Asuransi menjadi salah satu produk keuangan yang belakangan ini benar-benar laris manis di pasaran, khususnya untuk mereka yang sudah memiliki keuangan stabil dan mencari proteksi terhadap dirinya, apalagi dengan membeli asuransi ini ada banyak sekali manfaat yang didapatkan. Termasuk diantaranya adalah untuk memanage keuangan menjadi lebih baik. Tidak semua jenis asuransi arus dibeli, namun setidaknya pertimbangkan untuk membeli yang penting-penting saja seperti asuransi kesehatan dan juga asuransi jiwa.

Banyak tentunya yang sudah mengenal dengan baik kedua produk proteksi tersebut. Hanya saja mungkin ada yang masih bingung dan menganggap bahwa kedua asuransi tersebut sebenarnya sama. Apalagi pada produk asuransi kesehatan ini sendiri ditujukan untuk memberikan jaminan pengobatan kepada pemegang polisnya ketika terkena sebuah penyakit dan butuh biaya pengobatan, maka tinggal ajukan klaimnya saja. Lalu apa bedanya dengan asuransi untuk jiwa, karena ia juga bisa digunakan untuk membiayai pengobatan jika seandainya pemegang polis tersebut sakit.

Agar tidak salah dalam menjatuhkan pilihan, maka kenali terlebih dahulu perbedaan antara jenis produk asuransi jiwa dan juga asuransi kesehatan berikut ini, yaitu:

  1. Jaminan yang diberikan, pada dasarnya produk asuransi kesehatan memang menjamin nantinya pemegang polis bisa mendapatkan ganti rugi biaya pengobatan jika seandainya sakit dan mengajukan klaim. Namun agak berbeda dengan asuransi untuk jiwa, jaminan yang diberikan adalah dengan ganti rugi atau bisa mendapatkan uang pertanggungjawaban, jika seandainya pemegang polis nantinya meninggal dunia. Dalam beberapa kesepakatan atau fasilitas yang ditawarkan maka produk asuransi untuk jiwa ini juga bisa digunakan untuk mengcover biaya pengobatan, hanya saja tidak semuanya, sesuai dengan isi polis yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.
  2. Harga premi, kemudian jika melihat dari segi harga preminya, maka untuk asuransi kesehatan maupun jiwa sebenarnya sama, jika semakin bertambah tua usia ketika mengajukan asuransi tersebut atau semakin banyak resiko penyakit yang ditemukan, maka secara otomatis akan membuat nilai premi yang harus dibayarkan menjadi semakin mahal.
  3. Proteksi tertanggung, untuk proteksi yang diberikan sendiri asuransi kesehatan sudah pasti memberikan perlindungan kepada tertanggung tersebut, yaitu orang yang memegang polis asuransinya, namun agak berbeda dengan jiwa, karena jika seandainya tertanggung sudah meninggal dunia, otomatis uang asuransi yang diberikan tersebut bukan untuk memegang polisnya, melainkan lebih ditujukan kepada anak-anak ataupun juga istri dari tertanggung tersebut guna membiayai hidup mereka.
  4. Nilai pertanggungan yang diberikan, untuk hal ini keduanya sudah pasti berbeda, karena asuransi kesehatan bentuknya adalah biaya untuk pengobatan ketika sedang sakit, maka sesuai dengan nominal nilai pengobatan tersebut, ada yang memang kecil namun juga ada yang besar. Sedangkan untuk produk proteksi jiwa ini maka nilai pertanggungan yang diberikan sudah sesuai dengan kesepakatan yang dibuat oleh kedua belah pihak tersebut sebelumnya. Besar kecilnya juga harus sesuai dengan premi yang dibayarkan tersebut.

Jadi ingin beli yang mana, produk asuransi jiwa atau mungkin kesehatan? Namun jika seandainya kondisi keuangan baik dan mencukupi, sebenarnya tidak salah juga jika seandainya Anda mengambil semua atau kedua jenis asuransi tersebut. Karena memang pada dasarnya asuransi ini tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, melainkan juga untuk keluarga tercinta di rumah. Belilah produk yang sesuai dengan kebutuhan. Pastikan juga hanya membelinya dari perusahaan atau agen asuransi yang terpercaya. Cari tahu lebih banyak dari blog Ilovelife yang mengupas seputar produk-produk asuransi yang cocok untuk Anda.