elit (few) dalam masyarakat, di mana mereka mempunyai status social, kekayaan, dan juga kekuasaan politik yang besar. 

Ketiga hal demikian dinikmati secara bebuyutan (diwariskan), menurun dari orang renta kepada anak. Jenis kekuasana aristokrasi demikian disebut juga sebagai jenis kekuasaan kaum darah biru (aristokrasi). 

Pada umumnya, terdapat kelas aristocrat yang mayoritas secara politik, maka di sana terdapat juga monarki. 

Di Indonesia pada masa awal kemerdekaannya dikatkana sebagai suatu jalan secara aristokrasi. Terdapat beberapa tokoh contohnya Sjahrir, Tan malaka, Soekarno, Sultan Abdul Hamid, Sultan Hamengkubowono, Iwa Kusuma Sumantri, dan Kasman Singodimedjo yang mana yaitu pimpinan nasional jawa yang mempunyai latar belakang sebagai aristokrat.

3. Demokrasi dan Mobokrasi
Jenis kekuasaan dipegang oleh seluruh rakyat, bukan oleh suatu yang dikatakan mono atau few, melainkan jenis kekuasaan yang disebut sebagai demokrasi.  Dalam sejarah politik, jenis kekuasaan demokrasi dikenal terdiri dari dua kategori. 

Yang mana dalam kategori pertama yaitu kategori demokrasi pribadi (Direct democracy) dan demokrasi perwakilan (Representative democracy). 

Demokrasi pribadi sanggup diartikan sebagai rakyat yang sanggup memerintah dirinya secara pribadi tanpa adanya suatu perantara. Salah satu dari pendukung demokrasi pribadi adalah Jean Jacques Rousseau. Hal ini dimana Rousseau mengemukan terdapat empat kondisi yang memungkinkan untuk pelaksanaan demokrasi langsung. 

Adapun berdasarkan Rousseau tetang pelaksanaan demokrasi tersebut yaitu sebagai berikut: 
  • Jumlah warga Negara harus kecil 
  • Pemilihan dan kemakmuran harus dibagi secara merata (hamper merata) 
  • Masyarakat harus homogen (sama) secara budaya. 
  • Terpenuhi di dalam masyarakat kecicl yang bermata pencaharian pertanian. 
4. Timokrasi 
Menurut Stanley Rosen, bahwa pengertian timokrasi yaitu jenis kekuasaan yang pernah disebutkan oleh Socrates, seorang filsuf Yunani. Pengertian timokrasi dirujuk Socrates dalam menggambarkan suatu resim pemerintahan Negara-kota Sparta. 

Konsep demikian mengacup pada 'tomcratic man,' yakni maksud dalam hal demikian yang gandrung akan kemenangan dan juga kehormatan. 

Timokrasi juga terletak pada posisi tengah antara aristokrasi dan juga oligarki. Selain itu juga disebutkan bahwa timokrasi yaitu aristokrasi yang mengalami kemerosotan ke arah jenis kekuasaan oligarki. 

5. Oldokrasi 
Tidak jauh bedah dengan pengertian mobokrasi. Olokgrasi yaitu siatusi Negara dalam anarki massa. Pemerintahan demikian tidak legal dan konstitusional. Akan tetapi, alasannya yaitu terdapat kelompok-kelompok massa yang disebut mempunyai senjata atau massa yang besar, maka mereka memerintah memanfaatkan rasa takut. 

6. Plutokrasi 
Plutokrasi yaitu jenis kekuasaan di mana Negara disetir oleh orang-orang kaya. Plutokrasi demikian ibarat dengan oligarki. Akan tetpai, plutokrasi sanggup terjadi bila kalau tercipta suatu kondisi ekstrem ketimpangan antara yang kaya dan juga yang miskin di dalam suatu Negara. 

Plutokrat (penguasa dalam plutokrasi) tidak hanya menguasai sumber dari ekonomi dan juga politik, akan tetapi juga sumber militer (pasukan, senjata, teknologi). 

Sedangkan dalam kondisi misalnya, plutocrat pada umumnya secara de facto lebih berkuasa dibandingkan dengan pemerintah resmi.

7. Kleptokrasi 
Pengertian Kleptokrasi yaitu jenis kekuasaan di mana pejabat publik memakai kekuasaannya di publik. Hal ini dilakukan dengan tujuan mencuri kekayaan negara atau disebut korupsi otomatis.

Kleptokrasi demikian juga disebut sebagai korupsi yang dilakukan oleh pegawapemerintah atau pejabat tingkat tinggi bahkan dilakukan secara sistematis dengan diuntungkan dari posisinya dengan cara mengalirkan dana publik ke dalam kantong-kantong pribadinya.



Demikian isu mengenai Pengertian Kekuasaan, Jenis-Jenis, & Kekuasaan Menurut Para Ahli. Semoga isu ini sanggup bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi pemangku kebijakan di negeri ini untuk membuat kepemimpinan yang mensejahterakan rakyat. Sekian dan Terima Kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.
Gobekasi: Pengertian Kekuasaan, Jenis-Jenis, & Kekuasaan Berdasarkan Para Ahli Gobekasi: Pengertian Kekuasaan, Jenis-Jenis, & Kekuasaan Berdasarkan Para Ahli
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi: Pengertian Kekuasaan, Jenis-Jenis, & Kekuasaan Berdasarkan Para Ahli
Link Judul : Gobekasi: Pengertian Kekuasaan, Jenis-Jenis, & Kekuasaan Berdasarkan Para Ahli
Gobekasi: Pengertian Kekuasaan, Jenis-Jenis, & Kekuasaan Berdasarkan Para Ahli https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-pengertian-kekuasaan-jenis.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini