Gobekasi: Pengertian Kompensasi, Tujuan, Komponen & Jenis-Jenis Kompensasi
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi: Pengertian Kompensasi, Tujuan, Komponen & Jenis-Jenis Kompensasi

Ndaru Im
Sunday, November 25, 2018

Pada dasarnya setiap perusahan ingin biar karyawannya mempunyai kepuasaan kerja yang dirasakan secara optimal dalam diri setiap karyawannya untuk melaksanakan suatu kiprah serta fungsi dalam perusahan. Hal ini bermanfaat untuk membantu proses mencapai tujuan perusahaan secara efektif. biar fungsi dan tujuan tersebut sanggup mempunyai manfaat yang besar, maka proteksi kompensasi berupa finansial dan juga nonfinansial kepada karyawan sangat penting untuk diupayakan oleh perusahaan.

Pengertian Kompensasi: Apa itu Kompensasi?

Pengertian Kompensasi - Kompensasi yaitu semua pendapatan yang berbentuk uang baik yang eksklusif maupun yang tidak eksklusif sebagai suatu imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Kompensasi yaitu total seluruh imbalan yang diterima oleh para karyawan atas dasar pengganti jasa yang telah mereka berikan. 

Kompensasi berdasarkan individu karyawan yaitu segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai suatu balas jasa atas banyak sekali bantuan tenaga dan juga pikiran yang telah di sumbangkan pada organisasi. Sedangkan dalam sudut organisasi perusahaan, kompensasi yaitu segala sesuatu yang telah diberikan kepada karyawan sebagai balasa jasa atau bantuan tenaga dan juga pikiran yang telah mereka sumbangkan kepada organisasi dimana mereka bekerja. 

Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai pengganti atas bantuan jasa mereka pada perusahaan. Pemberian kompensasi sebagai salah satu dalam pelaksanaan fungsi manajemen sumber daya insan yang bersahabat kaitannya dengan jenis-jenis proteksi penghargaan secara individual sebagai pertukaran dalam melaksanakan kiprah keorganisasian (Rivai, 2005: 357). 

Kompensasi mencakup pembayaran tunai secara langsung, imbalan tidak eksklusif dalam bentuk-bentuk benefit dan juga dalam bentuk pelayanan (jasa), dan isentif untuk menawarkan sebuah dorongan motivasi bagi setiap karyawan biar sanggup berfungsi untuk meningkatkan produktifitas yang lebih tinggi merupakan sebuah komponen penting dalam menentukan kekerabatan kerja. 

Hal ini sanggup bermanfaat, saat dikelola secara tepat, dan dicelah demikianlah kompensasi sanggup berfungsi dan bermanfaat dalam membantu organisasi dalam mencapai suatu tujuan, mendapatkan, memelihara dan juga mempertahankan pekerjaan-pekerjaan yang lebih produktif.  

Pengertian Kompensasi Menurut Para Ahli 

Agar kompensasi sanggup lebih jelas, dan mengarahkan kepada pengertian kompensasi yang substansial. Maka pendapat para andal dalam pengertian kompensasi sanggup menjadi pola dalam menawarkan sebuah pemahaman terkait definisi kompensasi. Adapun pengertian kompensasi berdasarkan para andal yaitu sebagai berikut..

1. Pengertian Kompensasi Menurut Martoyo (2007:116) 
Menurut Martoyo, bahwa pengertian kompensasi yaitu pengaturan keseluruhan proteksi balas jasa bagi employers maupun employees, bai ksecara eksklusif berupa uang (finansial) maupun yang tidak eksklusif berupa uang (nonfinansial). 

2. Pengertian Kompensasi Menurut Hasibuan (2008: 118) 
Menurut Hasibuan, bahwa definisi kompensasi yang diuraikannya, beropini bahwa pengertian kompensasi yaitu semua pendapatan yang berbentuk uang, barang eksklusif ataupun tidak eksklusif yang diterima karyawan dalam bentuk imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. 

3. Pengertian Kompensasi Menurut Sastrohardiwiryo (2005: 181) 
Menurut Sastrohardiwiryo, bahwa pengertian kompensasi yaitu imbalan jasa atau balasa jasa yang diberikan oleh perusahaan untuk para tenaga kerja, dimana tenaga kerja telah menawarkan sumbangan tenaga dan juga pikiran demi adanya sebuah kemajuan perusahaan biar sanggup berfungsi dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

4. Pengertian Kompensasi Mennurut Handoko
Menurut Handoko (dalam Gomez, 2003:129) bahwa pengertian kompensasi yaitu segala sesuatu yang diterima oleh pekerja sebagai suatu balas jasa atas kolaborasi mereka. 

5. Pengertian Kompensasi Menurut Rivai (2004: 357) 
Menurut Rivai, bahwa pengertian kompensasi yaitu sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai suatu pengganti bantuan jasa mereka pada perusahaan. 

6. Pengertian Kompensasi Menurut Marihot Tua Efendi 
Menurut Marhot Tua Efendi dalam bukunya yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia (2005: 244) bahwa definisi kompensasi yaitu keseluruhan balas jasa yang diterima oleh pegawai sebagai jawaban dari pelaksanaan pekerjaan di organisasi dalam bentuk uang atuapun lainnya, yang bisa berupa honor upah bonus insentif, dan juga sanggup berupa tunjangan lainnya contohnya tunjangan hari raya, uang cuti uang makan dan lain-lainnya. 

7. Pengertian Kompensasi Menurut Andrew E 
Menurut Andrew (Dalam Mangkunegara, 2009:83) bahwa pengertian kompensasi yaitu proses manajemen upah ataupun honor (kadang disebut kompensasi) melibatkan pertimbangan atuapun keseimbangan perhitungan. 

8. Pengertian Kompensasi Menurut Sofyandi (2008:157) 
Menurut Sofyandi, bahwa pengertian kompensasi yaitu suatu bentuk biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dengan impian biar perusahaan memperoleh suatu imbalan dalam bentuk prestasi kerja dari karyawan. 

9. Pengertian Kompensasi Menurut Soekidjo (2009: 142) 
Menurut Soekidjo, bahwa pengertian kompensasi yaitu segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai suatu balasa jasa untuk kerja ataupun dedikasi bagi mereka. 

10. Pengertian Kompensasi Menurut Panggabean 
Menurut Panggabean yang dikutip oleh Edy Sutrisno bahwa pengertian kompensasi yaitu setiap bentuk penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai balas jasa atas bantuan yang mereka berikan kepada organisasi. 

Berdasarkan pendapat para andal tersebut terkait pengertian kompensasi, maka ditarik sebuah kesimpulan bahwa pengertian kompensasi yaitu segala sesuatu yang diterima oleh karyawan, baik yang eksklusif atau tidak langsung, berupa gaji, upah, insentif, tunjangan, dll. 

Tujuan Kompensasi 

Tidak sedikit perkara Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas keluar sehabis diperoleh dengan susah payah jawaban sistem kompensasi yang kurang menarik, sehingga kompensasi demikian bertujuan bukan unuk memperoleh sumber daya insan yang berkualitas, akan tetapi untuk mempertahankan sumber daya insan (SDM).

Menurut Singodimejo, bahwa tujuan dalam proteksi kompensasi antara lain adalah
  • Menjamin sumber nafkah karyawan beserta keluarganya
  • Meningkatkan prestasi kerja, 
  • Meningkatkan harga diri para karyawan, 
  • Mempererat kekerabatan kerja antara karyawan, 
  • Mencegah karyawan meninggalkan perusahaan, 
  • Meningkatkan disiplin kerja 
  • Melaksanakan perundang-undangan, 
  • Perusahaan sanggup menawarkan teknologi baru 
Menurut Hasibuan (2010: 121) bahwa tujuan kompensasi yaitu sebagai berikut.. 
  • Ikatakan Kerja Sama. Pemberian kompensasi akan terjalin sebuah kolaborasi formal antara majikan dan juga karyawan. Dengan mengerjakan kiprah dengan baik, sedangkan pengusaha majikan wajib membayar kompensasi sesuai perjanjian yang telah disepakati. 
  • Kepuasan Kerja. Dengan adanya balas jasa, karyawan memenuhi suatu kebutuhan status sosial, fisik dan juga egoistiknya sehingga sanggup memperoleh kepuasan kerja dan juga jabatannya. 
  • Pengadaan Efektif. Program kompensasi ditetapkan cukup besar, pengadaan karyawan yang qualified untuk perusahaan sanggup lebih mudah. 
  • Motivasi. Balas jasa sanggup menawarkan cukup besar, manajer akan gampang untuk memotivasi bawahannya. 
  • Stabilitas Karyawan. Program kompensasi atau prinsip adil dan layak serta eksternal konsisten yang kompetitif sanggup menawarkan adanya sebuah stabilitas karyawan yang lebih terjamin alasannya yaitu adanya sebuah turnover yang relatif kecil. 
  • Disiplin. Dengan adanya suatu proteksi balas jasa yang cukup besar, maka bisa untuk menghadirkan adanya disiplin ilmu bagi segenap karyawan yang semakin baik. Mereka sanggup menyadari serta menaati suatu peraturan yang berlaku. 
  • Pengaturan Serikat Buruh. Kompensasi besar lengan berkuasa serikat buruh sanggup dihindarkan dan juga karyawan bisa untuk berkonsentrasi pada pekerjaannya. 
  • Pengaruh Pemerintah. Program kompensasi yang sesuai dengan undang-undang perburuan yang berlaku contohnya batas upah minimum, maka intervensi pemerintah bisa untuk dihindarkan.
Menurut Notoadmojo, bahwa terdapat beberapa tujuan kompensasi yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut..
  • Menghargai Prestasi Kerja. Pemberian kompensasi sebuah penghargaan organisasi terhadap prestasi kerja karyawan. 
  • Mendorong Keadilan. Kompensasi yang baik akan menjamin terjadinya keadilan antara karyawan dalam organisais. 
  • Mempertahankan Karyawan. Sistem kompensasi yang baik, para karyawan lebih survival bekerja pada organisasi itu. 
  • Memperbaiki Karyawan yang Bermutu. Sistem kompensasi yang baik dan juga menarik lebih banyak calon karyawan, berpeluang untuk menentukan karyawan yang terbaik. 
  • Pengendalian Biaya. Kompensasi yang baik, akan mengurangi seringnya rekrutmen, jawaban yang semakin seringnya karyawan yang keluar mencari pekerjaan lain yang lebih menguntungkan. 
  • Memenuhi Peraturan-peraturan. Sistem kompensasi yang baik sebagai hukum dari pemerintah. Suatu perusahaan yang baik dituntut adanya sebuah sistem manajemen kompensasi yang baik juga. 

Komponen Kompensasi

Terdapat beberapa komponen-komponen kompensasi. Adapun komponen tersebut yaitu sebagai berikut..
  1. Gaji. Gaji yaitu balas jasa berupa uang untuk diterima karyawan sebagai konsekuensi dari kedudukannya sebagai seorang karyawan yang menawarkan sumbangan tenaga dan fikiran dalam mencapai tujuan perusahaan. 
  2. Upah. Upah merupakan imbalan finansial eksklusif yang dibayarkan kepada karyawan berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan atuapun banyaknya pelayanan yang diberikan 
  3. Insentif. Insentif merupakan imbalan eksklusif yang diberikan kepada karyawan alasannya yaitu kinerjanya melebihi standar yang ditentukan. 
  4. Fasilitas. Fasilitas yaitu suatu kompensasi aksesori dalam menawarkan kenyamanan bagi karyawan.
Kompensasi total terdiri atas tiga komponen yang mempunyai macam-macam variasi, yaitu: 
  • Unsur yang fundamental yaitu kompensasi tetap diterima oleh karyawan secara teratur, baik berupa honor atuapun upah. 
  • Komponen total yang insentif, jadwal untuk dirancang memberi imbalan kepada karyawan atas kinerjanya yang baik. Insentif dalam bentuk ibarat bonus dan bagi untung. 
  • Komponen terakhir dari kompensasi total yakni tunjangan yang terkadang disebut dengan kompensasi tidak langsung. Tunjungan tersebut terdiri dari asuransi, liburan, kesehatan dan lain-lainnya. 
Sedangkan berdasarkan Patton bahwa dalam kebijakan kompensasi terdapat tujuh kriteria. Kompensasi seharusnya. 
  1. Memadai. Dalam tingkat yang minimal pemerintahan, manajerial dan serikat kerja harus dipenuhi. 
  2. Adil. Setiap orang harus diberi imbalan secara adil, sesuai atas usahanya, kemampuan, dan juga pelatihannya. 
  3. Seimbang. Gaji/upah, tunjangan dan juga penghargaan lainnya seharusnya memberi sebuah paket imbalan yang menyeluruh dan juga layak. 
  4. Efektif biaya. Gaji seharusnya dalam takarannya tidak berlebihan dan juga mempertimbangkan kemampuan suatu organisasi membayar. 
  5. Aman. Gaji/upah seharusnya cukup dalam membantu setiap karyawan yang mempunyai rasa kondusif dan juga nyaman untuk membantu dalam memenuhi setiap kebutuhan pokoknya. 
  6. Menyediakan insentif. Imbalannya seharusnya memotivasi kerja yang efektif dan juga produktif. 
  7. Dapat diterima karyawan. Karyawan seharsunya memahami suatu sistem imbalan dan juga merasa bahwa sistem demikian masuk nalar bagi perusahaan ataupun bagi dirinya. 

Jenis-Jenis Kompensasi 

Kompensasi sanggup digolongkan menjadi dua yaitu: 

1. Kompensasi Langsung
Pengertian kompensasi eksklusif yaitu kompensasi yang dirasakan secara eksklusif oleh penerimanya, contohnya gaji, insentif, dan juga upah. 
  • Gaji yaitu balas jasa yang diterima oleh karyawan sebagai suatu konsekuensi dari kedudukannya sebagai seorang karyawan yang sanggup menawarkan suatu sumbangan tenaga dan juga pikiran dalam mencapai suatu tujuan perusahaan. 
  • Upah yaitu kompensasi yang diterima oleh karyawan yang didasarkan pada jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan ataupun dari banyaknya pelayanan yang dihasilkan. 
  • Insentif yaitu kompensasi yang diberikan kepada karyawan tertentu, alasannya yaitu sanggup menjadi suatu keberhasilan prestasinya di atas standar tertentu. 
2. Kompensasi Tidak Langsung 
Pengertian kompensasi tidak eksklusif yaitu kompensasi yang tidak eksklusif dirasakan oleh karyawan, yakni benefit dan service (tunjangan pelayanan), Benefit dan service adalah kompensasi aksesori (financial atau non financial ) yang diberikan atas dasar kebijakan perusahaan terhadap keseluruhan karyawan atas perjuangan dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Program tunjangan karyawan sanggup bagi dalam tiga kategori yakni sebagai berikut.. 
  • Tunjangan menawarkan hasil (income) serta menawarkan peningkatan rasa kondusif bagi setiap kalangan karyawan yang membayar pengeluaran ekstrim atau luar basa yang dialami karyawan secara tidak terduga. 
  • Program tunjangan sebagai kesempatan karyawan. Meliputi pembayaran kuliah sampai hiburan, cuti, hari besar dan cuti bagi karyawan wanita yang hamil. 
  • Tunjangan untuk menjamin kenyamanan karyawan selama bekerja di perusahaan. Dalam hal ini tunjangan kendaraan kantor, ruang kantor yang nyaman bagi karyawan dan adanya kawasan parkir yang nyaman. 
Jenis-Jenis Kompensasi Menurut Gugup Kismono (2011: 178) 
Menurut Gugup Kismono bahwa kompensasi terdiri atas macam-macam kategori yakni sebagai berikut..
  • Kompensasi Finansial. Kompensasi finansial terbagi dua macam yaitu, kompensasi langsung yang berupa pembayaran upah (pembayaran atas tujuan jam kerjanya), honor (pembayaran secara tetap), dan insentif atau bonus. Sementara kompensasi tidak langsung yaitu berupa proteksi pelayanan dan kemudahan kepada karyawan contohnya jadwal beasiswa pendidikan, libur, perumahan dll. 
  • Kompensasi Non Finansial. Kompensasi yang terdiri atas dua macam yakni kepuasan dari pekerjaan itu sendiri dan kepuasaan yang diperoleh dari lingkungan kerja. Kepuasan dari lingkungan pekerjaan itu sendiri yaitu kepuasaan yang diberikan berupa tugas-tugas menarik, tanggung jawab, tantangan, rasa pencapaian, dan juga pengakuan. Sedangkan kepuasaan yang diperoleh dari lingkungan kerja karyawan berupa kebijakan yang sehat, supervisi yang kompeten, kerabat kerja yang menyenangkan, dan juga lingkungan kerja yang nyaman. 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kompensasi 

Sistem proteksi kompensasi oleh organisasi kepada karyawan sanggup dipengaruhi dengan banyak sekali faktor sebagai suatu tantangan setiap organisasi dalam menentukan kebijakan kompensasi bagi karyawannya. Adapun faktor-faktor yang menghipnotis kompensasi yaitu sebagai berikut..
  • Produktivitas. Organisasi berkeinginan untuk memperoleh laba baik berupa material atau non-material. 
  • Kemampuan untuk Membayar. Pemberian kompensasi tergantung dari bisa untuk membayar. Organisasi tidak menawarkan kompensasi tidak melebihi kemampuannya. 
  • Kesediaan untuk Membayar. Kesediaan ini besar lengan berkuasa atas budi proteksi kompensasi karyawannya. 
  • Suplai dan Permintaan Tenaga Kerja. Banyak tidaknya tenaga kerja di pasaran kerja, sanggup menghipnotis proteksi kompensasi. 
  • Organisasi Karyawan. Adanya organisasi karyawan tersebu akan besar lengan berkuasa terhadap kebijakan proteksi kompensasi. 
  • Peraturan dan Perundang-Undangan. Hal demikian akan membantu bidang perburuan (karyawan). Peraturan tersebut terang menghipnotis sistem proteksi kompensasi bagi setiap organisasi, baik pemerintah maupun swasta. 

Kriteria Pemberian Kompensasi

Kebijakan ini sanggup menawarkan kompensasi bagi perusahaan untuk berubah-ubah. Agar perubahan tersebut tidak menimbulkan kegoncangan bagi perusahaan, maka berdasarkan Notoatmodjo (2003:159), kriteria yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut..
  1. Biaya Hidup. Kriteria ini berorientasi kepada kebutuhan karyawan yang dipentingkan biar mempunyai produktivitas yang optimal. 
  2. Produktivitas. Meningkatkan produktivitas karyawan akan meningkatkan penghasilan organisasi. 
  3. Skala Upah atau Gaji Umum yang Berlaku. Kriteria yang terbilang sulit jikalau dilihat dari besar kecilnya organisasi tersebut. Namun, organisasi tersebut sanggup berkaca kepada organisasi yang setingkat secara umum untuk menawarkan kriteria proteksi kompensasi bagi karyawannya. 
  4. Kemampuan Membayar. Setiap organisasi memperhitungkan biaya yang dikeluarkan untuk membayar upah karyawannya, dikaitkan dengan keseluruhan organisasi. 
  5. Upah atau Gaji untuk Menarik, Mempertahankan dan Memotivasi Karyawan. Organisasi yang baik selalu menarik calon karyawan bekerja di dalamnya, serta mempertahankan karyawannya untuk betah bekerja didalamnya. 
Demikianlah isu mengenai Kompensasi. Semoga isu ini sanggup bermanfaat bagi kita semua biar bisa mendalami proteksi kompensasi untuk kesuksesan sebuah perusahaan, organisasi atau perjuangan anda dalam terciptanya sebuah keseimbangan yang baik antara perusahaan atau organisasi dengan karyawan atau anggota. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Referensi: 
Edy Sutrisno. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana Perdana Media Group. hlm: 181.  
H.M. Hasibuan. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara. hlm: 19.  
Simamora. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: STIE YKPN. hlm: 442.
H. Wayne Monde. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jilid 2 Edisi 10. Jakarta: Erlangga. 
Kaswan. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Keunggulan Bersaing Organisasi. YogyakartaL Graha Ilmu. hlm: 146.  
Rivai dan Ella.2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. hlm: 744-749.  
Nur Hidayah. 2012. Sistem Pemberian Kompensasi di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji di Jabal Rahmah Suraba. Skripsi: Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. hlm: 25. 
Gobekasi: Pengertian Kompensasi, Tujuan, Komponen & Jenis-Jenis Kompensasi Gobekasi: Pengertian Kompensasi, Tujuan, Komponen & Jenis-Jenis Kompensasi
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi: Pengertian Kompensasi, Tujuan, Komponen & Jenis-Jenis Kompensasi
Link Judul : Gobekasi: Pengertian Kompensasi, Tujuan, Komponen & Jenis-Jenis Kompensasi
Gobekasi: Pengertian Kompensasi, Tujuan, Komponen & Jenis-Jenis Kompensasi https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-pengertian-kompensasi-tujuan.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini