Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql dan Imalah Dalam Bacaan Al-Qur'an
Cari Berita

Advertisement

Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql dan Imalah Dalam Bacaan Al-Qur'an

Ndaru Im
Monday, December 3, 2018

Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql dan Imalah Dalam Bacaan Al-Qur'an


Dalam kaidah membaca al-Qur'an, ada perubahan cara membaca dengan pola tertentu, ada juga yang tidak menggunakan pola tertentu, sebagaimana dalam grammer bahas Inggris ada yang disebut regular verb dan irregular verb. Perubahan cara baca yang tidak beraturan ini juga dikenal dalam metode qira'ah Imam Ashim yang banyak dipakai kaum Muslim di Indonesia, kaidah ini dinamakan Gharib.

Qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs mulai berkembang dan menyebar luas pada masa pemerintahan Turki Utsmani yang didukung oleh banyaknya cetakan Al-Qur’an dari Arab Saudi sampai menyebar ke seluruh dunia, waktu penyebarannya terutama pada musim-musim haji
Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql dan Imalah Dalam Bacaan Al-Qur'an
kaidah membaca al-Qur'an

Gharib menurut bahasa artinya tersembunyi atau samar, sedangkan menurut istilah Ulama qurra’, gharib artinya sesuatu yang perlu penjelasan khusus dikarenakan samarnya pembahasan atau karena peliknya permasalahan baik dari segi huruf, lafadz, arti maupun pemahaman yang terdapat dalam Al-Qur’an. Adapun bacaan-bacaan yang dianggap gharib (tersembunyi/samar) dalam qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs diantaranya adalah :  Imalah, Isymam, Saktah, Tashil, dan Naql.

Jenis Bacaan Spesial


1. Pengertian Gharib Saktah dan Contoh Penerapan 

Pengertian Saktah adalah berhenti sejenak tanpa mengambil Nafas, sehingga suara-nya akan terdengar terputus akan tetapi tidak menarik Nafas, dan didalam Kitab Suci Al Qur’an biasanya Bacaan Gharib Saktah ini ditandai oleh (سكتة) dan kadang – kadang juga ditandai dengan (س) saja. Kemudian Contoh Bacaan Gharib Saktah didalam Al Qur’an terdapat 4 Bacaan yang antara lain :
– Surat Al Kahfi Ayat 1 dan Ayat 2 yakni : عِوَجَاۜ  قَيِّمً۬ا (Khiwajaa dan Qoyyima)
– Surat Yasin Ayat 52 yakni : مِن مَّرۡقَدِنَاۜ‌ۗ هَـٰذَا (Mimmarqodina – Hada)
– Surat Al Muthaffifin Ayat 14 yakni : كَلَّا‌ۖ بَلۡۜ رَانَ (Kallaa Bal Roona)
– Surat Al Qiyamah Ayat 27 yakni :  وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٍ۬ (Waqilaman Rooqin)

2. Pengertian Gharib Tashil dan Contohnya

Pengertian Tashil adalah cara membaca 2 Hamzah yg berjejer, yakni Hamzah Pertama dibaca biasa dan Hamzah Kedua dibaca disederhanakan. Adapun untuk Cara Membacanya ialah di tengah – tengah antara Huruf Hijaiyah Hamzah dan Huruf Hijaiyah Ha sehingga Lafadz yg keluar tidak seperti Huruf Hamzah dan tidak juga seperti Huruf Ha, akan tetapi Lafadz yang keluar ditengah – tengah Kedua Huruf tersebut (Samar – Samar). Untuk Contoh Bacaan Gharib Tashil didalam Al Qur’an ini hanya ada 1 saja yaitu didalam Surat Fushshilaat Ayat 44 yakni : ءَا۠عۡجَمِىٌّ۬ وَعَرَبِىٌّ۬‌ۗ (a a’jamiyyu wa’arobi)

3. Pengertian Gharib Isymam dan Contohnya

Pengertian Isymam adalah dibaca dengan men’insyaratkan bibir seolah – olah sedang mengeluarkan kata ” NU ” namun tanpa suara, saat mentasydidkan Nun sehingga saat membaca Nun yang telah ditasydidkan maka bibir harus mencucu. Adapun untuk Contoh Gharib Isymam didalam Al Qur’an ini hanya ada 1 saja yaitu didalam Surat Yusuf Ayat 11 yakni :  لَا تَأۡمَ۫نَّا (Latakmannuna)

4. Pengertian Gharib Naql dan Contohnya

Pengertian Naql adalah ketika membaca Huruf Hijaiyah Lam Sukun (AL) diganti dengan Harakat Huruf Hamzah sedudahnya ‘ i ‘ sehingga menjadi (ALI), lalu Huruf Hamzah Kasrah ‘ i ‘ dari kata ٱسۡم dibuang, untuk itu bunyinya menjadi (LISMU), lalu dihubungkan dengan بِئۡسَ maka menjadilah bacaan (Bi’sa Lismu). Adapun didalam Contoh Gharib Naql didalam Al Qur’an ini hanya terdapat 1 contoh saja yaitu didalam Surat Al Hujurat Ayat 11 yakni : بِئۡسَ ٱلِٱسۡمُ (Biksalismu).

5. Pengertian Gharib Imalah dan Contohnya

Pengertian Imalah secara Bahasa mempunyai artian Miring, dan Pengertian Bacaan Gharib imalah menurut Istilah adalah menyondongkan suara Fathah ke arah Kasroh dan suara Alif kearah Yaa. Maksudnya seperti ini, jika suara Fathah Contoh ke Arah Kasroh maka keluar bunyi yang mendekati Huruf ‘E’ dalam kata Sate. Adapun untuk Contoh Gharib Imalah didalam Al Qur’an ini hanya terdapat 1 contoh yaitu didalam Surat Hud Ayat 41 yakni : مَجۡر۪ٮٰهَا (Majreha)

6. Pengertian Gharib Badal dan Contohnya

Pengertian Badal menurut Bahasa ialah mengubah dan mengganti, sedangkan Pengertian Bacaan Gharib Badal menurut Istilah adalah mengganti Huruf Hijaiyah Satu dengan Huruf Hijaiyah lainnya. Diantaranya mengganti Huruf Hijaiyah ء dengan ي dan mengganti Huruf Hijaiyah ص dengan س. Adapun untuk Contoh Gharib Badal didalam Al Qur’an antara lain :
– Al Qur’an Surat Al Ahqaf Ayat 4, yakni : فِي السَّمٰوٰتِ ائْتُوْنِيْ (Fisamawatuni)
– Al Qur’an Surat Al Araf Ayat 69, yakni بَصْۜطَةً (Basthotun)
– Al Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 245, yakni : وَيَبْصُۜطُ (Wayabsut)

7. Pengertian Gharib Shilal dan Contohnya

Pengertian Shilal menurut Para Ulama Qurra ialah apabila terdapat Ha dlamir yg tidak diawali dg Huruf Mati, maka HA dlamir itu harus dibaca panjang dan perlu ditambahkan Huruf Mad sesudahnya. Alasan tersebut untuk menguatkan Huruf Ha Dlamir tersebut, karena tak ada alasan yg mengharuskan membuang suatu Huruf sesudah Ha Dlamir saat huruf sebelumnya hidup (Berharakat). Adapun Contoh Gharib Shilal didalam Al Qur’an hanya ada 1 saja yaitu didalam Surat Al Furqan Ayat 69 yakni : وَيَخْلُدْ فِيْهٖ مُهَانًا
ada 5 Kaidah yang pada umum nya
1. Saktah (diam, tidak bergerak)
Ialah berhenti sejenak tanpa bernafas. Adapun tanda saktah yang terdapat dalam al-Qur'an biasanya dengan (سكتة)  dan kadang-kadang juga dengan (س) saja.
Di dalam al-Qur'an bacaan saktah ada pada 4 tempat, yakni: 
1. Surah al-Kahfi ayat 1dan 2:  ۥ عِوَجَاۜ  قَيِّمً۬ا
2. Surah Yasin ayat 52:  مِن مَّرۡقَدِنَاۜ‌ۗ هَـٰذَا 
3.Surah al-Qiyamah ayat 27:  وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٍ۬ 
4. Surah al-Muthaffifiin ayat 14: كَلَّا‌ۖ بَلۡۜ رَانَ

2. Tashil (memberi kemudahan, keringanan atau menyederhanakan)
Cara membaca dua hamzah yang berjejer, hamzah pertama dibaca biasa sedangkan yang kedua disuarakan antara hamzah dan alif (samar-samar).
Di dalam al-Qur'an bacaan tashil hanya ada pada 1 tempat, yaitu:
1. Surah Fushshilaat ayat 44:  ءَا۠عۡجَمِىٌّ۬ وَعَرَبِىٌّ۬‌ۗ

3. Isymam (mencampurkan).
Adalah mencampurkan dammah pada sukun dengan memoncongkan bibir atau mengangkat dua bibir (mecucu - Jawa).
Dalam al-Qur'an bacaan ini hanya terdapat pada 1 tempat, yakni:
1. Surat Yusuf ayat 11:  لَا تَأۡمَ۫نَّا 

4. Naql (memindah)
Adalah membaca lam sukun (أل) "al" diganti dengan harakat huruf hamzah sesudahnya (i) "i" sehingga menjadi (أل) "ali" kemudian huruf hamzah kasrah  (i) "i" dari kata "ٱسۡم" dibuang, sehingga berbunyi (lismu) kemudian dihubungkan dengan  "بِئۡسَ" maka menjadilah bacaan (bi'sa lismu).
Dalam al-Qur'an, ayat yang mesti dibaca naql hanyalah ada pada 1 tempat, yakni:
1. Surah al-Hujurat: 11:  بِئۡسَ ٱلِٱسۡمُ 

5. Imalah (memiringkan atau membengkokan)
Cara merubah bacaan "RO" menjadi "RE" (seperti "E" dalam kata sate).
Dalam al-Qur'an, lafadz yang dibaca dengan metode ini ada pada 1 tempat, yakni:
1. Surat Hud ayat 41:  مَجۡر۪ٮٰهَا 

Kaidah Bacaan Khusus Lainnya


Disamping hal-hal tersebut di atas, ada hal-hal lain yang juga harus diperhatikan oleh qari' agar ia terhindar dari kesalahan membaca, karena beberapa kata berikut agak berbeda lafadz dengan yang umum diketahui, sebagai unsur kehatian-hatian, diantaranya adalah:
  1. Shad-nya dibaca sin.  وَيَبۡصُۜطُ (Q.S. Al-Baqarah: 245).dan بَصۜۡطَةً۬‌ۖ (Q.S. Al-A'raf: 69)
  2. "S" nya boleh dibaca shad boleh juga sin. ٱلۡمُصَۣيۡطِرُونَ (Q.S. Athur: 37).
  3. Shadnya tetap dibaca shad  بِمُصَيۡطِرٍ (Q.S. Al-Ghosiyah: 22).
  4. Ha'-nya dibaca dhommah. عَلَيۡهُ ٱللَّهَ (Q.s. Al-Fath: 10).
  5. Ha'nya dhommah dan pendek ketika washol أَنسَٮٰنِيهُ (disambung).(Q.S. al-Kahfi: 63).
  6. Qaf-nya mati, ha-nya kasrah dan pendek. وَيَتَّقۡهِ (Q.S. An-Nur: 52).
  7. Ha'-nya dhommah dan pendek يَرۡضَهُ لَكُمۡ‌ۗ (Q.S. Az-Zumar: 7).
  8. Lam-nya kasrah, Ha'-nya kasrah dan pendek وَقِيلِهِۦ (Q.S. Az-Zukhruf: 88).
  9. Ha'-nya dibaca pendek, sebab bukan Ha' dhomir (kata ganti),  مَا نَفۡقَهُ (Q.S. Hud: 91),  فَوَٲكِهُ (Q.S. al-Mu'minun: 19), demikian juga lafadz  يَنتَهِ.
  10. Fa'-nya dibaca pendek, فَكِهِينَ (Q.S.al-Muthaffifiin: 31), demikian juga lafadz:  فَرِحِينَ
  11. Kaf-nya dibaca fathah. وَهُوَ ڪَلٌّ (Q.S. an-Nahl: 76).
  12. Pada waktu membaca ba-nya kedua lafadz berikut, hendklah berhati-hati jangan sampai salah membaca harakat dan panjang pendeknya. وَرَبَـٰٓٮِٕبُڪُمُ (Q.S. an-Nisa: 23),  جَلَـٰبِيبِهِنَّۚ (Q.S. al-Ahzab: 59).
  13. Lam-nya yang kedua dibaca kasrah.  لِّلۡعَـٰلِمِينَ (Q.S. Ar-Ruum: 22).
  14. Mim-nya dibaca kasrah  يَوۡمِٮِٕذٍ‌ۗ (Q.S. Hud: 66) dan (Q.S. al-Ma'arij: 11).
  15. Dzal-nya fathah,sedang nun-nya dhommah.  أَرِنَا ٱلَّذَيۡنِ  (Q.S. Fushshilat: 29).
  16. Dal-nya fathah dan Nun-nya kasroh. خَـٰلِدَيۡنِ (Q.S. Al-Khasyr: 17).
  17. Dhod-nya boleh dibaca fathah atau dhommah. Dalam 1 ayat ada 3 kata, apabila yang awal dibaca fathah, maka semuanya harus dibaca fathah, dan apabila yang pertama dibaca dhommah, maka semuanya harus dibaca dhommah. ضَعۡفٍ۬ (Q.S. ar-Ruum: 54).
  18. Lam-nya (إِلاًّ۬) tanwin, kemudian di idh-ghaomkan pada wawu ketika washol (sambung). Lafadh (إِلاًّ۬) ini bermakna qorobah bukan ististna.  إِلاًّ۬ وَلَا ذِمَّةً۬‌ۚ  (Q.S. at-Taubah: 8 dan 10).
  19. Ta-nya dibaca fathah dan tanpa (تَجۡرِى تَحۡتَهَا  ,(مِنَ (Q.S. at-Taubah: 100).
  20. () dibaca panjang 2 ketukan,  أُولَٮٰهُمَا (Q.S. al-Isra': 5), لِأُولَٮٰهُمۡ (Q.S. al-A'raf: 38-39), demikian juga lafadz (لِأُولَا) dengan ( ٱلۡ)
  21. Hamzahnya pendek. سَأُوْرِيكُمۡ (Q.S. Al-A'raf: 145).
  22. Wawu-nya dibaca pendek. مِن تَفَـٰوُتٍ۬‌ۖ  (Q.S. al-Mulk: 3).
  23. وَءَاتَوُاْ ٱلزَّڪَوٰةَ (Q.S.al-Baqarah:277) dan (Q.S. at-Taubah: 5 dan 11), (Q.S.al-Hajj: 41), Ta-nya fathah, wawu-nya dhommah ketika washol (sambung), dan mati ketika waqof (berhenti).  Ini fi'il Madhi (kata lampau) bukan fi'il 'Amr (kata perintah).
Semoga bermanfaat.
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql dan Imalah Dalam Bacaan Al-Qur'an Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql dan Imalah Dalam Bacaan Al-Qur'an
REDAKSI :
Judul Article : Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql dan Imalah Dalam Bacaan Al-Qur'an
Link Judul : Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql dan Imalah Dalam Bacaan Al-Qur'an
Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql dan Imalah Dalam Bacaan Al-Qur'an https://www.gobekasi.co.id/2018/12/pengertian-tentang-saktah-tashil-isymam.html Silakan Baca Artikel Selanjutnya Di Bawah Ini