Gobekasi: Pengertian Napza, Dampak, Jenis, Contoh, Penyebab & Pencegahan Napza
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi: Pengertian Napza, Dampak, Jenis, Contoh, Penyebab & Pencegahan Napza

Ndaru Im
Saturday, November 24, 2018

Penyalahgunaan narkoba pada umumnya diawali oleh penggunaan yang sifatnya coba-coba atau sekedar mengikuti teman, dengan alasan atau tujuan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri, kelelahan, ketegangan jiwa, atau sebagai hiburan, dan pergaulan. Akan tetapi, Bila taraf coba-coba demikian tersebut dilanjutkan secara terus menerus akan menimbulkan pada dampak ketergantungan. Ketergantungan terhadap narkoba ini sehingga sejumlah macam-macam atau pola ganguan kesehatan jasmani dan rohani, yang lebih jauh sanggup menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan hingga pada janjkematian sia-sia.

Penyebaran narkoba dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Tidak sedikit kabar di social media atau di informasi online yang menyuguhkan pemberitaan terkait penyalahgunaan narkoba yang dilakukan secara ilegal di seluruh dunia. Peningkatan penyalahgunaan Narkoba ini menjadi wabah yang merasuki seluruh bangsa dan umat hingga berdampak pada jatuhnya korban. Dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) ini sanggup merusak fisik dan menyal korban.

Selain itu sanggup berkaitan dengan dilema sosial dan ekonomi, bahkan berdampak pada timbulnya penyakit contohnya HIV/AIDS. Kondisi demikian mengisyaratkan tugas sejumlah pihak dalam memperlihatkan pelayanan rehabilitasi yang penting untuk mengurangi dan menangguli sejumlah korban yang terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA. Dampak negatif penyalahgunaan dan pengedaran gelap narkoba atau NAPZA banyak menimbulkan kerugian biaya dari ekonomi, biaya sosial dan biaya manusia. 

Pengertian NAPZA: Apa itu NAPZA? 

Pengertian NAPZA - Istilah NAPZA diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RI. NAPZA yaitu kependekan atau kepanjangan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sesungguhnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi).

Selain itu, NAPZA  (narkotika, psikotropika dan materi adiktif lainnya) yang terdiri dari zat alami atau sintesis yang kalau dikonsumsi berdampak pada perubahan fungsi fisik dan psikis, serta kerugian berupa ketergantungan (BBN,2009). NAPZA atau Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya yaitu berupa macam-macam zat yang kalau masuk dalam badan insan akan menghipnotis system saraf sentra (SPP) sehingga berdampak pada perubahan acara mental, sikap penggunanya, emosional dan menimbulkan ketagihan dan ketergantungan terhadap zat tersebut (Hidayat, 2005). 

Menurut Kemenkes RI (2010) bahwa pengertian NAPZA yaitu zat yang memengaruhi struktur atau fungsi beberapa pecahan badan orang yang mengonsumsinya. Selain itu, manfaat mauun risiko penggunaan NAPZA bergantung dari pada beberapa banyak, seberapa sering, cara menggunakannya, dan bersamaan dengan obat atau NAPZA lain yang dikonsumsi. 

Penyalahgunaan narkoba bukan lagi merupakan kejahatan tanpa korban (victimless crime), melainkan sudah merupakan kejahatan yang memakan banyak korban dan peristiwa berkepanjangan kepada seluruh ummat manusia. Bahkan dampak penyalahgunaan NAPZA jugadapat dikategorikan sebagai sebuah bencana. Ketua Umum Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat), Henry Yosodiningrat mengemukakan,“Seperti sering saya katakan, kondisi Indonesiasekarang sudah dalam peristiwa narkoba. Bukan lagi sekedar darurat, tapi dalam peristiwa narkoba”(dalam Muhaimin, 2012).

Pengertian NAPZA Menurut Para Ahli

Adapun pengertian NAPZA yaitu sebagai berikut:..

1. Pengertian NAPZA Menurut Andi M. Yusuf
Menurut Andi M. Yusuf dalam pemaparannya dalam training Capacity Building bagi pengelola, pendidik sebaya dan konselor sebaya menyampaikan bahwa Napza mangandung zat psikoaktif yang masuk ke dalam dan bekerja pada otak dan sanggup menghipnotis mood (perasaan), pikiran, persepsi, bahkan hingga prilaku penggunanya.

2. Pengertian NAPZA Menurut Budiarta (2002)
Menurut Budiarta (2000) NAPZA merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman,  baik sintetis maupun semisintetis yang sanggup menimbulkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi bahkan menghilangkan rasa nyeri dan sanggup menimbulkan ketergantungan

3. Pengertian NAPZA Menurut Rojak (2005) 
Menurut Rojak bahwa NAPZA yaitu jenis obat atau zat yang mempunyai kegunaan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan ibarat terapi, contohnya yaitu morfin, opium, sabu-sabu (amfetamina), PCP (halusinogen) dan lain-lain. 

4. Pengertian NAPZA Menurut Yatim
Menurut pendapat Yatim (dalam Buletin Psikologi, 1998) bahwa NAPZA yaitu keseluruhan jenis obat yang berdampak/menyebabkan ketergantungan, yakni Narkotika sekelompok obat yang bersifat menenangkan syaraf dan mengurangi rasa sakit, Depresants

Macam-Macam NAPZA 

Sebagaimana yang diketahui bahwa arti NAPZA merupakan kepanjangan dari Narkotika, Psikotropika, dan materi adiktif lainnya. NAPZA terdiri dari jenis-jenisnya dibagi dalam beberapa kelompok. Adapun macam-macam NAPZA antara lain: 

A. Macam-Macam NAPZA: Narkotika
Narkotika yaitu salah satu jenis dari NAPZA. Pengertian Narkotika yaitu zat atau obat yang berasal dari flora atau bukan tanaman, baik sintesis maupun bukan sintesis, yang sanggup menimbulkan penurunan ataupun juga perubahan kesadaran dan juga hilangnya rasa.

Narkotika mempunyai daya adiksi yang berdampak pada adanya ketergantungan. Narkotika mempunyai daya adiksi (ketagihan) yang begitu berat. Narkotika mempunyai daya toleran (penyesuaian) atau dan daya habitual (kebiasaan) yang sangat tinggi. Demikian ketiga sifat-sifat Narkotika yang memperlihatkan dampak dan penyebab pada pemakai Narkotika.

Berdasarkan Undang-Undang No.35 Tahun 2009, yang menjelaskan mengenai macam-macam atau jenis-jenis Narkotika. Dalam aturan tersebut, Narkotika dibagi dalam 3 jenis kelompok diantaranya: 
  1. Narkotika Golongan I. Arti dari jenis Narkotika ini yaitu sangat berbahaya yang mempunyai daya adiktif sangat tinggi yang tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan apapun, kecuali untuk penelitian atau pengembangan ilmu pengetahuan. Contoh narkotika golongan I yaitu ganja, heroin, kokain, opium, morfin dll.
  2. Narkotika Golongan II. Maksud dari Narkotika Golongan II yaitu narkotika yang mempunyai daya adiktif berpengaruh akan tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh-contoh dari Narkotika Golongan II yaitu betametadol, petidin dan turunannya serta benzetidin dan dll.
  3. Narkotika Golongan III. Arti dari narkotika jenis ini yaitu narkotika yang mempunyai daya adiktif ringan, akan tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian diantaranya menguntungkan bagi masyarakat yang contohnya ibarat kodein dan turunannya.
B. Macam-Macam NAPZA: Psikotropika
Psikotropika merupakan jenis-jenis NAPZA yang berupa zat atau obat bukan narkotika, baik alamian maupun juga sintesis, yang mempunyai khasiat atau manfaat sebagai psikoaktif melalui adanya imbas selektif pada susunan saraf sentra sehingga menimbulkan atau berdampak adanya perubahan khas pada acara normal dan perilaku. Arti Psikotropika juga bermaksud sebagai obat yang dipakai oleh dokter untuk mengobati gangguan jiwa. 

Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1997 yang menjelaskan mengenai macam-macam atau jenis-jenis Psikotropika. Dalam aturan tersebut, Psikotropika dibagi dalam 3 jenis kelompok diantaranya: 
  1. Psikotropika Golongan I. Arti Psikotropika jenis demikian yaitu jenis NAPZA yang mempunyai daya adktif yang kuat, yang sejauh ini belum diketahui keuntungannya untuk pengaobatan dan masih dalam kajian penelitian. Contohnya yaitu ekstasi, MDMA, STP dan LSD.
  2. Psikotropika Golongan II. Psikotropika jenis ini yaitu jenis NAPZA dengan adiktif berpengaruh yang mempunyai manfaat untuk pengobatan dan penelitian. Adapun pola jenis ini yaitu metakualon, amfetamin, dan metamfetamin dll.
  3. Psikotropika Golongan III. Maksud Psikotropika Golongan demikian yaitu psikotropika dengan daya adiksi sedang dan mempunyai manfaat bagi masyarakat khususnya dalam hal pengobatan dan penelitian. Contohnya yaitu fleenitrazepam, lumibal, dan buprenorsina.
  4. Psikotropika Golongan IV yaitu jenis psikotropika yang mempunyai daya adiktif ringan dan mempunyai kegunaan dalam hal pengobatan dan penelitian. Contohnya diazepam, nitrazepam (BK, dumolid, dan mogadon) dll. 
C. Macam-Macam NAPZA: Bahan Adiktif Lainnya
Golongan adiktif lainnya yaitu zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang sanggup menimbulkan ketergantungan. Contohnya, Rokok, Kelompok alkohol  dan minuman lain yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan. Thinner dan zat-zat lain, ibarat lem kayu, penghapus cair, aseton, cat, bensin, yang bila dihisap, dihirup, dan dicium, sanggup memabukkan. 

Penyebab Penyalahgunaan NAPZA ( Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya)

Penyebabnya sangatlah kompleks akhir interaksi aneka macam faktor :

A. Faktor individual 
Kebanyakan dimulai pada ketika remaja, alasannya pada cukup umur sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri – ciri cukup umur yang mempunyai resiko lebih besar memakai NAPZA :
  • Cenderung memberontak
  • Memiliki gangguan jiwa lain, contohnya : depresi, cemas.
  • Kemampuan komunikasi yang rendah
  • Putus sekolah
  • Mudah kecewa, bernafsu dan destruktif
  • Murung, pemalu, pendiam
  • Merasa bosan dan jenuh
  • Kurang menghayati keyakinan dan kepercayaan.
  • Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada
  • Kurang percaya diri
  • Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan
  • Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode
  • Identitas diri kabur
B. Faktor Lingkungan 
Faktor lingkungan mencakup faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah, sahabat sebaya, maupun masyarakat.
1. Lingkungan Keluarga :
  • Hubungan kurang harmonis
  • Orang renta otoriter
  • Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya
  • Kurangnya kehidupan beragama.
  • Komunikasi orang renta dan anak kurang baik
  • Orang renta yang bercerai, kawin lagi
  • Orang renta terlampau sibuk, acuh
2.Lingkungan Teman Sebaya :
  • Berteman dengan penyalahguna
  • Tekanan atau ancaman dari teman.
3. Lingkungan Sekolah :
  • Sekolah yang kurang disiplin
  • Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk berbagi diri secara kreatif dan positif
  • Adanya murid pengguna NAPZA.
  • Sekolah terletak akrab daerah hiburan
4. Lingkungan Masyarakat / Sosial 
  • Lemahnya penegak hukum
  • Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.
Faktor – faktor tersebut diatas memang tidak selalu menciptakan seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi makin banyak faktor – faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA. 

Dampak Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya) 

Penyalahgunaan NAPZA sangat memperlihatkan efek/dampak yang buruk. NAPZA menjadikan adiksi (ketagihan) yang berakibat pada ketergantungan. Menurut Hawari, hal demikian sanggup terjadi karena sifat-sifat narkoba yang menimbulkan (Azmiyati, SR, 2014): 
  1. Menyebabkan impian yang tidak sanggup menciptakan pengguna (korban) tidak tertahankan (an over powering desire) terhadap zat yang dimaksud dan kalau perlu dengan jalan apapun untuk memperolehnya.
  2. Kecendrungan untuk menambahkan takaran atau takaran dengan toleransi tubuh.
  3. Menyebabkan ketergantungan psikologis, yaitu pemakaian zat dilarang akan berdampak pada timbulnya gejala-gejala kejiwaan, ibarat kegelisahan, kecemasan, depresi, dan sejenisnya.
  4. Menyebabkan ketergantungan fisik yaitu apabila pemakaian zat dilarang akan menimbulkan tanda-tanda fisik yang dinamakan tanda-tanda putus obat (withdrawal symptoms)
Dampak penyalahgunaan NAPZA

1. Jasmaniah
  • Gangguan pada paru-paru; penitikberatan fungsi pernafasan, pengerasan jaringan paru-paru
  • Gangguan pada kulit; alergi nanah pernanahan 
  • Gangguan pada hemopeotik gastrointestinal, penurunan fungsi sistem reproduksi,gagal 
  • Gangguan pada sistem syaraf; kejang-kejang,halusinasi,gangguan kesadaran,kerusakan syaraf 
  • Gangguan pada jantung dan pembuluh darah; imfeksi akut jantung gangguan peredaran darah ginjal,gangguan pada otot dan tulang serta berpotensi tertular HIV-AIDS
2. Kejiwaan
  • Intoksitasi (keracunan) tanda-tanda dimana seseorang telah mencicipi imbas penggunaan narkobanya
  • (Mabuk)
  • Toleransi istilah yang dipakai untuk memperlihatkan kebutuhan zat seseorang yang lebih banyak untuk memperoleh imbas yang sama sehabis pemakaian berulang.
  • Withdrawal Syndrome (gejala Putus Zat) biasa dikenal oleh pecandu dengan sebutan sakau tanda-tanda ini akan hilang kalau menggunakan
  • Depedensi (ketergantungan) keadaan dimana seseorang selalu membutuhkan zat tertentu (Kecanduan )
3. Dampak Sosial
Berbagai penelitian telah menandakan bahwa prosentase kriminalitas yang terjadi lebih besar di timbulkan oleh penyalahgunaan zat psikoaktif yang sanggup meningkatkan sikap bernafsu seseorang baik fisik maupun psikis.

Pencegahan dan Penanggulangan NAPZA 

Penyuluhan NAPZA yaitu semua upaya secara sadar dan berencana yang dilakukan untuk memperbaiki sikap manusia, sesuai prinsip-prinsip pendidikan, yakni pada tingkat sebelum seseorang memakai NAPZA, biar bisa mengghindari dari penyalahgunaan. Sasaran dari upaya ini yaitu orang-orang dengan risiko tinggi yang mempunyai dilema yang tidak bisa dipecahkan sendiri, sehingga dalam kehidupannya sering mencari pemecahan keliru, ibarat sikap untuk kepuasan sementara melalui penggunaan NAPZA (Badri M, 2013).

Pengetahuan merupakan factor penyalahgunaan NAPZA, dimana pengetahuan akan menghipnotis tindakan apa yang akan beliau ambil. Dalam penelitian yang dilakukan Wishesa didapatkan hasil bahwa terdapat kekerabatan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan penyalahgunaan narkoba. 

Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) merupakan jadwal yang dicanangkan oleh pemerintah melalui BNN tahap tahun 2011-2015 dengan tujuan mengendalikan penyalahgunaan NAPZA. P4GN ini dilaksanakan untuk menjadikan 97,2% penduduk Indonesia imun terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan 2,8% penduduk Indonesia (penyalahguna narkoba) secara sedikit demi sedikit menerima layak.

Pengertian NAPZA, Dampak, Jenis, Contoh, Penyebab & Pencegahan NAPZA 

Selain itu, terdapat langkah atau prosedur sederhana dalam menanggulangi dan pencegahan jatuhnya korban akhir penyalahgunaan NAPZA. Cara demikian sanggup diterapkan sejumlah orang atau kalangan dengan langkah sederhana namun massif, maka paling tidak jatuhnya korban akhir NAPZA sanggup dikurangi di Indonesia. Adapun upaya sederhana diantaranya: 
  1. Membantu orang baik dalam hal materi atau dll untuk membangkitkan semangat hidup atau kualitas hidup sehingga permasalahan yang banyak ditemui di kehidupan kerja atau di rumah sanggup teratasi.
  2. Melakukan gaya hidup yang sanggup memacu diri untuk menekan atau mengurangi tingkat stress. Hal itu terjadi karena salah satu penyebab penyalahgunaan NAPZA yaitu tidak mampunya insan untuk keluar dari masalahnya dan mengambil jalan pintas.
  3. Memasang Poster atau sejumlah selebaran untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan bagi segenap masyarakat untuk terus berperilaku baik dan mengikuti aturan demi hidup yang bahagia.
  4. Melakukan test Urine baik itu untuk segenap kalangan masyarakat umum dan juga bagi para pekerja di perusahaan secara berkala. 
Demikianlah informasi ini. Semoga informasi mengenai Pengertian NAPZA, Dampak, Jenis, Contoh & Pencegahan NAPZA sanggup menggugah teman-teman untuk terus meningkatkan gaya hidup dan juga kualitas hidup demi kebahagiaan ketika ini dan juga akan datang. Sekian dan terima kasih. 
Gobekasi: Pengertian Napza, Dampak, Jenis, Contoh, Penyebab & Pencegahan Napza Gobekasi: Pengertian Napza, Dampak, Jenis, Contoh, Penyebab & Pencegahan Napza
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi: Pengertian Napza, Dampak, Jenis, Contoh, Penyebab & Pencegahan Napza
Link Judul : Gobekasi: Pengertian Napza, Dampak, Jenis, Contoh, Penyebab & Pencegahan Napza
Gobekasi: Pengertian Napza, Dampak, Jenis, Contoh, Penyebab & Pencegahan Napza https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-pengertian-napza-dampak-jenis.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini