Gobekasi Waspadai Dan Kenali Tanda-Tanda Kembung Pada Anak Dan Bayi
Cari Berita

Advertisement

Gobekasi Waspadai Dan Kenali Tanda-Tanda Kembung Pada Anak Dan Bayi

Ndaru Im
Tuesday, November 20, 2018

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kembung pada anak dan bayi. Nah, isu ini cukup penting khususnya bagi para bunda yang mempunyai anak dan bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan. Yuk, disimak! Walaupun ulasannya memakai bahasa medis, para pembaca boleh bertanya di kolom komentar jikalau ada yang tidak dimengerti.

 Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kembung pada anak dan bayi gobekasi Waspadai dan Kenali Gejala Kembung Pada Anak dan Bayi
gambar perut kembung
sumber: google.com

Kondisi kembung pada bayi ialah suatu kelainan yang cukup serius. Kondisi ini membutuhkan tindakan menyerupai pembedahan. Namun, bukan sembarang kembung. Kondisi kembung yang membutuhkan pembedahan biasanya disebabkan oleh adanya sumbatan pada kanal usus, baik yang tersumbat sebagian ataupun total. Kelainan-kelainan yang sering menjadikan terjadinya sumbatan total yaitu menyerupai terpuntirnya usus (volvulus), tidak terbentuknya segmen usus semenjak lahir (atresia), atau terlipatnya cuilan usus atas ke cuilan yang lebih bawah (invaginasi).

Tanda dan tanda-tanda klinis dari volvulus yaitu kembung yang disertai muntah yang berwarna hijau, tidak ada buang air besar, dan tidak ada buang angin. Gejala invaginasi mengatakan kembung yang biasanya didahului sakit perut dan buang air besar yang disertai lendir dan darah. Untuk atresia, tanda-tanda kembungnya muncul 24 sampai 48 jam setelah lahir tergantung letak cuilan usus yang tidak terbentuk.

Kelainan lainnya yang menjadikan terjadinya sumbatan sebagian pada usus yaitu penyakit hirschprung atau kelainan pada usus besar cuilan bawah dimana tidak terbentuknya saraf sehingga segmen bawah usus tersebut tidak sanggup bekerja/ berkontraksi menyerupai usus normal biasanya. Gejala yang timbul yaitu kembung yang disertai kesusahan untuk buang air besar semenjak lahir. Bila dilakukan colok dubur maka tinja akan menyemprot keluar.

Kondisi kembung pada bayi sanggup juga merupakan penyerta dari gangguan pencernaan lain, menyerupai diare, muntah, ataupun konstipasi. Bayi yang mengalami kembung biasanya gampang sekali muntah. Bayi yang mengalami kekurangan kadar kalium akan gampang mengalami kembung. Kondisi kolik infantil yang diakibatkan oleh toleransi laktosa juga sanggup disertai kembung.

Bayi yang sering menangis juga gampang mengalami kembung dikarenakan terlalu banyak menelan udara. Bayi yang minum susu melalui botol seringkali lebih gampang terkena aerofagia. Melakukan tepukan pada punggung bayi untuk menyendawakannya setelah minum sanggup mengurangi bencana kondisi kembung.

Bayi yang terlampau banyak minum susu juga sanggup mengalami kembung dikarenakan sebagian dari susu ada yang tidak dicerna. Adanya gangguan pencernaan akhir belum sempurnanya fungsi dari enzim-enzim pencernaan pada beberapa bayi juga sanggup mengakibatkan kembung dikarenakan susu atau makanan yang kadang tidak dicerna akan turun ke usus besar yang berisi basil komensal. Nah, zat makanan ini akan diproses fermentasi oleh bakteri-bakteri yang menghasilkan gas-gas yang berujung kepada terjadinya kembung.

Kondisi intoleransi laktosa (kurangnya enzim laktase, yaitu enzim yang memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa) sanggup menimbulkan keadaan kembung dikarenakan laktosa yang terdapat di dalam susu tidak dicerna akhir minimnya enzim laktase. Laktosa yang tidak dicerna akan turun ke dalam usus besar dan difermentasi oleh basil sehingga menghasilkan gas-gas yang menciptakan kembung. Kondisi kekurangan enzim laktase ini terjadi diakibatkan oleh belum matangnya proses perkembangan usus bayi.

Apabila terdapat pertumbuhan basil yang berlebihan di dalam usus maka hal ini juga sanggup menimbulkan kembung pada anak. Kondisi ini terjadi pada keadaan-keadaan yang menciptakan sistem kekebalan dari usus berkurang menyerupai gangguan gerakan peristaltik usus, status gizi kurang, kurangnya sekresi asam lambung yang bis diakibatkan oleh penggunaan obat jangka panjang, atau sembelit.

Penggunaan obat antibiotik untuk jangka usang juga sanggup menjadikan terjadinya pertumbuhan basil yang berlebihan. Biasanya yang tumbuh yaitu basil anaerob yang tidak mati lantaran antibiotik ini. Nah, untuk mengatasi hal ini sanggup dilakukan pinjaman probiotik (bakteri baik) yang sanggup mengimbangi pertumbuhan basil jahat anaerob tadi.

Meskipun kondisi kembung biasanya bukan merupakan suatu kegawatan, setiap orangtua harus mengetahui dan bersikap waspada terhadap hal-hal yang menjurus keadaan yang serius. Bilamana ditemukan kembung yang disertai muntah berwarna hijau, nyeri perut, demam tinggi, buang air besar berdarah dan berlendir atau tidak sanggup buang air besar, harap orang bau tanah segera periksakan kondisi anak ke dokter.


Silahkan bagikan artikel ini kepada teman-teman Anda dengan klik ikon sosial media di bawah ini.
(bila anda memakai smartphone atau perangkat mobile lain, cukup klik "share" untuk membagikan artikel ini)
Gobekasi Waspadai Dan Kenali Tanda-Tanda Kembung Pada Anak Dan Bayi Gobekasi Waspadai Dan Kenali Tanda-Tanda Kembung Pada Anak Dan Bayi
REDAKSI :
Judul Article : Gobekasi Waspadai Dan Kenali Tanda-Tanda Kembung Pada Anak Dan Bayi
Link Judul : Gobekasi Waspadai Dan Kenali Tanda-Tanda Kembung Pada Anak Dan Bayi
Gobekasi Waspadai Dan Kenali Tanda-Tanda Kembung Pada Anak Dan Bayi https://www.gobekasi.co.id/2018/11/gobekasi-waspadai-dan-kenali-tanda.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini