Penyakit-Penyakit Pada Ayam dan Cara Pembuatan Sangkar Ayam Yang Baik
Cari Berita

Advertisement

Penyakit-Penyakit Pada Ayam dan Cara Pembuatan Sangkar Ayam Yang Baik

Ndaru Im
Wednesday, January 9, 2019

Penyakit-Penyakit Yang Sering Terjadi Pada Ayam Sebagai pemelihara ayam harus mengenal beberapa penyakit-penyakit ayam yang sifatnya umum dan harus bagaimana mengadakan tindakan pencegahan dan pengobatan biar usahanya sanggup berhasil. Apabila terjadi suatu wabah sebaiknya konsultasikan dengan dokter binatang setempat. Tetapi petunjuk-petunjuk dibawah ini dapatlah menjadikan proteksi pertama pada ayam. Anda harus memiliki rencana dan langkah-langkah selanjutnya yang sanggup menahan atau mencegah kawanan ayam dari penyakit dan parasit-parasit.



Penyakit-Penyakit dan benalu akhir dari beberapa faktor : 

  1. Keadaan sekeliling yang tidak serasih lantaran keadaan kesehatan yang tidak baik, lantaran kandang, halaman, pengumbaran, makanan, minuman, dan tatalaksana yang tidak bersih.
  2. Kegagalan untuk pengobatan belum dewasa ayam terhadap penyakit-penyakit dan parasit-parasit. Anak-anak ayam yang lemah akhir parasit-parasit mengakibatkan sangat peka terhadap penyakit.
Penyakit-penyakit dan parasit-parasit ini sanggup menyebar dari ayam yang satu kea yam yang lainnya. Penyebab-penyebab basil dan virus sanggup menyebar lewat kotoran, luka, mulut, dan darah.

Hal-hal yang sanggup mencegah tersebarnya penyakit-penyakit : 
  1. Lakukanlah tatalaksana yang baik, masakan yang sempurna, perawatan yang higienis akan menambah resistensi terhadap penyakit pada kawanan ayam.
  2. Sanitasi yang serasih, anak ayam, muda dan ayam petelur harus memiliki sangkar yang menyenangkan, higienis dan memiliki ventilasi yang baik.
Anda harus membersihkan brooder beberapa hari sebelum digunakan dan gantilah litternya dari lantai. Bersihkanlah dengan desinfictans atau dikapur dan jemurlah biar mendapat sinar matahari.

Tempatkanlah belum dewasa ayam yang sehat saja dalam kawanannya. Biasanya yang mengakibatkan penyakit ialah pemiliknya sendiri atau tamu-tamu. Oleh lantaran itu bila ada tamu cukuplah melihat dari kejauhan. Hindarkan dengan hingga memasukkan kawanan ayam gres ke dalam kawanan yang usang sekiranya sanggup mengakibatkan penyakit. Bila anda harus meninjau peternakan ayam lain, anda harus ganti pakaian, sepatu, cucilah yang higienis sebelum anda kontak dengan kawanan ayam anda sendiri.

Buatlah sebuah kotak air yang berisi desinfectans (lysel) di muka pintu sangkar dan cucilah dulu kaki anda bila akan masuk atau keluar kandang. Tikus-tikus, burung-burung (burung gereja) sanggup menambah kontaminasi. Jauhkan mereka dari kawanan ayam anda. Perhatikanlah kawanan ayam setiap hari, carilah jikalau ada yang sakit. Bila anda mendapat ayam yang sakit sendirikanlah dia. Dan bila ada yang mati harus dibakar atau ditanam yang dalam untuk mencegah penularan. Ayam-ayam cacat atau lemah harus dikeluarkan. Juga laporkan kepada dokter binatang setempat apabila anda meragukan ayam anda, supaya sanggup segera diatasi.

Jenis-Jenis Penyakit Menular Pada Ayam

Penyakit New Castle Discase (Tetolo)
Penyakit menular yang menjadikan selesai hayat pada kawanan ayam dari semua umur. Tanda-tandanya ialah :
  • Lesu, nafsu makan tidak ada
  • Masa bodoh, kurang lincah, bulu bersiri, mengantuk
  • Jengger pucat, cuping dan pail berubah berwarna biru
  • Telihnya penuh dan membesar
  • Keluar lender dan berbau
  • Sukar bernafas, batuk-batuk dan bersin
  • Diare hijau dan berbau
  • Kejang-kejang, lumpuh dan tidak ada koordinasi gerak.
Pencegahannya ialah :
  • Kebersihan harus selalu tetap dijaga
  • Isolasi ayam-ayam yang sakit
Penyakit Cacar Ayam (Diphtheria)
Penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Dapat menjadikan selesai hayat pada ayam semua umur. Ada dua bentuk yaitu bentuk jengger atau kulit dan bentuk tenggorokan (Diphtheria). Pada bentuk jengger atau kulit terdapat berbagai bintil-bintil kemerahan pada jengger, pial dan pada roman muka. Pada bentuk tenggorokan disini terdapat keruping-keruping diphtheria yang berwarna putih kekuningan pada selaput lender lisan dan tenggorokan. Apabila dilepas akan terjadi pendarahan. Tanda-tandanya ialah :
  • Demam, nafsu makan turun, dan lesu
  • Produksi telur turun
  • Tidak sanggup berdiri
Cara Pencegahannnya ialah :
  • Isolasi ayam-ayam yang sakit
  • Vaksinasi
Penyakit Coryza (Pilek)
Ini sanggup disebabkan oleh defisiensi masakan dan juga oleh virus dan bakteri. Tanda-tandanya ialah :
  • Cairan keluar dari mata dan hidung, pelupuk mata melekat
  • Menggeleng-gelengkan kepala
  • Nafsu makan berkurang
  • Bulu dibawah sayap kotor dan berbau
Cara Pencegahannya ialah :
  • Isolasi ayam-ayam yang sakit
  • Diusahakan biar ayam merasa bahagia dalam sangkar yang bersih
  • Berikan komplemen vitamin A dalam ransum makanan
  • Semua kandang, daerah makan dan minum didesinfecteer dan ayam-ayam yang sakit dikeluarkan dan dibinasakan
  • Hindarkan angin malam, dengan member tabir.
Penyakit Coocidiosis
Penyakit ini salah satu dari kebanyakan penyakit yang banyak menjadikan selesai hayat pada belum dewasa ayam umur 6 hingga 12 minggu. Coccidiosus ini penyakit terdapat pada usus kecil dan usus buntu. Penyebabnya ialah coccidian yang termasuk binatang bersel satu (protozoa). Tanda-tandanya ialah :
  • Jengger dan pial pucat
  • Anak-anak ayam berkelompok disudut
  • Lesu, mengantuk
  • Bulu kasar
  • Lobang kotoran tidak bersih
  • Nafsu makan berkurang
  • Sayap menggantung
  • Kotoran mengandung darah
  • Mata tertutup.

Cara Pembuatan Sangkar Ayam Yang Baik~

Sebagai akhir penjinakan yang mendalam maka tindakan insan yakni menciptakan kandang. Ayam-ayam supaya sanggup berproduksi yang tinggi maka harus mendapat perlakuan yang baik. Persoalan sangkar ini memang sulit sekali. Dalam pembuatan sangkar harus ditinjau dari beberapa segi yaitu segi biologi, segi teknis, dan segi ekonomis. Yang pada pokoknya kita harus tahu perihal keadaan yang ideal mengenai temperatur, kelembaban udara dan perubahan udara. Kaprikornus harus sanggup diciptakan keadaan yang menyenangkan bagi ayam tersebut, sehingga sanggup berproduksi yang maksimal.

Syarat-Syarat Membuat Kandang

  • Bentuk sangkar yang serasih.
  • Ruangan cukup sesuai dengan yang dipelihara.
  • Ventilasi yang cukup
  • Sinar matahari sanggup masuk dan merata dalam kandang
  • Susunan kepingan dalam supaya cukup baik
  • Bebas dari hama dan tikus
  • Hendaknya tahan lama

Macam-Macam Kandang Ayam

Kandang yang menggunakan halaman (Ren system), sangkar yang menggunakan halaman sanggup diselenggarakan jikalau tempatnya memungkinkan. Ini memerlukan tanah yang luas. Kandang yang menggunakan halaman ini baik untuk memelihara ayam bibit yaitu untuk memperoleh telur tetas. Pada halaman ini ditanami rumput dan juga ditanami tanaman pelindung, supaya ayam-ayam terhindar dari teriknya matahari.

Luas lantai dalam sangkar tergantung kepada besarnya kandang, besarnya ayam, apakah ayam itu dikurung atau diberi pengumbaran. Ayam yang dikurung luas lantai dua kali dari pada yang diberi pengumbaran. Apabila terlalu sempit ayam-ayam akan saling mematuk kawannya (canibalisme), penyakit gampang menyebar dan produksi akan menurun lantaran tidak tenang. Akomodasi tiap 1 m2 diberi 3-4 ekor ayam.

Ventilasi Kandang
Untuk menghilangkan hawa yang lembab yang sebabkan menguapnya air yang berasal dari kotoran dan pernafasan ayam dan juga untuk mengeluarkan gas-gas yang timbul dalam kandang. Selain itu untuk menghindari perubahan temperatur yang mendadak. Ukuran ventilasi yaitu rata-rata 25 % dari luasnya lantai.

Cahaya Matahari
Kandang sebaiknya menghadap ke timur, supaya cahaya matahari pagi sanggup masuk dalam kandang. Dinding depan dibentuk dari materi kawat garang supaya cahaya matahari sanggup masuk. Dibuat dari semen atau tanah yang dipadatkan atau sanggup menggunakan ganjal sampah.

Dinding Kandang
Terbuat dari papan kayu, bambu atau dari tembok. Bagian depan sebagian dibentuk dari kawat kast atau anyaman bambu.

Atap Kandang
Dapat terbuat dari genteng atau pun papan kayu.

Alat-Alat Dalam Kandang
Di dalam sangkar diperlengkapi dengan kawasan makan, kawasan minum dan kawasan bertengger. Alat-alat ini dibentuk dari bahan-bahan yang tahan usang dan gampang dibersihkan.

Tempat Bertengger
Bahan dari kayu yang besar lengan berkuasa dan halus, jikalau tajam sanggup melukai kaki ayam yang sanggup mengakibatkan penyakit bubul. Bagian atas dibentuk melengkung supaya tidak nyeri pada telapak kaki. Lebar 5-7 cm, jarak satu dengan yang lain 35-40 cm, tinggi lantai 50 cm.

Tempat Makanan
Dapat ditempatkan di depan sangkar dan di dalam kandang. Dibuat sedemikian supaya jangan banyak terbuang, tidak gampang dikotori, gampang dibersihkan dan ayam sanggup makan hingga ke dasarnya. Untuk yang ditempatkan di dalam sangkar diletakkan 30 cm dari lantai. Dapat ditempatkan dimuka sangkar atau di dalam kandang. Tempat minum ini harus sudah dibersihkan tidak gampang terbalik dan tidak sanggup dimasuki kaki ayam atau dikotori.

Sarang
Sarang ditempatkan ditempat yang sunyi biasanya di belakang kandang. Sarang ini gampang dibersihkan dan dihapus hamanya. Untuk menghasilkan telur konsumsi cukup dengan sarang terbuka dan untuk mendapat telur tetas sebaiknya dibuatkan sarang perangkap, supaya sanggup diketahui telur itu berasal dari ayam tertentu.

Penerangan
Dalam sangkar perlu diberi penerangan. Penerangan ini penting untuk ayam jantan maupun ayam betina. Ayam jantan memerlukan penerangan minimal 13 jam sehari supaya fertilitas tetap tinggi. Bagi ayam betina penerangan ini perlu supaya diwaktu malam masih sanggup makan. Terutama jikalau hawa cuek ayam sanggup menambah kalori dengan makan pada malam hari. Untuk ini sanggup diberi lampu 40 watt untuk ruangan seluas 20 m2 dan menggunakan reflector.

Sumber http://blogternakayam.blogspot.com~Tips Berternak~cara-pembuatan-kandang-ayam-yang-baik

Penyakit-Penyakit Pada Ayam dan Cara Pembuatan Sangkar Ayam Yang Baik