Cara Membuat Akuntansi Pembukuan

  • GoBekasi
  • Jun 21, 2021
Cara Membuat Akuntansi Pembukuan

Untuk para pelaku bisnis pemula, saat membuat pembukuan sederhana merupakan hal yang sangat penting. Itu karena hal yang penting, dalam melalukan pembukuan yang benar adalah kunci agar usaha dapat berhasil untuk skala yang besar ataupun kecil.

Dalam perusahaan yang sudah besar, pembukuan sudah berjalan dengan menggunakan jasa akuntan dan dilengkapi dengan teknologi canggih. Hal ini dikarenakan pada laporan keuangan bukan hanya berfungsi untuk menghitung untung dan rugi saja tapi melainkan juga menjadi sumber informasi untuk pengambilan kebijakan dan mempercayakan pihak luar seperti investor. Karena, persaingan bisnis semakin ketat, maka pengambilan keputusan harus berdasar pada fakta dan data yang aktual.

Beda halnya dengan pelaku bisnis pemula, untuk pembukuan sederhana bertujuan supaya suatu usaha bisa mempunyai arah yang jelas serta mampu berkembang secara optimal.

Maka dari itu, penting sekali untuk para pelaku usaha pemula ketika mulai membuat pembukuan sederhana. Lantas bagaimana caranya? Silakan simak informasi secara lengkap di bawah ini:

Metode dan Langkah-Langkah dalam Pembuatan Pembukuan Sederhana Dalam UMKM

Ketika membuat pembukuan, kita tidak bisa lepas dari ilmu akuntansi. Pada siklus akuntansi, secara sederhana juga memuat empat aktivitas penting yakni pencatatan, kemudian penggolongan, selanjutnya pengikhtisaran, dan pembukuan.

Kemudian waktu yang tepat dalam pembuatan pembukuan sederhana adalah ketika kamu mulai di tahap opening. Sehingga kamu pun perlu mencatat penghasilan, biaya, mencatat kewajiban, mencatat harta, modal, dan pendapatan secara kontinu untuk bisa menyusun neraca dan juga laporan laba dan rugi.

Agar lebih jelasnya lebih jelas, berikut akan dijelaskan mengenai tahap demi tahap untuk membuat pembukuan sederhana. Dan langsung saja, ini dia penjelasannya:

1. Membuat Buku Catatan Pengeluaran

Ketika di awal membuka usaha, kamu harus dapat membuat buku terpisah secara yang khusus untuk mencatat pengeluaran. Dan untuk egala jenis pengeluaran dan belanja perlu kamu catat. Diantaranya mulai dari operasional, bahan baku, hingga gaji karyawan bisa juga kamu catat secara kontinyu dan jelas.

Karena dengan catatan pengeluaran akan membuat kamu tahu besarnya modal usaha yang sudah dikeluarkan. Jika kamu sudah tahu, maka mudah sekali selanjutnya menetapkan target serta merencanakan kapan modal akan kembali.

2. Buat Buku Catatan Pemasukan

Jika sudah mencatat pengeluaran, maka kamu kemudian dapat mulai membuat buku kas pemasukan. Karena buku ini nantinya, akan dapat dipakai untuk mencatat semua transaksi yang ada kaitannya dengan pemasukan perusahaan yang kamu dirikan.

Karena sudah banyak beberapa contoh pemasukan yaitu diantaranya jumlah penjualan produk per hari ataupun piutang yang sudah dibayarkan. Kemudian catatan ini juga harus kontinyu dilakukan pada setiap harinya. Karena, akan memudahkan kamu untuk membuat pembukuan bulanan.

Kemudian dengan buku kas pengeluaran dan pemasukan yang dicatat secara tertib dan teratur akan membuat kamu tahu berapa jumlah keuntungan yang didapatkan sehari perminggu maupun perbulan.

Kemudian masih banyak lagi langkah-langkah yang harus kamu lakukan sampai dengan hasil akhir adalah dapat membuat Akutansi pembukaan secara lengkap, dari pada nantinya pusing karena banyak catatan yang mungkin saja bisa salah atau hilang, mendig juga menggunakan aplikasi jurnal maupun sejenisnya yang akan membantu kamu dalam membuat Akutansi pembukaan kamu jiga bisa lihat di link ini https://www.jurnal.id/id/fitur/aplikasi-akuntansi/. Dengan begitu meskipun ada salah dalam mencatat transaksi atau yang lainnya kamu akan mudah mencari titik kesalahan dari pembukuan tersebut tanpa harus membolak-balik catatan.