Macam-macam Alat Ukur Berat di Laboratorium Pengujian

  • 2 min read
  • May 03, 2021
Macam-macam alat ukur berat

Macam-macam alat ukur berat tersedia untuk membantu berbagai keperluan dalam kehidupan sehari-hari. Ukuran berat sendiri diperlukan dalam banyak hal, baik yang bersifat komersial maupun pribadi. Misalnya saja mengukur berat badan, ataupun sedang mencari tahu berat suatu barang ataupun benda.

Oleh sebab itu perlu diketahui secara jelas apa saja alat ukur berat yang ada. Dalam hal ini alat ukur berat yang dimaksud merujuk pada alat ukur berat yang baku. Dimana hal ini berarti bahwa satuan yang digunakan sudah berlaku umum. Untuk itu berikut akan dijelaskan beberapa alat ukur berat.

Neraca Atau Timbangan Dua Lengan

Alat ukur berat yang pertama dinamakan neraca atau timbangan dua lengan. Timbangan ini memiliki ketelitian hingga 0,01 g dan biasanya bisa dimanfaatkan untuk mengukur benda yang ringan seperti halnya emas. Pada neraca dua lengan ini terdapat bandul. Neraca dua lengan ini biasanya bisa ditemukan di laboratorium uji material.

Timbangan Badan

Sebagaimana namanya timbangan yang satu ini berfungsi untuk mengukur berat badan dari manusia. Oleh sebab baik itu di apotek Rumah Sakit Puskesmas hingga di rumah pribadi. Timbangan badan sendiri bisa hadir dalam dua versi yaitu digital dan juga manual. Untuk satuan pengukuran yang sendiri bisa berupa Kg ataupun Lbs untuk yang digital.

Timbangan Digital

Timbangan digital ini bisa ditemukan di pasar-pasar modern supermarket dan juga Cafe. Meski demikian tidak menutup kemungkinan untuk timbangan digital ini bisa ditemukan di rumah. Timbangan ini merupakan salah satu dari macam-macam alat ikut berat yang ada.

Timbangan digital digunakan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih akurat dibandingkan timbangan yang manual. Selain itu beberapa timbangan digital sudah dilengkapi dengan alat ukur waktu contohnya saja timbangan digital yang digunakan untuk menakar kopi di cafe.

Timbangan Gantung

Seperti namanya timbangan ini digunakan dengan cara menggantungkan barang yang akan diukur beratnya pada pengait yang ada di bawah timbangan. Timbangan gantung ini memiliki dua jenis yaitu timbangan gantung digital dan timbangan gantung manual. Pada umumnya timbangan digital akan lebih akurat dan tepat jika dibandingkan dengan timbangan manual.

Neraca Pegas

Alat ukur berat bernama neraca pegas ini hadir dengan dua jenis skala yakni skala besaran massa berupa kilogram dan skala satuan besaran gaya. Adapun fungsi dari neraca pegas sendiri adalah menentukan massa benda yang diukur menggunakan tegangan yang ada pada pegas.

Adapun tegangan tersebut merupakan tekanan dari benda yang sedang diukur. Cara menggunakan neraca pegas sendiri bisa menggantungkan benda pada pengait neraca. Nantinya skala yang akan ditunjukkan oleh petunjuk neraca berarti sama dengan nilai massa benda yang diukur tersebut. Apabila skala satuan massanya menunjukkan angka 6 maka bisa disimpulkan benda tersebut memiliki berat 6 kg.

Timbangan Hibrid

Alat ukur berat selanjutnya ini bernama timbangan hibrid. Timbangan Hibrid sendiri merupakan perpaduan antara timbangan mekanik dan juga timbangan digital. Hal tersebut dikarenakan cara kerjanya yang memadukan kedua jenis timbangan tersebut. Pada umumnya timbangan Hibrid akan diposisikan terlebih dahulu di area yang tidak memiliki aliran listrik lalu kemudian akan menggunakan tampilan digital.

Timbangan Hibrid sendiri memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan jenis timbangan lainnya yakni mempunyai kapasitas yang besar. Tidak heran jika timbangan ini banyak digunakan dalam sektor industri.

Demikian informasi seputar macam-macam alat ukur berat. Semoga bermanfaat dan dapat menambah informasi.