Miliki Performa Maksimal Saat Berolahraga dengan Minuman Isotonik

  • GoBekasi
  • Apr 23, 2021
Miliki Performa Maksimal Saat Berolahraga dengan Minuman Isotonik

Sekitar 60 persen tubuh manusia dewasa adalah cairan dan mengandung beberapa cairan, termasuk elektrolit. Meskipun sebagian besar cairan ini terdapat di dalam sel dan disebut cairan intraseluler, kira-kira sepertiganya berada di ruang di luar sel dan disebut cairan ekstraseluler. (1)

Cairan ekstraseluler mengandung sejumlah besar natrium tetapi hanya sedikit kalium. Sementara kandungan cairan intraseluler sebaliknya. Cairan ekstraseluler juga mengandung ion klorida yang tinggi, sementara cairan intraseluler mengandung sedikit klorida. Kandungan yang berbeda ini sangat penting bagi keberlangsungan hidup sel. (1)

Tubuh kita memiliki mekanisme yang mempertahankan kondisi tubuh sehingga hampir selalu konstan. Begitu pula dengan komposisi cairan dan elektrolit dalam tubuh. Elektrolit adalah zat-zat kimia yang membentuk ion dalam cairan dan menghantarkan listrik. Setiap elektrolit memiliki fungsinya masing-masing dalam tubuh. Jumlah cairan dan ion yang keluar dari tubuh harus diganti dengan jumlah yang sama agar tidak mengganggu fungsi kerja tubuh.

Sehingga pada peristiwa kehilangan cairan dan elektrolit, tubuh kita akan memberi respon berupa meminimalisir pengeluaran cairan dan menstimulasi tubuh untuk mendapat asupan cairan dan elektrolit. Saat ini banyak produsen yang mengiklankan produk minuman yang dapat merestorasi cairan tubuh dengan cepat serta mengganti elektrolit yang hilang. Minuman ini disebut dengan minuman isotonik.

Pada umumnya, minuman isotonik dikembangkan untuk menggantikan cairan elektrolit dan energi yang hilang selama beraktivitas. Minuman ini biasanya mengandung mineral, kalsium, magnesium, klorida, natrium, kalium, dan karbohidrat (gula) yang menjadi sumber energi.

Minuman isotonik merupakan salah satu jenis minuman pilihan yang dikonsumsi setelah berolahraga. Minuman ini memiliki konsentrasi gula dan garam yang serupa dengan cairan dalam tubuh. Oleh sebab itu, minuman isotonik mampu mengganti cairan tubuh yang hilang dengan cepat.

Selain menggantikan cairan elektrolit, mengkonsumsi minuman isotonik sebelum berolahraga dapat memiliki efek perlindungan dan mengurangi kerusakan otot yang terjadi saat berolahraga atau beraktivitas berat serta berbagai manfaat lainnya dalam berolahraga.

Berikut adalah beberapa manfaat dari mengkonsumsi minuman isotonik, untuk performa olahraga yang lebih maksimal.

Menjaga Keseimbangan Air dan Garam dalam Tubuh

Di antara banyak manfaat minuman isotonik, yang paling menonjol adalah menjaga keseimbangan air dan garam di dalam tubuh. Ini karena peranan zat elektrolit, yang terdiri dari sodium, potasium, kalsium, magnesium, klorida, bikarbonat, fosfat dan sulfat.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Edinburgh, menemukan hasil bahwa atlet yang berada di bawah hidrasi isotonik menunjukkan latihan intensitas tinggi yang lebih konsisten. Di samping itu, aktivitas stop-start mereka juga meningkat sebesar 24%.

Sedangkan, sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1998 di International Journal of Sports Medicine membandingkan minuman berkafein, air mineral natrium rendah, dan larutan elektrolit untuk mengetahui pengaruhnya pada pengendara sepeda.

Hasilnya, relawan yang diberi minuman isotonik mengeluarkan keringat lebih sedikit, dan memiliki intensitas buang air kecil yang lebih jarang selama olahraga. (2)

Mengatasi Dehidrasi Berat

Manfaat Minuman isotonik berikutnya adalah untuk mengatasi dehidrasi berat. Hal ini paling berisiko terjadi saat seorang atlet melakukan olahraga yang ekstrim. Dehidrasi berat ini dapat menimbulkan berbagai gejala yang buruk bagi tubuh seperti seperti sakit kepala, halusinasi, kelelahan, hingga kejang-kejang.

Oleh karena itu, manfaat minuman isotonik ini sangat cocok dikonsumsi oleh orang yang rentan terkena dehidrasi berat seperti atlet. Minuman isotonik mempunyai kemampuan mengembalikan cairan tubuh ke dalam keadaan normal. Saat rehidrasi terjadi, maka terjadi pergantian elektrolit dalam tubuh.

Saat atlet melakukan latihan setidaknya 30-40 menit, akan terjadi penurunan karbohidrat dalam tubuh yang biasa digunakan sebagai sumber energi utama, peningkatan suhu tubuh, dan penurunan sirkulasi cairan dalam tubuh yang dapat menyebabkan kelelahan.

Air saja tidak cukup untuk menggantikan cairan yang keluar dari dalam tubuh ketika melakukan olahraga yang berat. Akibatnya, para atlet membutuhkan minuman seperti minuman isotonik yang dapat menggantikan karbohidrat, air, dan elektrolit yang hilang secara cepat.

Mengganti Cairan Elektrolit dan Energi

Manfaat minuman isotonik berikutnya adalah mengganti cairan elektrolit dan energi. Pada umumnya, minuman isotonik dikembangkan memang untuk menggantikan cairan elektrolit dan energi yang hilang selama beraktivitas.

Minuman ini biasanya mengandung mineral, kalsium, magnesium, klorida, natrium, kalium, dan karbohidrat atau gula yang menjadi sumber energi. (2)

Sebagai minuman pilihan yang dikonsumsi setelah berolahraga, minuman isotonik memiliki konsentrasi gula dan garam yang serupa dengan cairan dalam tubuh. Oleh sebab itu, minuman isotonik mampu mengganti cairan tubuh yang hilang dengan cepat.

Mengurangi Risiko Cedera

Selain menggantikan cairan elektrolit, manfaat minuman isotonik jika dikonsumsi sebelum berolahraga dapat memiliki efek perlindungan dan mengurangi kerusakan otot yang terjadi saat berolahraga atau beraktivitas berat.

Dengan menjaga keseimbangan cairan elektrolit tubuh, minuman isotonik dapat mencegah kerusakan otot, dan meningkatkan stabilitas sel-sel otot.

Jadi manfaat minuman isotonik memang sangat baik bagi tubuh, khususnya bagi kamu yang hobi olahraga. Meski begitu, minuman ini tetap harus dikonsumsi sesuai dengan porsinya. (2)

Nah, untuk mendapatkan asupan isotonik terbaik, kamu bisa mendapatkannya dengan mengkonsumsi Mizone! Sebagai satu-satunya minuman isotonik dengan kandungan vitamin B, Mizone bakal Bantu Badan Siap Lanjut Terus! Jadi tubuh jadi bugar dan sehat, kamu juga bisa jalani berbagai rutinitasmu dengan lebih nyaman dan lancar!

Source:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5140829/
  2. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jgizi/article/download/2363/2336