Gobekasi Sejarah Dan Fakta Seputar Pemotongan Tali Pusat
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Sejarah Dan Fakta Seputar Pemotongan Tali Pusat

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Artikel kali ini ialah artikel sederhana perihal sejarah dan fakta seputar pemotongan tali pusat. Artikel ini dirangkum dari goresan pena dr. Setyadewi Lusyati, SpA(K), PhD pada kelompok kerja neonatologi RSAB Harapan Kita. Artikel ini ditujukan untuk menambah materi seputar pemotongan tali sentra pada blog ini.

 Artikel kali ini ialah artikel sederhana perihal  gobekasi Sejarah dan Fakta Seputar Pemotongan Tali Pusat
gambar ilustrasi ibu hamil

Lebih kurang dua ratus tahun yang lalu, tepatnya di tahun 1801, banyak praktik pemotongan tali sentra tidak dilakukan segera sehabis persalinan. Pemotongan tali sentra dilakukan sehabis bayi bernafas dengan teratur. Hal ini didasari oleh teori bahwa bayi gres lahir ada dalam kondisi lemah dan sebagian darah dari yang tertinggal di plasenta belum masuk sepenuhnya ke dalam badan dan anutan darah bayi (Erasmus Darwin, 1801)

Lebih lanjut lagi ada kurun 1960 an, terdapat contoh pemikiran bahwa tali sentra yang berukuran panjang diduga mempunyai keuntungan, yaitu mengakibatkan kemungkinan seorang ibu sanggup membawa bayinya untuk mencari dukungan persalinan tanpa khawatir risiko plasenta tertarik. Selain itu, tali usat yang panjangnya kira-kira 18 inci (sekitar 46 cm) memungkinkan seorang bayi sanggup diletakkan di atas perut ibu sehabis persalinan. Dengan demikian, adanya isapan bayi ke puting susu ibu sanggup membantu mengurangi perdarahan yang berlebihan ketika fase pelepasan plasenta. (Walker CW, Pye BG. BMJ 1960)


Faktor Kontraksi Otot Uterus dan Transfusi Plasenta
Pada tiga menit pertama sehabis bayi lahir, terdapat pengurangan volume darah di plasenta disertai peningkatan volume darah bayi. Selanjutnya menit ketiga seterusnya, terjadi peningkatan volume darah bayi sebanyak 20% dan terjadi juga pengurangan volume darah plasenta dengan kisaran ukuran yang sebanding.

Nah, berkaitan dengan kontraksi otot uterus terhadap anutan darah plasenta ke badan bayi, terdapat laporan penelitian di tahun 1968 yang membandingkan kelompok bayi dari ibu yang memperoleh suntikan zat uterotonika dan yang yang tidak memperoleh zat tersebut pada kondisi intrapartum. Dari penelitian tersebut didapatkan terjadinya peningkatan anutan darah plasenta ke bayi sejumlah 16 ml/kg. Volume darah bayi didapatkan meningkat dari 70 ml/kg menjadi 86 ml/kg dalam waktu satu menit sehabis ibu diberikan suntikan zat uterotonika (Yao AC, et al. Lancet,1968; Yao AC et al, Lancet 1969).

Kemudian, semenjak ketika itu pemotongan anutan darah tali sentra pada bayi tidak lagi dianggap sebagai proses yang alami dan tidak mempunyai arti. Pemotongan tali sentra merupakan penggalan yang patut dipertimbangkan dari secuplik kehidupan bayi yang harus dilakukan dengan pertimbangan dan menurut bukti ilmiah yang berpengaruh semoga menawarkan dampak faktual bagi bayi dan menghindari dampak negatif potensial ke depannya.

Dijumpai banyak sekali variasi praktik pemotongan tali sentra pada banyak sekali institusi. Ada yang melaksanakan pemotongan dengan cepat dalam waktu 15 detik hingga ada yang melaksanakan lambat hingga denyutan pada tali sentra berhenti yaitu sekitar 5 menit. Belum ditemukan janji yang baku perihal kapan dan waktu yang sempurna untuk melaksanakan pemotongan tali pusat.
Gobekasi Sejarah Dan Fakta Seputar Pemotongan Tali Pusat Gobekasi Sejarah Dan Fakta Seputar Pemotongan Tali Pusat
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Sejarah Dan Fakta Seputar Pemotongan Tali Pusat
Link Judul : Gobekasi Sejarah Dan Fakta Seputar Pemotongan Tali Pusat
Gobekasi Sejarah Dan Fakta Seputar Pemotongan Tali Pusat https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-sejarah-dan-fakta-seputar.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini