Gobekasi Perdarahan Kanal Cerna Bab Bawah
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Perdarahan Kanal Cerna Bab Bawah

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Tingkat Kemampuan
Divertikulosis/ divertikulitis 3A
Hemoroid 1-2  4A
Hemoroid 3-4 3A
Kolitis   3A
Polip/adenoma dan karsinoma kolon  2

Masalah Kesehatan
Perdarahan terusan cerna merupakan duduk kasus yang sering dihadapi. Manifestasinya bervariasi mulai dengan perdarahan masif yang mengancam jiwa hingga perdarahan samar yang tidak dirasakan. Pendekatan pada pasien dengan perdarahan dan lokasi perdarahan terusan cerna yaitu dengan memilih beratnya perdarahan dan lokasi perdarahan. Hematemesis (muntah darah segar atau hitam) memperlihatkan perdarahan dari terusan cerna pecahan atas, proksimal dari ligamentum Treitz. Melena (tinja hitam, busuk khas) biasanya akhir perdarahan terusan cerna pecahan atas, meskipun demikian perdarahan dari usus halus atau kolon pecahan kanan, juga sanggup mengakibatkan melena. Hematokezia (perdarahan merah segar) lazimnya pertanda sumber perdarahan dari kolon, meskipun perdarahan dari terusan cerna pecahan atas yang banyak juga sanggup mengakibatkan hematokezia atau feses warna marun.

Perdarahan terusan cerna pecahan bawah umumnya didefinisikan sebagai perdarahan yang berasal dari usus di sebelah bawah ligamentum Treitz. Hematokezia diartikan darah segar yang keluar melalui anus dan merupakan manifestasi tersering dari perdarahan terusan cerna pecahan bawah. Melena diartikan sebagai tinja yang berwarna hitam dengan busuk yang khas.
Melena timbul bilamana hemoglobin dikonversi menjadi hematin atau hemokhrom lainnya oleh basil sehabis 14 jam. Umumnya melena memperlihatkan perdarahan di terusan cerna pecahan atas atau usus halus, namun demikian melena sanggup juga berasal dari perdarahan kolon sebelah kanan dengan perlambatan mobilitas. Tidak semua kotoran hitam ini melena lantaran bismuth, sarcol, lycorice, obat-obatan yang mengandung besi (obat tambah darah) sanggup menimbulkan faeces menjadi hitam. Oleh lantaran itu dibutuhkan tes guaiac untuk memilih adanya hemoglobin. Darah samar timbul bilamana ada perdarahan ringan namun tidak hingga mengubah warna tinja/ feses. Perdarahan jenis ini sanggup diketahui dengan tes guaiac.

Penyebab tersering dari Saluran Cerna Bagian Bawah:
Perdarahan divertikel kolon, angiodisplasia dan kolitis iskemik merupakan penyebab tersering dari terusan cerna pecahan bawah. Perdarahan terusan cerna pecahan bawah yang kronik dan berulang biasanya berasal dari hemoroid dan neoplasia kolon. Tidak ibarat halnya perdarahan terusan cerna pecahan atas, kebanyakan perdarahan terusan cerna pecahan bawah bersifat lambat, intermiten, dan tidak memerlukan perawatan rumah sakit.

Anamnesis
Keluhan
Pasien tiba dengan keluhan darah segar yang keluar melalui anus (hematokezia) atau dengan keluhan tinja yang berwarna hitam dengan busuk yang khas (melena). Umumnya melena memperlihatkan perdarahan di terusan cerna pecahan atas atau usus halus, namun demikian melena sanggup juga berasal dari perdarahan kolon sebelah kanan dengan perlambatan mobilitas. Tidak semua kotoran hitam ini melena lantaran bismuth, sarcol, lycorice, obat-obatan yang mengandung besi (obat tambah darah) sanggup menimbulkan faeces menjadi hitam. Oleh lantaran itu perlu ditanyakan pada anamnesis riwayat obat-obatan. Perlu ditanyakan keluhan lain untuk mencari sumber perdarahan. Perdarahan dari divertikulum biasanya tidak nyeri. Tinja biasanya berwarna merah marun, adakala bisa juga menjadi merah. Umumnya terhenti secara impulsif dan tidak berulang, oleh lantaran itu tidak ada pengobatan khusus yang dibutuhkan oleh para pasien.

Angiodisplasia merupakan penyebab 10-40% perdarahan terusan cerna pecahan bawah. Angiodisplasia merupakan salah satu penyebab kehilangan darah yang kronik. Jejas di kolon umumnya bekerjasama dengan usia lanjut, insufisiensi ginjal, dan riwayat radiasi.

Kolitis iskemia umumnya pasien berusia tua. Dan adakala dipengaruhi juga oleh sepsis, perdarahan akhir lain, dan dehidrasi.

Penyakit perianal contohnya: hemoroid dan fisura ani biasanya mengakibatkan perdarahan dengan warna merah segar tetapi tidak bercampur dengan faeces. Berbeda dengan perdarahan dari varises rectum pada pasien dengan hipertensi portal adakala bisa mengancam nyawa. Polip dan karsinoma adakala mengakibatkan perdarahan yang ibarat dengan yang disebabkan oleh hemoroid oleh lantaran itu pada perdarahan yang diduga dari hemoroid perlu dilakukan investigasi untuk menyingkirkan kemungkinan polip dan karsinoma kolon.

Tumor kolon yang jinak maupun ganas yang biasanya terdapat pada pasien usia lanjut dan biasanya bekerjasama dengan ditemukannya perdarahan berulang atau darah samar. Kelainan neoplasma di usus halus relatif jarang namun meningkat pada pasien IBD ibarat Crohn’s Disease atau celiac sprue.

Penyebab lain dari Perdarahan Saluran Cerna Bagian Bawah: Kolitis yang merupakan pecahan dari IBD, bisul (Campilobacter jejuni spp, Salmonella spp, Shigella spp, E. Coli) dan terapi radiasi, baik akut maupun kronik. Kolitis sanggup mengakibatkan perdarahan namun biasanya sedikit hingga sedang.

Divertikular Meckel merupakan kelainan kongenital di ileum sanggup berdarah dalam jumlah yang banyak akhir dari mukosa yang menghasilkan asam.  Pasien biasanya bawah umur dengan perdarahan segar maupun hitam yang tidak nyeri.

Intususepsi menimbulkan kotoran berwarna marun disertai rasa nyeri di kawasan polip atau tumor ganas pada orang dewasa.

Pasien dengan perdarahan samar terusan cerna kronik umumnya tidak ada tanda-tanda atau kadang hanya rasa lelah akhir anemia. Palpitasi, rasa pusing pada ketika berubah posisi, atau sesak napas pada ketika olahraga merupakan petunjuk penting ke arah anemia. Sebagian pasien memperlihatkan tanda-tanda pica atau kebiasaan makan es atau tanah lantaran defisiensi besi. Dispepsia, nyeri abdomen, heart burn, atau regurgitasi merupakan petunjuk kemungkinan penyebab dari lambung, sementara penurunan berat tubuh dan anoreksia berkaitan dengan kemungkinan keganasan. Perdarahan samar terusan cerna yang berulang pada usia lanjut tanpa tanda-tanda yang lain sesuai dengan angiodysplasia atau vascular ectasia lainnya. Nilai dalam anamnesis apakah perdarahan/darah tersebut bercampur dengan feses (seperti terjadi pada kolitis atau lesi di proksimal rektum) atau terpisah/menetes (terduga hemoroid), pemakaian antikoagulan, atau terdapat tanda-tanda sistemik lainnya ibarat demam usang (tifoid, kolitis infeksi), menurunnya berat tubuh (kanker), perubahan pola defekasi (kanker), tanpa rasa sakit (hemoroid intema, angiodisplasia), nyeri perut (kolitis infeksi, iskemia mesenterial), tenesmus ani (fisura, disentri). Apakah insiden ini bersifat akut, pertama kali atau berulang, atau kronik, akan membantu ke arah dugaan penyebab atau sumber perdarahan.

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Fisik 
Pada investigasi fisik yang ditemukan mengarah kepada penyebab perdarahan. Dapat diemukan adanya nyeri abdomen, terabanya massa diabdomen (mengarah pada neoplasma), fissura ani, pada rectal touche: adanya darah pada ketika pemeriksaan, adanya massa berupa hemoroid, tumor rectum. Segera nilai tanda vital, terutama ada tidaknya renjatan atau hipotensi postural (Tilt test).

Pemeriksaan fisis abdomen untuk menilai ada tidaknya rasa nyeri tekan (iskemia mesenterial), rangsang peritoneal (divertikulitis), massa intraabdomen (tumor kolon, amuboma, penyakit Crohn).

Pemeriksaan sistemik lainnya: adanya artritis (inflammatory bowel disease), demam (kolitis infeksi), gizi jelek (kanker), penyakit jantung koroner (kolitis iskemia). Pada perdarahan samar lantaran defisiensi besi yang serius biasanya muncul berupa pucat, takikardia, hipotensi postural, dan acara jantung yang hiperdinamik akhir tingginya curah jantung. Temuan lain yang jarang di antaranya papil edem, tuli, parese, nervus kranial, perdarahan retina, koilonetia, glositis, dan kilosis. Limfadenopati masa hepatosplemegali atau ikterus merupakan petunjuk ke arah keganasan sementara nyeri epigastrium ditemukan pada penyakit asam lambung. Splenomegali, ikterus atau spider nevi meningkatkan kemungkinan kehilangan darah akhir gastropati hipertensi portal. Beberapa kelainan kulit ibarat telangiektasia merupakan petunjuk kemungkinan telangiektasia hemoragik yang herediter.

Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan Darah Perifer Lengkap, Hemostasis Lengkap, Tes Darah Samar, Pemeriksaan Defisiensi Besi.
b. Kolonoskopi
c. Scintigraphy dan angiografi.
d. Pemeriksaan radiografi lainnnya: Enema barium.


Diagnosis
Diagnosis Klinis
Anamnesis yang teliti dan investigasi jasmani yang akurat merupakan data penting untuk menegakkan diagnosis yang tepat.

Diagnosis Banding
a. Haemorhoid
b. Infeksi usus
c. Penyakit usus inflamatorik
d. Divertikulosis
e. Angiodisplasia
f. Tumor kolon

Komplikasi
a. Syok hipovolemik
b. Gagal ginjal akut
c. Anemia lantaran perdarahan

Rencana Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
a. Identifikasi dan antisipasi terhadap adanya gangguan hemodinamik harus dilaksanakan secara prima di lini terdepan lantaran keberhasilannya akan mensugesti prognosis.
b. Puasa dan Perbaikan hemodinamik
c. Resusitasi pada perdarahan terusan cerna pecahan bawah yang akut mengikuti protokol yang juga dianjurkan pada perdarahan terusan cerna pecahan atas. Dengan langkah awal menstabilkan hemodinamik.
d. Oleh lantaran perdarahan terusan cerna pecahan atas yang hebat juga mengakibatkan darah segar di anus maka pemasangan NGT (nasogatric tube) dilakukan pada kasus-kasus yang perdarahannya kemungkinan dari terusan cerna pecahan atas.
e. Pemeriksaan laboratorium segera diharapkan pada kasus-kasus yg membutuhkan transfusi lebih 3 unit pack red cell.
f. Konsultasi ke dokter seorang hebat terkait dengan penyebab perdarahan.
g. Penatalaksanaan sesuai penyebab perdarahan

  • Kolonoskopi juga sanggup dipakai untuk melaksanakan ablasi dan reseksi polip yang berdarah atau mengendalikan perdarahan yang timbul pada kanker kolon,
  • Sigmoidoskopi sanggup mengatasi perdarahan hemoroid internal dengan ligasi maupun teknik termal,
  • Angiografi Terapeutik, Embolisasi arteri secara selektif dengan polyvinyl alcohol atau mikrokoil.
  • Terapi Bedah.

h. Pada beberapa diagnostik (seperti divertikel Meckel atau keganasan) bedah merupakan pendekatan utama sehabis keadaan pasien stabil. Bedah emergensi menimbulkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi dan sanggup memperburuk keadaan klinis. Pada kasus-kasus dengan perdarahan berulang tanpa diketahui sumber perdarahannya maka hemikolektomi kanan atau hemikolektomi subtotal sanggup dipertimbangkan dan memperlihatkan hasil yang baik.
i. Penatalaksanaan perdarahan samar terusan cerna sangat ditentukan oleh hasil investigasi diagnostik.
j. Penyakit peptik diterapi sesuai dengan penyebabnya mencakup pertolongan obat supresi asam jangka pendek maupun jangka panjang dan terapi eradikasi bisul Helicobacter pylori bilamana ditemukan.
k. Sejumlah lesi premaligna dan polip bertangkai yang maligna sanggup diangkat dengan polipektomi. Angiodisplasia sanggup diobati dengan kauterisasi melalui endoskopi atau diobati dengan preparat estrogen-progesteron. Gastropati hipertensi portal kadang mengalami perbaikan dengan pertolongan obat yang sanggup menurunkan hipertensi portal. Bila obat-obatan dianggap sebagai penyebab kehilangan darah tersamar tersebut maka menghentikan penggunaan obat tersebut akan mengatasi anemia.
l. Pengobatan bisul sesuai penyebab
m. Beberapa perdarahan terusan cerna pecahan bawah sanggup diobati secara medikamentosa. Hemoroid fisura ani dan ulkus rektum soliter sanggup diobati dengan bulk-forming agent, sitz baths, dan menghindari mengedan. Salep yang mengandung steroid dan obat supositoria sering dipakai namun keuntungannya masih dipertanyakan.
n. Kombinasi estrogen dan progesteron sanggup mengurangi perdarahan yang timbul pada pasien yang menderita angiodisplasia. IBD biasanya memberi respon terhadap obat-obatan anti inflamasi. Pemberian formalin intrarektal sanggup memperbaiki perdarahan yang timbul pada proktitis radiasi. Respon serupa juga terjadi pada pertolongan oksigen hiperbarik.
o. Kehilangan darah samar memerlukan suplementasi besi untuk jangka panjang. Pemberian ferrosulfat 325 mg tiga kali sehari merupakan pilihan yang sempurna lantaran murah, mudah, efektif dan sanggup ditolerir oleh banyak pasien.

Konseling dan Edukasi
Keluarga ikut mendukung untuk menjaga diet dan pengobatan pasien.

Prognosis
Prognosis sangat tergantung pada kondisi pasien ketika datang, ada/tidaknya komplikasi, dan pengobatannya.
Prognosis secara umum yaitu dubia. Quo ad vitam sanggup berupa dubia ad malam, namun quo ad fungsionam dan sanationam yaitu dubia ad malam.
Gobekasi Perdarahan Kanal Cerna Bab Bawah Gobekasi Perdarahan Kanal Cerna Bab Bawah
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Perdarahan Kanal Cerna Bab Bawah
Link Judul : Gobekasi Perdarahan Kanal Cerna Bab Bawah
Gobekasi Perdarahan Kanal Cerna Bab Bawah https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-perdarahan-kanal-cerna-bab.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini