Gobekasi Perbedaan Obat Natrium Diklofenak Dan Kalium Diklofenak
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Perbedaan Obat Natrium Diklofenak Dan Kalium Diklofenak

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Di tempat-tempat praktek kesehatan banyak beredar obat penghilang rasa nyeri termasuk obat natrium diklofenak dan kalium diklofenak. Mari kita bahas di sini wacana perbedaan obat natrium diklofenak dan kalium diklofenak. Yuk disimak!

tempat praktek kesehatan banyak beredar obat penghilang rasa nyeri termasuk obat natrium d gobekasi Perbedaan Obat Natrium Diklofenak dan Kalium Diklofenak
obat kalium diklofenak

Memahami Perbedaan Obat Natrium Diklofenak dan Kalium Diklofenak


Kalium diklofenak dan natrium diklofenak ialah obat golongan anti inflamasi non-steroid (AINS). Kedua obat ini merupakan AINS yang digolongkan dalam bentuk diklofenak. Bermacam obat-obatan golongan AINS telah dikenal luas di ranah kedokteran. Obat-obatan golongan ini biasanya dipakai sebagai obat anti-inflamasi, analgetik, dan antipiretik. Obat yang tergolong dalam turunan diklofenak dikala ini dianggap lebih kondusif dan sanggup bereaksi lebih cepat bila dibandingkan dengan obat ibuprofen serta juga aktif lebih usang di dalam badan dibandingkan dengan parasetamol.


Golongan diklofenak merupakan COX-inhibitor nonselektif. Golongan ini bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX). Enzim siklooksigenase ini memiliki tugas dalam produksi sejumlah zat-zat kimia pada tubuh, termasuk prostaglandin. Nah, prostaglandin ini dihaasilkan oleh badan sebagai suatu respon lantaran cedera tubuh, sehingga badan mencicipi nyeri lantaran se saraf menjadi lebih sensitif.

Ada dua macam obat yang tergolong dalam golongan diklofenak ini, yaitu Kalium diklofenak dan Natrium diklofenak. Perbedaan antara keduanya ialah garam kalium yang ada pada kalium diklofenak lebih gampang larut dlam air bila dibandingkan dengan garam natrium pada natrium diklofenak. Oleh lantaran hal ini, kalium diklofenak lebih cepat diabsorbsi bila dibandingkan dengan natrium diklofenak. Hal ini sangat berdampak pada penggunaannya secara klinis. Pada keadaan akut dan nyeri yang agak berat dianjurkan memakai obat kalium diklofenak dari pada natrium diklofenak.

Proses perembesan obat dimulai segera sesudah obat dikonsumsi. Biasanya rasa nyeri berkurang dalam 15-30 menit. Obat kalium diklofenak dilepaskan dengan cepat dalam anutan darah untuk mengurangi rasa nyeri secara lebih cepat. Sebahagian obat golongan diklofenak dimetabolisme di hepar. Lebih kurang 60% (sebanyak 1% obat masih dlam bentuk aktif) akan diekskresikan via urin. Bahagian sisanya akan dieliminasi dalam bentuk metabolit via empedu dan di dalam feses.

Diklofenak sanggup masuk ke dalam cairan sinovial. Konsentrasi obat maksimal pada cairan sinovial didapatkan dalam 2-4 jam sesudah konsentrasi maksimal dalam plasma darah tercapai. Dua jam sesudah konsentraasi maksimal dalam plasma darah tercapai, kadar diklofenak akan lebih tinggi di dalam cairan sinovial bila dibandingkan dengan yang ada pada plasma. sementara waktu paruh eliminasi dari cairan sinovial sekitar 3-6 jam. Waktu paruh 1-2 jam. Pemberian takaran berulang tiidak mengakibatkan akumulasi.

Efek Samping pada umumnya Gangguan Lambung

Obat-obatan yang tergolong dalam AINS bekerja dengan cara menghambat sintesis prostaglandin. Prostaglandin sendiri ialah suatu senyawa dalam badan yang merupakan perantara nyeri, inflamasi, dan radang. Senyawa ini terbentuk dari asam arakidonat pada sel-sel badan dengan santunan enzim cyclooxygenase (COX). Dengan penghambatan pada enzim COX, maka prostaglandin tidak akan terbentuk, dan radang ataupun nyeri sanggup dikurangi.

Senyawa COX ini ada dua jenis, yaitu disebut COX-1 dan COX-2. Senyawa COX-1 selalu ada dalam badan secara normal. Senyawa COX-1 ini untuk membentuk prostaglandin yang diharapkan dalam proses matabolisme normal tubuh, antara lain memperlihatkan imbas proteksi terhadap mukosa lambung. Sementara itu, COX-2 ialah enzim yang terbentuk hanya pada dikala terjadi cedera ataupun perdanagan, yang menghasilkan prostaglandin yang menjadi perantara nyeri/radang.

Jadi, bahwasanya yang perlu dihambat hanyalah COX-2 saja yang berperan dalam peradangan, sedangkan COX-1 mestinya tetap dipertahankan. Tapi masalahnya, obat-obat AINS ini bekerja tidak selektif yaitu sanggup menghambat COX-1 dan COX-2 sekaligus. Makara ia sanggup menghambat pembentukan prostaglandin pada peradangan, tetapi juga menghambat prostaglandin yang diharapkan untuk melindungi mukosa lambung. Itulah sebabnya, sehingga organ lambung sering terimbas juga mengalami gangguan.

Cara Mengatasi Efek Samping Gangguan Pada Lambung

Untuk mengatasi imbas obat AINS terhadap lambung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
  • Pertama, sebaiknya dikonsumsi sesudah makan untuk mengurangi imbas sampingnya terhadap lambung.
  • Kedua, obat golongan AINS umumnya dalam bentuk bersalut selaput yang bertujuan mengurangi efeknya pada lambung, maka JANGAN DIKUNYAH ataupun DIGERUS.
  • Ketiga,  jika memang mengakibatkan lambung perih atau sudah ada riwayat maag atau gangguan lambung sebelumnya, sanggup diiringi penggunaannya dengan obat-obat yang menjaga lambung ibarat antasid, golongan H2 bloker ibarat simetidin atau ranitidin, golongan penghambat pompa proton ibarat omeprazol atau lansoprazol, atau dengan sukralfat.

Silahkan simak infomasi seputar obat lainnya di Info Obat
Silahkan bagikan artikel ini ke teman-teman Anda!
Gobekasi Perbedaan Obat Natrium Diklofenak Dan Kalium Diklofenak Gobekasi Perbedaan Obat Natrium Diklofenak Dan Kalium Diklofenak
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Perbedaan Obat Natrium Diklofenak Dan Kalium Diklofenak
Link Judul : Gobekasi Perbedaan Obat Natrium Diklofenak Dan Kalium Diklofenak
Gobekasi Perbedaan Obat Natrium Diklofenak Dan Kalium Diklofenak https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-perbedaan-obat-natrium.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini