Gobekasi: Pengertian Wesel, Unsur, Syarat, & Macam-Macam Wesel
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi: Pengertian Wesel, Unsur, Syarat, & Macam-Macam Wesel

Ndaru Im
Sunday, November 25, 2018

Secara etimologi, pengertian wesel berasal arti istilah belanda "Wesel". Arti dari Wessel ini merupakan kesamaan dalam bahasa inggris yang disebut dengan 'Bill Of Exchange", Sedangkan dalam bahasa prancis, arti kata Wesel disebut dengan "Letter de Change".

Sedangkan dalam pengertian Wesel dalam KUHD tidak memperlihatkan definisi, akan tetapi, terdapat syarat-syarat yang telah menjelaskan definisi dari Wesel.

Pengertian Wesel berdasarkan KUHD yang menjelaskan bahwa arti dari surat wesel yaitu surat yang memuat kata wesel yang diterbitkan dengan adanya tanggal dan daerah tertentu dengan mana penerbit memerintahkan tanpa ada syarat kepada yang tersangkut untuk membayar adanya sejumlah uang tertentu kepada pemegang atau pengggantinya, pada tanggal dan waktu tertentu. 

Pengertian surat Wesel Menurut Para Ahli 

Menurut Mahmoeddin, pengertian surat wesel yaitu sejenis surat berharaga dan termasuk surat tagihan orang, serta merupakan suatu perintah tertulis yang tidak bersyarat dari penanda tangan (penarik) kepada seseorang atau bank (tertarik) untk membayar tanpa syarat suatu jumlah uang tertentu kepada orang atau pihak tetentu atau orang yang ditunjuk olehnya kepada pembawa. 

Unsur-Unsur Wesel

Berdasarkan pengertian tersebut, diketahui bahwa surat wesel mempunyai unsur-unsur sebagai berikut:

a. Surat berharga yang bertanggal dan mencantumkan daerah penerbitannya.
b. Merupakan perintah tanpa adanya syarat untuk membayar sejumlah uang.
c. Pihak-pihak yang terkait yaitu penerbit, tersangkut atau tertarik, penerima, pemegang dan endosen. 

Syarat-Syarat Wesel Menurut 100 KUHD 

Adapun terkait wesel di Indonesia diperkenalkan oleh para pedagang bangsa asing, sedangkan untuk hukum yang tercantum dalam buku ke VI KUHD berdasalkan pasal 1000 sampai dengan pasal 173. Surat wesel harus berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan pada pasal 100 KUHD.

Adapun syarat biar dikatakan sebagai Wesel:
  1. Kata "Surat Wesel" yang dimuat dalam teks dan dituliskan dalam bahasa yang dipakai untuk menulis wesel tersebut.
  2. Adanya perintah tidak bersyarat dalam membayar sejumlah uang tertentu.
  3. Nama pembayar/tertetarik/betrolene/drawee
  4. Tanggal pembayaran
  5. Penetapan daerah dimana pembayaran dilakukan.
  6. Nama orang atau pihka kepada siapa, atau pihak lain yang ditnjuk olehnya, pembayaran harus dilakukan/nemer.
  7. Tanggal dan daerah wesel ditarik/diterbitkan.
  8. Tanda tangan penerbit.
Sejumlah syarat yang berjumlah 8 tersebut, selalu tercantum dalam surat wesel. Jika demikian tidak terpenuhi dari salah satu syarat dari surat wesel,, maka sanggup dikatakan tidak berlaku kecuali dalam hal-hal sebagai berikut:.. 
  1. Kalau tidak ditetapkan dhari bayarnya maka wesel itu dianggap harus dibayar pada hari ditunjukkannya (wesel unjuk).
  2. Kalau tidak ditetpakan daerah pembayarannya yang dtulis disamping nama tertarik dianggap sebagai daerah pembayaran dari daerah dimana tertarik berdomisili.
  3. Kalau tidak disebutkan daerah wesel itu ditarik, maka daerah yang disebutkan tersebut disamping penarik diangggap daerah tertariknya wesel itu. 

Macam-Macam Wesel

Macam-macam wesel sebagaimana diatur dalam KUHD, wesel tersebut dibagi dalam beberapa macam hal antara lain sebagai berikut..

a. Surat Wesel atas Pengganti Penerbit (pasal 102 ayat 1 KUHD)

Wesel atas pengganti penerbit yaitu wesel yang diteribitkan dengan menunjuknya sendiri sebagai pemegang yang pertama, sehingga penerbit dan pemegang yang pertama yaitu orang atau pihak yang sama.

b. Wesel atas Penerbit Sendiri (pasal 102 ayat 2 KUHD) Wesel ini yaitu wesel yang diterbitkan dengan menajdikan penerbitnya sebagai tersangkut atau dengan kata lain penerbit menunjuk dirinya sendiri sebagai tersangkutnya sehingga penerbit dan tersangkut merupakan pihak yang sama.

c. Wesel untuk Perhitungan Orang Ketiga (Pasal 102 ayat 3 KUDH)
Maksud dari wesel dalam hal ini untuk perhitungan orang ketiga yaitu wesel yang diterbitkan atas perintah orang ketiga yang pembayarannya dibebankan kepada rekeningnya pihak ketiga. Padaumumnya pihak penerbit yaitu bank.

d. Wesel Inkaso atau Wesel untuk Menagih (pasal 102a ayat 1 KUHD)
Wesel inkaso yaitu wesel yang diterbitkan dengan tuuan untuk memperlihatkan kuasa kepada pemegang pertama untuk menagih sejumlah uang dari tersangkut dan tidak dimaksudkan untuk dipindahtangankan atau diperjualbelikan.

e. Wesel Berdumisili (pasal 103 KUHD)
Wesel berdumisili berarti wesel yang diterbitkan dengan cara yang dilakukan dengan pembayarannya ditentukan pada daerah tinggal dari pihak ketiga (baik di daerah tinggal tersangkut maupun dari daerah lain). Tujuan utamanya yaitu dengan mempermudah pembayaran.

f. Wesel Berdumisili Blangko (pasal 126 KUHD)
Yang dimaksud dengan wesel berdumisili blangko yaitu wesel yang diterbitkan melalui dengan ketentuan pembayaran yang dilakukan "ditempat lain", yang mempunyai perbedaan dengan daerah berdimilisi yang bersangkutan.

Padal wesel ini tidak ditunjuk nama dan juga daerah yang membayar. Baru pada dikala wesel yang tersebut diakseptasi akan ditunjuk nama dan daerah pembayran oleh akseptan.

Demikianlah warta mengenai Pengertian Wesel, Unsur, Syarat, & Macam-Macam Wesel.


Semoga warta ini sanggup menambah cakwarawal pengetahuan kita dan bermanfaat kehidupan sekitar. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 
Gobekasi: Pengertian Wesel, Unsur, Syarat, & Macam-Macam Wesel Gobekasi: Pengertian Wesel, Unsur, Syarat, & Macam-Macam Wesel
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi: Pengertian Wesel, Unsur, Syarat, & Macam-Macam Wesel
Link Judul : Gobekasi: Pengertian Wesel, Unsur, Syarat, & Macam-Macam Wesel
Gobekasi: Pengertian Wesel, Unsur, Syarat, & Macam-Macam Wesel https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-pengertian-wesel-unsur-syarat.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini