Gobekasi Serumen Prop
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Serumen Prop

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Serumen Prop
No. ICPC II : H81 Excessive ear wax
No. ICD X : H61.2 Impacted cerumen
Tingkat Kemampuan: 4A

Masalah Kesehatan
Serumen ialah sekret kelenjar sebasea, kelenjar seruminosa, epitel kulit yang terlepas dan partikel bubuk yang terdapat pada potongan kartilaginosa liang telinga. Bila serumen ini berlebihan maka sanggup membentuk gumpalan yang menumpuk di liang telinga, dikenal dengan serumen prop.

Anamnesis
Keluhan
Pasien tiba dengan keluhan pendengaran yang berkurang disertai rasa penuh pada telinga. Impaksi/gumpalan serumen yang menumpuk di liang indera pendengaran menyebabkan rasa penuh dengan penurunan pendengaran (tuli konduktif). Terutama bila telinga masuk air (sewaktu mandi atau berenang), serumen mengembang sehingga mengakibatkan rasa tertekan dan gangguan pendengaran semakin dirasakan sangat mengganggu. Beberapa pasien mengeluhkan adanya vertigo atau tinitus. Rasa nyeri timbul apabila serumen keras membatu dan menekan dinding liang telinga.

Faktor Risiko
a. Dermatitis kronik liang indera pendengaran luar
b. Liang indera pendengaran sempit
c. Produksi serumen banyak dan kering
d. Adanya benda abnormal di liang telinga
e. Kebiasaan mengorek telinga

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Fisik
a. Otoskopi: sanggup terlihat adanya obstruksi liang indera pendengaran oleh material berwarna kuning kecoklatan atau kehitaman. Konsistensi dari serumen dapat bervariasi.
b. Pada investigasi penala sanggup ditemukan tuli konduktif akibat sumbatan serumen.

Pemeriksaan Penunjang
Tidak ada investigasi penunjang yang khas

Diagnosis
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan menurut anamnesis dan investigasi fisik

Diagnosis Banding
Benda abnormal di liang telinga

Komplikasi
Trauma pada liang indera pendengaran dan atau membran timpani ketika mengeluarkan serumen

Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
a. Menghindari membersihkan indera pendengaran secara berlebihan
b. Menghindari memasukkan air atau apapun ke dalam telinga
c. Tatalaksana farmakoterapi:
  1. Serumen yang lembek, dibersihkan dengan kapas yang dililitkan pada pelilit kapas.
  2. Serumen yang keras dikeluarkan dengan pengait atau kuret. Apabila dengan cara ini serumen tidak sanggup dikeluarkan, maka serumen harus dilunakkan lebih dahulu dengan tetes karbogliserin 10% selama 3 hari.
  3. Serumen yang sudah terlalu jauh terdorong kedalam liang telinga sehingga dikuatirkan mengakibatkan stress berat pada membran timpani sewaktu mengeluarkannya, dikeluarkan dengan mengalirkan (irigasi) air hangat yang suhunya diubahsuaikan dengan suhu tubuh.
  4. Indikasi untuk mengeluarkan serumen ialah sulit untuk melakukan penilaian membran timpani, otitis eksterna, oklusi serumen dan potongan dari terapi tuli konduktif. Kontraindikasi dilakukannya irigasi ialah adanya perforasi membran timpani. Bila terdapat keluhan tinitus, serumen yang sangat keras dan pasien yang tidak kooperatif merupakan kontraindikasi dari suction.

Rencana Tindak Lanjut
Dianjurkan serumen dikeluarkan 6 -12 bulan sekali

Konseling dan Edukasi
a. Memberitahu pasien dan keluarga untuk tidak mengorek indera pendengaran baik dengan cotton bud atau lainnya.
b. Memberitahu keluarga dan pasien untuk menghindari memasukkan air atau apapun ke dalam telinga

Prognosis
Prognosis penyakit ini ialah bonam alasannya ialah jarang mengakibatkan kondisi klinis berat.
Gobekasi Serumen Prop Gobekasi Serumen Prop
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Serumen Prop
Link Judul : Gobekasi Serumen Prop
Gobekasi Serumen Prop https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-serumen-prop.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini