Proses Penetasan Telur Ayam dan Faktor yang mempengaruhi hewan ternak
Cari Berita

Advertisement

Proses Penetasan Telur Ayam dan Faktor yang mempengaruhi hewan ternak

Ndaru Im
Tuesday, January 8, 2019

Proses Penetasan Telur Ayam~Penetasan telur ayam sanggup dilakukan dengan induk ayam atau dengan mesin penetas. Biasanya ayam mengerami sebanyak 7-8 butir tergantung besar kecilnya ayam. Tempat yang digunakan berupa kotak atau keranjang dengan ganjal jerami. Kotak ini ditempatkan ditempat yang gelap disudut kandang. Ayam yang baik untuk mengeram yaitu yang besar dan memiliki bulu yang banyak. Ayam leghorn sudah tidak sanggup mengeram oleh alasannya yaitu penjinakan yang terlalu mendalam. Gangguan yang sanggup terjadi oleh alasannya yaitu adanya kutu-kutu dan tikus.


Penetasan Dengan Mesin
Kalau dengan induk ayam hanya 10 butir telur, tetapi dengan mesin penetas sanggup lebih banyak pada waktu sekaligus. Agar penetasan dengan mempergunakan mesin ini sanggup berhasil dengan baik maka harus diketahui prinsip pengeraman.

Dasar-Dasar Pengeraman : 
  • Lama periode pengeraman
  • Perkembangan janin (embrio) ayam selama dierami.
  • Keadaan anak ayam ketika menetas
  • Peristiwa-peristiwa hidup (faal) dari janin, (pernapasan, metabolism, maut selama berkembang dan posisi telur).
  • Faktor physis : posisi dan pemutaran telur, temperatur, ventalisasi dan kelembaban.
Lama Pengeraman
Lama pengeraman normal rata-rata 21 hari. Ayam leghorn menetas beberapa jam lebih dahulu dari pada ayam berat menyerupai Plymouth Rock, Red.

Faktor-Faktor Physis Yang Perlu Diperhatikan

Kedudukan/posisi telur

Pada pengeraman ini telur diletakkan dalam kawasan telur dalam posisi yang miring dengan ujung yang tumpul disebelah atas biar supaya kepala dalam posisi normal (kepala ke ujung yang tumpul, kepala sebelah kanan dari tubuh, paruh dibawah sayap ujung paruh kea rah ruang hawa). Dengan ujung tumpul ke atas maka lebih banyak telur yang sanggup diletakkan

Pemutaran Telur
Pemutaran telur beberapa kali selama penetasan perlu untuk menghindari perlekatan embrio dengan kerabang terutama pada fase-fase permulaan penetasan dan untuk mencegah perlekatan antara kuning telur dan allantois (kandung kemih) pada final penetasan. Pemutaran telur sebanyak delapan kali sehari akan menawarkan hasil yang baik. Pemutaran lebih banyak dibutuhkan pada permulaan setengah fase penetasan dari pada masa selanjutnya.

Temperatur
Temperatur sepuluh hari pertama 101,5 F, hari berikutnya 102,5 F. apabila temperatur sangat tinggi mengakibatkan naiknya kecepatan pertumbuhan embrio berakibat kenaikan pelepasan CO 2 yang sanggup mengakibatkan kematian. Kalau temperatur terlalu rendah pertumbuhan lambat dan pengeluaran CO 2 sedikit. Yang penting pada hari ke 2 dan ke 3 jikalau temperatur terlalu rendah mengakibatkan maut embrio. Pada waktu-waktu tertentu telur perlu didinginkan sehari 15 menit. Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Berternak Ayam~

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mulai berternak ialah sifat dan gaya hidup dari ayam-ayamnya. Gaya hidup ini sanggup dibedakan dalam 2 hal yaitu :

Berikut penjelasannya di bawah ini

Dengan melihat tingkah lakunya dan sifat-sifat suhu dari tubuhnya :
  • Tingkah laris yang baik yaitu lincah, telih (crop) harus penuh, berkotek-kotek riang, aktif mencari makan.
  • Sikap yang tidak baik : sayap menggantung, mata dalam, paruh panjang dan rata, kepala kasar, kukunya panjang.
  • Perawakan : bentuk tubuh segi empat, hanya ayam-ayam yang punya bentuk tubuh yang baik, mata yang tajam dan bersinar, jengger yang bercahaya yaitu dalam kondisi yang baik untuk dipelihara.
Dalam pemeliharaan untuk memperoleh telur bibit, dalam kawanan tiap 10 ekor betina diberi 1 penjantan. Terlalu banyak ayam jantan (ayam jago) tidak baik untuk kesuburan bibit (fertilitas). Mereka ini hanya main-main atau sabung saja sepanjang waktu.

Umur ayam mahir setengah tahun lebih bau tanah dari betinanya. Sebaiknya pejantan diganti setiap minggu. Untuk mendapat telur tetas sebaiknya ayam-ayam dipelihara dalam sangkar dengan lapangan pengumbaran.

Kesuburan yang buruk sanggup disebabkan lantaran :
  1. Terlalu banyak ayam dalam kawanan.
  2. Makanan yang jelek. Ayam mahir perlu kuliner yang baik biar kondisi tubuh selalu baik. (Baca Makanan Sehat Untuk Ayam)
  3. Hawa terlalu panas, kalau hawa terlalu panas perkawinan jarang dilakukan. Oleh lantaran itu diusahakan daerah harus sedingin mungkin dengan jalan menunjukkan flavon dan sirkulasi hawa (udara) dalam sangkar yang baik.
  4. Adanya kutu-kutu sanggup mengganggu ayam yang mengakibatkan malas makan dan waktu istirahat tidak ada.
  5. Kurang penerangan. Dapat diatasi dengan memberi penerangan menggunakan lampu.
Sumber http://blogternakayam.blogspot.com~Tips Berternak~faktor-yang-diperhatikan-dalam-berternak


Proses Penetasan Telur Ayam dan Faktor yang mempengaruhi hewan ternak