Gobekasi Refluks Gastroesofageal
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Refluks Gastroesofageal

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Masalah Kesehatan
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) ialah prosedur refluks melalui inkompeten sfingter esofagus.

Anamnesis
Keluhan
  • Rasa panas dan terbakar di retrosternal atau epigastrik dan sanggup menjalar ke leher. Hal ini terjadi terutama sesudah makan dengan volume besar dan berlemak. Keluhan ini diperberat dengan posisi berbaring terlentang. Keluhan ini juga sanggup timbul oleh alasannya ialah masakan berupa saos tomat, peppermint, coklat, kopi, dan alkohol. Keluhan sering muncul pada malam hari.
  • Keluhan lain tanggapan refluks ialah tiba tiba ada rasa cairan asam di mulut, cegukan, mual dan muntah. Refluks ini sanggup terjadi pada laki-laki dan wanita. Sering dianggap tanda-tanda penyakit jantung.

Faktor risiko
Usia > 40 thn, obesitas, kehamilan, merokok, kopi, alkohol, coklat, makan berlemak, beberapa obat di antaranya nitrat, teophylin dan verapamil, pakaian yang ketat, atau pekerja yang sering mengangkat beban berat.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana
Pemeriksaan Fisik
Tidak terdapat tanda spesifik untuk GERD. Tindakan untuk investigasi ialah dengan pengisian kuesioner GERD. Bila alhasil positif, maka dilakukan tes dengan pengobatan PPI (Proton Pump Inhibitor).


Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang dilakukan pada kemudahan layanan sekunder (rujukan) untuk endoskopi 

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan menurut anamnesis yang cermat. Kemudian untuk di pelayanan primer, pasien diterapi dengan PPI test, kalau memperlihatkan respon konkret terhadap terapi, maka diagnosis definitive GERD sanggup disimpulkan. Standar baku untuk diagnosis definitif GERD ialah dengan endoskopi susukan cerna bab atas yaitu ditemukannya mucosal break di esophagus namun tindakan ini hanya sanggup dilakukan oleh dokter seorang jago yang mempunyai kompetensi tersebut.

Diagnosis Banding
a. Angina pektoris
b. Akhalasia
c. Dispepsia
d. Ulkus peptik
e. Ulkus duodenum
f. Pankreatitis

Komplikasi
a. Esofagitis
b. Ulkus esofagus
c. Perdarahan esofagus
d. Striktur esofagus
e. Barret’s esophagus
f. Adenokarsinoma
g. Batuk dan asma
h. Inflamasi faring dan laring
i. Cairan pada sinus dan indera pendengaran tengah
j. Aspirasi paru

Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
  • Modifikasi gaya hidup: Mengurangi berat badan, berhenti merokok, tidak mengkonsumsi zat yang mengiritasi lambung menyerupai kafein, aspirin, dan alkohol. Posisi tidur sebaiknya dengan kepala yang lebih tinggi. Tidur minimal sesudah 2 hingga 4 jam sesudah makanan, makan dengan porsi kecil dan kurangi masakan yang berlemak.
  • Terapi dengan medikamentosa dengan cara memperlihatkan Proton Pump Inhibitor (PPI) takaran tinggi selama 7-14 hari. Bila terdapat perbaikan tanda-tanda yang signifikan (50-75%) maka diagnosis sanggup ditegakkan sebagai GERD. PPI takaran tinggi berupa Omeprazole 2 x 20 mg/hari dan lansoprazole  2x 30 mg/hari.
  • Setelah ditegakkan diagnosis GERD, obat sanggup diteruskan hingga 4 ahad dan boleh ditambah dengan prokinetik menyerupai domperidon 3x10 mg.
  • Pada kondisi tidak tersedianya PPI , maka penggunaan H2 Blocker 2x/hari: simetidin 400-800 mg atau Ranitidin 150 mg atau Famotidin 20 mg. 

 ialah prosedur refluks melalui inkompeten sfingter esofagus gobekasi Refluks Gastroesofageal
Algoritma Tatalaksana GERD

















Konseling dan Edukasi
Edukasi pasien dan keluarga mengenai GERD dan terutama dengan pemilihan masakan untuk mengurangi masakan yang berlemak dan sanggup mengiritasi lambung (asam, pedas).

Kriteria Rujukan
a. Pengobatan empirik tidak memperlihatkan hasil
b. Pengobatan empirik memperlihatkan hasil namun kambuh kembali
c. Adanya alarm symptom:
  1. Berat tubuh menurun
  2. Hematemesis melena
  3. Disfagia (sulit menelan)
  4. Odinofagia (sakit menelan)
  5. Anemia
Prognosis
Prognosis sangat tergantung dari kondisi pasien dikala tiba dan pengobatannya. Pada umumnya, prognosis bonam, namun untuk quo ad sanationam GERD ialah dubia ad bonam.  
Gobekasi Refluks Gastroesofageal Gobekasi Refluks Gastroesofageal
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Refluks Gastroesofageal
Link Judul : Gobekasi Refluks Gastroesofageal
Gobekasi Refluks Gastroesofageal https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-refluks-gastroesofageal.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini