Penyebab dan Kondisi DVT Deep Vein Thrombosis

  • 2 min read
  • Feb 18, 2020
DVT Deep Vein Thrombosis

DVT Deep Vein Thrombosis merupakan kondisi dimana darah dalam pembuluh darah vena atau balik mengalami penggumpalan. Kondisi ini bisa terjadi di satu aliran pembuluh vena atau di beberapa aliran pembuluh vena. Gumpalan darah tersebut dapat mengakibatkan kondisi kesehatan yang serius apabila sampai menyumbat aliran darah menuju ke paru-paru. Akibatnya akan terjadi emboli paru dimana suplay darah ke paru-paru akan berkurang karena adanya penyumbatan tersebut.

Ada tiga penyebab terjadinya DVT yaitu:

Statis vena.

Merupakan kondisi dimana terjadi perlambatan aliran darah di pembuluh balik atau vena. Kondisi tersebut terjadi akibat dari:

  • Operasi penggantian panggul atau operasi di bagian tungkai dan panggul.
  • Menjalani perjalanan panjang di kereta, mobil atau pesawat selama lebih dari 4 jam sehingga tungkai tidak banyak bergerak.
  • Mengalami sakit atau cedera dimana tubuh tidak bergerak selama 3 hari seperti kondisi pingsan atau stroke.
  • Menggunakan obat bius selama 1 hingga 1,5 jam seperti pada prosedur bedah.
  • Gagal jantung.

Kondisi kerusakan pembuluh darah.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh:

  • Pemasangan kateter vena sentral.
  • Penggunaan obat-obatan atau kemoterapi.
  • Penggunaan napza khususnya berjenis suntik.
  • Terjadi sepsis.
  • Kondisi vaskulitis.

Kondisi hiperkoagulabilitas yaitu kondisi dimana mudah terjadi penggumpalan darah yang disebabkan oleh faktor penyakit keturunan seperti:

  • Mutasi gen prothrombin.
  • Kondisi kekurangan protein pengencer darah.
  • Factor V leiden.
  • Tingginya kadar homosistein.
  • Berlebihnya faktor pembekuan darah.
  • Kelainan sistem fibrinosis, meningkatnya kadar fibrinogen dan kelainan fibrinogen.

Selain faktor keturunan, kondisi hiperkoagulabilitas juga bisa terjadi diluar faktor tersebut yaitu:

  • Konsumsi pil kb.
  • Sindrom nefrotik.
  • Sindrom antifosfolipid.

DVT dapat terjadi tanpa menunjukkan gejala hingga ia menyebabkan emboli paru. Namun ada juga DVT yang menampakkan gejala sehingga dapat ditangani dengan lebih cepat, seperti:

  • Nyeri terutama saat menekuk kaki.
  • Terjadi pembengkakan pada tungkai.
  • Kram yang terjadi dibatasi di malam hari.
  • Warna kaki menjadi lebih pucat, merah atau gelap.
  • Tungkai terasa lebih hangat.

Bagi Anda yang terdeteksi DVT, dokter dapat memberikan beberapa jenis obat seperti obat antikoagulan yaitu obat yang dapat mengubah protein darah agar tidak mudah menggumpal. Obat ini juga mencegah terjadinya penggumpalan yang lebih banyak terjadi. Jenis obat antikoagulan yang sering digunakan antara lain Heparin dan Wafarin. Lebih baik mencegah dari pada mengobati DVT. Ada upaya pencegahan yang bisa Anda lakukan antara lain:

  • Menggerakkan punggung ke kiri dan kanan sebagai olahraga rutin.
  • Meninggikan tungkai lebih dari panggul saat sedang beristirahat atau saat bepergian.
  • Mempertahankan berat badan yang ideal.
  • Berhenti merokok.
  • Makan makanan bergizi seimbang.

DVT Deep Vein Thrombosis merupakan kondisi yang dapat menjadi parah hingga fatal sehingga perlu mendapat perhatian lebih dari mereka yang memiliki resiko lebih tinggi. Jika Anda harus berdiam diri selama lebih dari 3 jam, lakukan senam kaki sederhana dengan mengangkat kaki hingga lebih tinggi dari posisi duduk. Berjalan-jalan kecil di area sekitar juga bisa membantu melancarkan peredaran darah balik. Hindari memiliki berat badan berlebihan karena akan memperberat kerja jantung dalam memompa darah kembali dari bagian kaki ke paru-paru.