Gobekasi Penyakit Kejang Demam Pada Anak Dan Bayi
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Penyakit Kejang Demam Pada Anak Dan Bayi

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Ilmu Kesehatan Anak: penyakit kejang demam pada anak dan bayi. Nomor ICPC II peyakit ini ialah N07 Convulsion/ Seizure. Nomor ICD X yaitu R56.0 Febrile convulsions. (Anda sanggup melihat lebih lengkap pada kode ICD X. Penyakit ini ialah tingkat 4A pada tingkat kompetensi dokter.

penyakit kejang demam pada anak dan bayi gobekasi Penyakit Kejang Demam Pada Anak dan Bayi
waspada anak demam

Permasalahan Kesehatan
Penyakit kejang demam (KD) ialah suatu bangkitan kejang yang timbul jikalau terjadi kenaikan suhu tubuh (suhu rektal lebih dari 38 C) yang diakibatkan oleh suatu proses pada ekstrakranial. Kejang ini jelas berhubungan dengan demam, dengan tidak dijumpai bukti adanya nanah intrakranial atau penyebab lain.


Seputar Penyakit Kejang Demam Pada Anak dan Bayi

Anamnesis Pada Kejang Demam Anak dan Bayi

Keluhan
Keluhan yang paling utama ialah kejang. Anamnesis sanggup dimulai dari riwayat penyakit sampai tercetusnya kejang untuk mencari kemungkinan adanya penyebab atau faktor pelopor kejang. Biasanya kejang demam terjadi pada anak dan hal ini berlangsung pada awal demam akut. Kejang sanggup berupa serangan kejang klonik umum atau tonik-klonik, berlangsung singkat dan tidak adanya tanda-tanda gangguan neurologi paska kejang. Sangat penting untuk menanyakan riwayat kejang sebelumnya, keadaan medis lain yang berhubungan, obat-obatan, riwayat trauma, tanda-tanda infeksi, keluhan neurologis, nyeri atau cedera akhir kejang.

Faktor Risiko Kejang Demam Pada Anak dan Bayi

A. Demam
1. Demam yang kuat pada KD, akibat:
  • Infeksi pada saluran pernafasan
  • Infeksi pada saluran pencernaan
  • Infeksi pada saluran kencing
  • Roseola infantum
  • Paska mendapat imunisasi
2. Derajat demam:
  • 75% yang menderita kejang demam mempunyai suhu ≥ 39 C ketika onset
  • 25% yang menderita kejang demam mempunyai suhu > 40 C ketika onset
B. Usia

  1. Biasanya kejang ini terjadi pada usia 6 bulan – 6 tahun. Pikirkan kemungkinan gangguan lain jikalau usia anak lebih dari enam tahun ketika serangan.
  2. Insiden terjadinya kejang pada usia 17 – 23 bulan.
  3. Kejang demam yang terjadi pada usia sebelum 5 – 6 bulan mungkin disebabkan oleh adanya nanah sistem saraf pusat SSP.
  4. Kejang demam yang timbul diatas umur 6 tahun, perlu dipertimbangkan febrile seizure plus (FS+).
C. Gen
  • Risiko meningkat sebanyak 2 – 3 kali jikalau terdapat saudara juga mengalami kejang demam.
  • Risiko meningkat sebanyak 5% jikalau terdapat orang bau tanah juga menderita kejang demam.

Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Pada Kejang Demam Pada Anak dan Bayi

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik sanggup dimulai dari tanda-tanda vital, melihat tanda-tanda adanya cedera akut pada kepala, timbulnya kelainan sistemik, paparan materi toksik infeksi, atau ditemukan adanya gangguan neurologis fokal. Bila ditemukan adanya penurunan kesadaran maka dibutuhkan investigasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor penyebab.

Pemeriksaan Penunjang
Untuk mengidentifikasi faktor penyebab dan komplikasi kejang demam pada anak, dibutuhkan beberapa investigasi penunjang sebagai berikut:
  • Laboratorium darah, seperti: kadar gula darah, hitung jenis darah, dan elektrolit. Pemeriksaan menyerupai ini direkomendasikan pada pasien dengan onset kejang pertama.
  • Pemeriksaan urin dianjrkan pada pasien yang belum diketahui fokus infeksinya.

Alur Diagnosis Penyakit Kejang Demam Pada Anak dan Bayi

Diagnosis Klinis
Diagnosis klinis ditegakkan berdasar atas anamnesis dan investigasi fisik.
Dalam diagnosis klinis kejang demam diklasifikasikan menjadi:
A. Kejang demam sederhana
  • Kejang bersifat generalisata
  • Durasi: kurang dari 15 menit
  • Kejang bukan akhir adanya encefalitis, meningitis, atau penyakit gangguan otak lainnya.
  • Kejang tidak berulang kembali  dalam waktu 24 jam.
B. Kejang demam kompleks
  • Kejang bersifat fokal
  • Durasi: lebih dari 15 menit
  • Kejang sanggup tercetus kembali dalam waktu 24 jam.
Diagnosis Banding
Kejang demam sanggup didiagnosis banding dengan penyakit ini:
  • Meningitis.
  • Ensefalitis.
  • Epilepsi, atau
  • Gangguan metabolik lainnya, seperti: gangguan elektrolit, dll.

Komplikasi Penyakit Kejang Demam

Bila tidak segera diatasi maka penyakit ini sanggup mengakibatkan kerusakan sel otak dan risiko kejang atipikal.


Penatalaksanaan Komprehensif Kejang Demam Pada Anak dan Bayi

Penatalaksanaan
A. Informasi lengkap (mengenai kejang demam dan prognosisnya) diberikan kepada keluarga pasien.
B. Pemberian farmakoterapi (obat) untuk menanggulangi kejangnya ialah dengan:
  1. Diazepam per rektal (0,5 mg/ kgBB) atau lorazepam (0,1 mg/ kgBB) harus sesegera mungkin diberikan bilamana jalur intravena sulit didapat.
  2. Buccal midazolam (0,5 mg/ kgBB, takaran maksimal = 10 mg) lebih efektif daripada diazepam per rektal untuk anak.
  3. Lorazepam intravena, obat ini setara efektivitasnya dengan diazepam intravena dengan imbas samping yang lebih minimal (termasuk juga depresi pernapasan) dalam pengobatan kejang tonik klonik akut. Bilamana akses intravena belum tersedia, midazolam sanggup dijadikan pilihan.
penyakit kejang demam pada anak dan bayi gobekasi Penyakit Kejang Demam Pada Anak dan Bayi
obat-obatan pada kejang demam

Konseling dan Edukasi
Konseling dan edukasi diharapkan untuk menenangkan pihak keluarga yang seringkali panik akhir kejadian kejang pertama kali pada anak. Keluarga sanggup diberikan gosip mengenai:
  • Prognosis penyakit kejang demam.
  • Tidak adanya peningkatan risiko keterlambatan sekolah atau kesulitan intelektual yang diakibatkan oleh kejang demam.
  • Kejang demam yang terjadi kurang dari 30 menit tidak akan mengakibatkan kerusakan pada otak.
  • Risiko terjadinya kekambuhan di masa depan.
  • Rendahnya risiko menderita epilepsi dan kurang bermanfaatnya terapi obat antiepilepsi dalam mengubah risiko itu.

Kriteria Rujukan
a. Apabila kejang tidak membaik sesudah diberikan obat antikonvulsi.
b. Apabila kejang demam sering berulang disarankan EEG.

Prognosis
Prognosis umumnya dubia ad bonam, namun sangat tergantung dari kondisi pasien ketika tiba, ada/tidaknya komplikasi, dan pengobatannya.

Simak artikel Ilmu Kesehatan Anak lainnya di blog ini.
Bagikan artikel ini ke keluarga dan teman-teman Anda terutama yang mempunyai buah hati yang masih kecil. Cukup klik icon sosial media di bawah ini.
Gobekasi Penyakit Kejang Demam Pada Anak Dan Bayi Gobekasi Penyakit Kejang Demam Pada Anak Dan Bayi
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Penyakit Kejang Demam Pada Anak Dan Bayi
Link Judul : Gobekasi Penyakit Kejang Demam Pada Anak Dan Bayi
Gobekasi Penyakit Kejang Demam Pada Anak Dan Bayi https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-penyakit-kejang-demam-pada.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini